Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 86


Sepulangnya dari pertemuannya dengan Erika di kafe. Sara meminta pada supirnya tersebut agar diantar saja ke Emerald. Entah kenapa dirinya ingin sekali menemui Ryu di kantor untuk mengajak makan siang. Tanpa memberitahukan suaminya dulu Sara pun berencana datang memberi kejutan.


"Nona, apa kau ingin aku menunggu disini?" Tanya paman sopir, dimana mereka kini telah berada di depan lobby park gedung Emerald.


"Oh tidak usah paman, lebih baik kau pulang saja. Aku pulang bersama Ryuzen nanti."


"Baiklah kalau itu mau anda, aku permisi dulu," ucap si paman sopir yang kemudian melaju pergi, setelah Sara keluar dari dalam mobil.


Dengan mengenakan dress sabrina selutut dipadu dengan sepatu boot pendeknya. Istri Ryuzen itu tampak menawan berjalan melewati lobi pintu utama. Sontak saja, kedatangannya kali ini begitu disambut hangat oleh para pegawai disana. Benar-benar berbeda dengan saat dulu Sara mengunjungi tempat ini untuk pertama kalinya, sebelum status dirinya diketahui publik sebagai istri pemilik perusahaan ini.


"Selamat datang nona Sara..."


"Selamat sore Nona."


"Ya, selamat sore...," balas Sara membalas ucapan para staf di kantor tersebut dengan seramah mungkin.


Itu istrinya bos kita kan**?


Nona Sara cantik sekali, badannya juga bagus.


Dia itu tipeku sekali.


Wah ternyata dia aslinya lebih cantik ya dari pada di gambarnya.


Bisikan dan cicitan para staf yang kini melihat dirinya berjalan di lobi itu pun, samar-samar ada yg terdengar jelas oleh Sara. Jujur saja hal itu agak membuatnya tidak nyaman, tapi mau bagaimana lagi. Kenyataannya status dirinya kini adalah istri dari pemilik perusahaan terbesar di negeri ini. Jadi dirinya harus terbiasa akan mendapatkan perhatian seperti ini.


Setelah keluar dari lift, Sara dengan santainya berjalan menuju ruangan Ryuzen. Di dekat ruangannya ada Morin sekretaris pribadi Ryuzen yang menyambut kedatangannya.


"Nona, selamat datang," ujar Morin memberi salam.


"Hai nona Morin, apa suamiku ada di ruangannya?"


"Iya Nona, tuan Han ada di dalam sejak dua jam yang lalu."


"Oke, terima kasih!" Sara lalu segera berjalan menuju ruangan suaminya yang sudah dekat itu. Saat Sara ingin membuka pintu ruangan Ryu, tiba-tiba ada Kenzo yang baru saja keluar dari ruangan bossnya itu dengan membawa sebuah dokumen.


"Eh, nona Sara? Kau?"


"Ssstt..." pinta Sara pada Kenzo untuk tidak menyebut namanya keras-keras.


Kenzo pun mengangguk paham.


"Kau habis membahas pekerjaan ya dengan Ryu, apa dia sibuk di dalam?" Sara mencoba menelisik.


"Iya, kami memang baru saja selesai membahas proyek terbaru perusahaan, dan sepertinya tuan muda sudah lumayan santai di dalam."


"Oke!"


"Baiklah aku kembali ke ruanganku ya Nona."


"Kenzo tunggu!"


"Ada apa?" Sara tiba-tiba saja membenarkan dasi di kerah pakaian Kenzo.


"Nah begini baru bagus!"


"Kalau begitu aku masuk ya," ucap Sara yang kemudian berjalan masuk ke dalam ruangan Ryu.


"Astaga tadi itu membuatku berdebar, ternyata nona Sara memang lebih cantik lagi kalau di lihat dari dekat ya?" Namun seketika lamunan Kenzo itu runtuh, saat mengintat wanita yang barusan membenarkan dasinya itu adalah istri bosnya yang super kejam itu.Kenzo pun langsung membuang jauh-jauh pkiran konyolnya itu.


"Tidak tidak! Kekagumanku pada nona tidak boleh sampai diketahui si boss, kalau dia tau aku berkata begini, bisa-bisa aku dijadikan santapan harimau olehnya hiyy...!" Kenzo bergidik ngeri.


~~


Sara memasuki ruangan Ryuzen dan berjalan pelan-pelan, dirinya bermaksud ingin mengagetkan suaminya yang kini tengah berdiri memandang ke luar jendela membelakanginya. Dipeluknya tubuh pria tinggi dan teggap itu dari belakang.


Sejak Sara masuk, Ryuzen tentu sudah mengetahuinya. Alhasil ia dengan mudah menebak siapa yang tengah memeluk tubuhnya itu tiba-tiba.


"Kau begitu merindukanku kah?" Ucap Ryuzen.


"Hem? Kau tau ini aku?" Balas Sara yang masih tidak mau melepaskan pelukannya dari tubuh atletis suaminya itu. Dengan cepat Ryuzen membalikan tubuhnya dan eralih merangkul tubuh istrinya yang ramping itu.


"Kau sembunyi di dalam tanah pun aku tau sayang," kata Ryu lalu memcium kening istrinya itu.


"Tunggu dulu, kenapa kau tidak bilang mau kemari?"


"Sengaja! Aku kan ingin memberi kejutan, kenapa? Kau tidak terkejut sama sekali ya?"


"Kau ini tidak benar-benar tidak romantis! Setidaknya pura-puralah terkejut," Sara kini terlihat mutung dan memalingkan wajahnya. Namun tiba-tiba Ryuzen malah membuatnya menjerit, karena tubuhnya tiba-tiba digendong seperti anak kecil oleh suaminya itu.


"Jangan menggendongku begini, aku kan...." Pipi Sara merona, melihat Ryu yang sama sekali tidak melepaskan pandangan darinya dengan posisi dirinya yang di gendong seperti ini.


"Memang mau digendong seperti apa?" Tanya Ryu degan suara beratnya, ditambah sorot mata tajam miliknya yang bisa memabukkan bagi banyak wanita.


"Aku...Eh kenapa?" Ryuzen menurunkan Sara diatas kursi tempat dimana ia biasa duduk untuk bekerja di ruangannya tersebut.


"Oh jadi ini rasanya duduk di kursi seorang CEO terkenal?" Dengan polosnya Sara beceloteh demikian.


Sungguh lucu, saat ini Sara terlihat bagai gadis kecil yang tengah mendapat mainan baru. Ia malah dengan riangnya duduk dan memutar-mutar kursi itu yang ia rasa sangat nyaman untuk didudukinya saat ini


"Kau suka duduk disitu?"


"Ya... lumayan! Ngomong-ngomong aku sudah cocok belum jadi bos?" Kelakar Sara yang kemudian duduk bertingkah layaknya seorang pemimpin perusahaan.


Melihat tingkah laku lucu istrinya saat ini, membuat Ryuzen ingin membalasnya dengan cara berperan seakan-akan dirinya adalah bawahan Sara.


"Ibu boss, hari ini apa yang harus aku kerjakan?"


Sara pun menjawab dengan sebagaimana yang ia tahu cara pimpinan perusahaan berkata," Hari ini lakukan semua yang aku perintahkan! Dan tidak boleh ada bantahan sedikitpun, paham?"


"Baik boss!"


Selang beberapa detik Sara tidak bisa lagi menahan tertawanya, menyadari betapa konyolnya tingkah dirinya saat ini yang berpura-pura menjadi layaknya seorang pemimpin di sebuah perusahaan besar.


"Sepertinya aku memang tidak cocok jadi bos besar!" Kelakarnya.


"Siapa yang bilang?" Ryu menghampiri Sara yang masih duduk di kursinya. Memandang istrinya itu lalu mencubit dagu lancipnya menengadah menatapnya.


"Kau itu bosnya bos Emerald Tau!"


Sara hanya bisa tersenyum malu-malu.


~~


Setelah puas besenda gurau dan bermain-main, Sara yang kini duduk dipangkuan suaminya itu pun mengatakan apa sebenarnya tujuan dirinya datang kemari.


"Sebenarnya aku kemari, ingin mengajakmu makan malam di luar setelah pulang kantor," ungkap Sara sambil memainkan dasi yang melingkar di leher suaminya.


"Kau ngidam lagi ya?" Balas Ryuzen yang terlihat agak wanti-wanti takut istrinya itu ngidam hal yang aneh lagi.


Sara tertawa geli dibuatnya, "Hei, aku tidak selalu begitu. Tapi sepertinya kali ini aku ngidam ingin selalu dimanja oleh suamiku deh...!"


"Kalau ngidam yang sepeti itu aku suka," pungkas Ryu yang kemudian mengecup bibir sang istri.


~~


Seusai jam kerja selesai, Ryuzen dan Sara yang berencana makan malam bersama itu pun keluar dan berjalan melewati lobi gedung. Dan seperti yang diduga, perhatian seluruh staf yang tengah berada disana, pasti tertuju pada bos mereka yang kini tengah berjalan beriringan dengan istrinya. Banyak diantara mereka yang iri melihat betapa serasinya mereka saat berjalan saling merangkul saat ini.


Tumben tuan Han membawa istrinya kemari?


Aku iri dengan nona Sara.


Mereka nampak seperti sepasang selebritis.


Iya Mereka cocok sekali.


Aku pendukung pasangan tuan Han dan nona Sara. Aku fans mereka.


Merasa Sara seperti tidak nyaman, membuat Ryu mempercepat langkahnya agar bisa segera pergi dari situasi ini, menuju ke parkiran mobil dan segera pergi ke restoran.


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘 Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Happy reading and hopefully you like it all...


[Oh ya jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana😊]