Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 59 : Makan malam bersama pt. 1


"Jesper, siapa yang datang?" tanya Sara yang menyusul Jesper yang telah membuka pintu.


"Arvin...?" ujar Sara melihat Arvin yang kini tidur di gendongan Ryuzen. Sara seolah tidak peduli dengan kehadiran Ryuzen saat itu. Sedangkan Arvin yang tidur, langsung terbangun lalu mengucek-ngucek kedua matanya.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Arvin yang baru bangun dari tidurnya. "Iya, kita sudah sampai! Apa kau masih mengantuk?" tanya Ryuzen pada Arvin.


"Iya sedikit," balas Arvin yang kemudian turun dari gendongan Ryuzen.


Sara pun segera mengambil Arvin ke dekapannya, dan menuntun Arvin masuk ke dalam rumah.


"Jesper, kalau sudah tidak ada urusan lagi ayo kita segera makan malam!" ujar Sara yang masih sama seperti kemarin, tidak menganggap kehadiran Ryuzen. Melihat itu tentu saja membuat Ryuzen merasa tidak senang sama sekali.


"Makan malam bersama pria lain di rumahmu, dan kau tidak menyuruhku masuk? Sara Chen sepertinya kau benar-benar ingin menguji batas kesabaranku. Baiklah kalau begitu maumu, kita lihat sampai kapan kau mampu bertahan."


"Arvin..., Aku pulang dulu sampai jumpa besok!" seru Ryuzen pada Arvin yang akan masuk kedalam bersama Sara.


"Paman Ryu jangan pulang dulu... Mami kenapa kau tidak suruh Paman Ryuzen juga makan malam di rumah kita? Mami kan sering bilang, kalau ada tamu berkunjung ke rumah, maka sudah jadi kewajiban si pemilik rumah untuk menjamunya dengan baik, iya kan?"


Ryuzen membuat senyum licik di wajahnya setelah, mendengar Arvin yang menahannya untuk tidak pulang dulu.


"Good job Arvin!"


Arvin pun spontan berlari ke luar dan menarik Ryuzen yang masih berada di luar, untuk masuk ke dalam.


"Selamat malam Nona Sara, selamat malam Pengacara Lin...," sapa Ryuzen, yang kini tersenyum puas, karena rencana Sara mengusirnya jelas-jelas gagal.


"Menggunakan Arvin sebagai senjata, dasar pria licik!" pekik Sara dipikirannya.


Jesper yang barusan melihat keakraban dan kemiripan Ryuzen dengan Arvin, jelas membuatnya menduga-duga.


"Sara..., Arvin adalah putramu, dan Ryuzen adalah...."


Jesper tidak menyelesaikan ucapannya. Sedangkan, Sara hanya terdiam mendengar ucapan Jesper, hingga akhirnya Sara menghela nafas panjang.


"Sepertinya tidak perlu aku dijelaskan pun, kau sudah pasti tahu hubungan diantara Ryuzen dan Arvin bukan?"


Jesper tersenyum getir. "Iya, kau benar!" ucapnya.


"Kalau begitu, ayo segera ke meja makan," ajak Sara pada Jesper.


"Di saat aku berpikir masih ada kesempatan untukku kembali padamu, kenyataannya malah... kesempatan itu seolah menyuruhku untuk segera menyerah mendapatkanmu, Sara...." Raut wajah Jesper saat ini, terlihat jelas menggambarkan eskpresi kekecewaan di hatinya.


~Di ruang makan


Mereka berlima pun, akhirnya makan malam bersama-sama.


"Sara, masakanmu sangat lezat!" puji Jesper


"Terima kasih!" balas Sara senang.


"Bagaimana... kalau kapan-kapan aku yang undang kau dan Arvin makan di rumahku. Aku cukup percaya diri dengan kemampuan memasakku lho..." ucap Jesper


"Tentu saja, Paman Jesper kan temannya mami, mana mungkin aku menolaknya," jawab Arvin, yang kini sudah mulai memakan makan malamnya.


"Oh... jadi mau mendekati anakku, biar bisa dekat dengan ibunya? Benar-benar trik pengacara kelas atas, tidak salah aku menjadikan Jesper Lin Pengacara khusus Emerald Group."


"Wah... aku tidak tahu kalau kau pandai masak juga ternyata! Kau tahu tidak, banyak yang mengatakan, jika pria yang pandai memasak itu, terlihat lebih keren dimata wanita." tutur Sara memuji Jesper.


Mendengar kalimat Sara barusan, Ryuzen rasanya ingin memuntahkan seluruh isi perutnya dan membungkam mulut Sara saat ini juga.


"Cih...! Memang apa bagusnya dengan pria yang pandai memasak! Kalau cuma masak di kediaman kelurga Han, semua pelayan pria disana juga bisa melakukannya, wanita ini... apa dia sengaja cari mati, berbicara begitu di hadapanku!"


Ekspresi wajah Ryuzen terlihat dingin seperti biasanya, namun sorot matanya terlihat bak serigala lapar yang sedang menunggu mangsa untuk di terkam.


"Paman, kenapa kau tidak makan makan malammu, kau tidak suka ya?" tanya Arvin melihat Ryuzen yang sejak tadi tidak menyentuh makanannya sama sekali. Sara tiba-tiba mendapatkan ide, bagaimana caranya membuat Ryuzen meninggalkan Rumahnya segera.


"Mungkin Tuan Ryuzen tidak suka dengan masakan yang aku buat, kalau begitu bagaimana kalau sekarang, kau pergi lalu makan di restoran saja..." ucap Sara sumringah bermaksud agar Ryuzen segera pergi dari sini.


"Mau coba mengusirku dari sini, dengan cara kekanak-kanakan begitu! Sara Chen sebenarnya skor IQ-mu itu berapa sih?!" Ryuzen tersenyum mengejek.


"Aku suka semua makanan yang dihidangkan, Nona Sara. Terutama hidangan spesial yang sering dia hidangkan untuku setiap malam, itu luar biasa nikmat! Iya kan Sara?" ucap Ryuzen menatap nakal ke arah Sara, dengan sorot matanya yang tajam.


Jesper pun juga agak bingung dengan perkataan Ryuzen, "*Apa maksudnya ucapan Ryuzen barusan?"


"Uhuk...!" Sara pun ikut tersedak mendengar ucapan Ryuzen barusan*.


"Sara kau tidak apa-apa?" tanya Jesper khawatir.


"Aku tidak apa-apa, maaf semuanya, aku kebelakang sebentar." Sara minta Izin untuk ke belakang mengambil lebih banyak air putih dan menenangkan dirinya.


Gina yang dari tadi hanya Jadi penonton pun kini ikut berkomentar.


"Kenapa suasananya malah jadi begini?" ujar Gina pasrah tidak tahu harus bagaimana.


"Kalau begini aku jadi bingung, Arvin kau lebih baik cepat habiskan makan malammu lalu pergi tidur," ucap Gina


"Baik Bi...," balas Arvin kali ini tanpa protes.


~Di dapur


"Apa dia sudah gila berucap begitu di depan anak kecil! Pria itu sepertinya memang sengaja berbicara begitu untuk memprovokasi aku di hadapan Jesper dan Gina.


"Ryuzen Han kau benar-benar sudah tidak waras!" umpat Sara yang kini tengah menuang air putih di dapur.


"Masih mau mengusirku dari sini?"


Suara Ryuzen yang muncul tiba-tiba mengagetkan Sara dari belakang, Sara pun sontak langsung memutar badannya dan menghadap ke arah Ryuzen, yang kini bediri di hadapannya.


Sambil nunggu jangan Lupa Like, comment dan vote oke..๐Ÿ˜˜