
Wajah tampan Ryuzen tampak dingin seperti biasanya. Hanya saja, kali ini sorot matanya terlihat menyimpan penuh rasa amarah yang sedang ia kendalikan.
*tok tok
Seseorang mengetuk pintu ruangan Ryuzen.
"Permisi tuan, akuー" Eh? Kelihatannya aku datang diwaktu yang tidak tepat. Sepertinya tuan sedang tidak senang. Kenzo sebetulnya hanya ingin menyerahkan beberapa dokumen penting pada Ryu. Tapi melihat tampang bosnya yang sepertinya tidak senang, alhasil dirinya memutuskan hanya diam dan tidak bicara apa-apa, sampai ada perintah dari Ryuzen yang menyuruhnya untuk bicara.
"Ada apa?"
"Oh... ini tuan, aku hanya ingin menyerahkan beberapa dokumen penting ini untuk anda tanda tangani." Kenzo pun langsung menghadap Ryu, guna menyerahkan laporan perihal proyek pembangunan resort di salah satu distrik di kota ini.
"Taruh saja di atas meja, biar nanti aku pelajari sebelum aku tanda tangani."
Saat menaruh dokumen tersebut di meja kerja Ryu, Kenzo tidak sengaja melihat Ryuzen tengah memegang amplop coklat. Hal itu pun berhasil memicu rasa penasaran di hatinya.
Apa mungkin, penyebab suasana hati tuan Ryuzen jelek saat ini, adalah karena isi dari amplop coklat yang dipegang olehnya itu?
Kenzo melirikan bola matanya ke arah amplop yang kini masih berada di tangan bosnya tersebut. Batinnya menerka-nerka, apa sebenarnya yang ada di dalam amplop tersebut.
Aku benar-benar jadi makin penasaran dengan, apa yang ada di dalam amplop itu. Sepertinya ada hal penting di dalamnya.
"Ada lagi yang kau butuhkan?" Kenzo ternyata masih saja fokus penasaran dengan isi amplop coklat itu, hingga dirinya tidak mendengar ucapan Ryuzen barusan. "Apa kau dibayar mahal untuk menelisik diriku tuan Kenzo!" Kali ini kenzo langsung gelagapan, medengar nada suara bosnya itu berubah lebih tinggi.
"Ti- tidak Tuan, maaf aku... aku tidak bermaksud untuk...,"
"Sudahlah Ken...!"
"Maaf Tuan, aku tidak tahu jika ternyata hari ini mood-mu sepertinya sedang kurang baik."
"Tidak apa." Ryuzen menyentuh pelipis mata sebelah kirinya, tanda pikirannya kini mulai terusik dan sedang tidak stabil. Tapi Kenzo benar-benar semakin ingin tahu apa sebenarnya isi yang ada di dalam amplop tersebut, hingga membuat Ryuzen yang tenang bagai air di pegunungan es berubah mulai bergemuruh.
Argh! Rasa penasaranku benar-benar seperti tidak terbendung lagi. Akhirnya Kenzo pun memberanikan dirinya untuk bertanya pada bosnya itu, perihal amplop yang kini di pegang oleh Ryuzen.
"Um.., tuan. Kalau boleh aku tahu, apa sebenarnya isi amplop ditanganmu itu?"
Ryuzen melirik ke arah Kenzo dengan sorot mata tajam. Huh? Apa dia benar-benar akan marah?
Tiba-tiba Ryuzen langsung mengeluarkan seluruh isi amplop tersebut di atas mejanya. Ternyata amplop tersebut berisi, foto-foto Arvin lengkap dengan secarik kertas, yang mana bertuliskan serangkaian kata.
Daun terakhir sudah gugur, cahaya itu mulai tak nampak lagi
Setangkai mawar mulai kehilangan pesonanya
Siapa yang pada akhirnya harus terluka oleh duri-duri di tubuhnya sang mawar
Jika sang raja terakhir harus tumbang maka bersiaplah menyaksikan runtuhnya keagunganーRH
Kenzo melenan ludahnya, dirinya tertegun sejenak setelah membaca rangkaian kata-kata tersebut.
"Se- sebenarnya siapa RH?" Tanya Kenzo.
"Dia orang yang sama yang pernah mengirimiku foto-foto Sara waktu itu, orang yang juga membantu Biyan. Dia juga orang yang membantu menangkap Biyan Dao saat melarikan diri, dan dia pria yang tidak akan pernah membiarkanku hidup tenang sampai kapanpun."
"Ma- maksudmu, dia siapa?"
Ryuzen menghela napasnya. Ia berjalan ke mengambil buku berjudul "Redemption" dan "Retaliation" dari rak buku di ruangannya. Kenzo yang melihatnya pun, masih belum paham dibuatnya, apa sebenarnya yang ingin di beritahukan oleh bosnya itu pada dirinya.
"Kenapa kau mengeluarkan buku-buku ini?" Tanya Kenzo yang kemudian mengambil buku tersebut. "Tunggu, ini buku-buku karya RenHao yang terkenal itu kan? Jadi kau penggemar karyanya juga ya Tuan?"
Eh, kenapa aku malah suruh membaca buku-buku novel seperti ini? Aku kan sukanya membaca novel komedi. Meski mengeluh, Kenzo tetap saja mengikuti perintah bosnya tersebut. Ia membaca beberapa part buku-buku tersebut dengan cepat, sementara Ryuzen duduk di singgasananya mempelajari dokumen yang dibawa Kenzo tadi.
Setelah beberapa menit Kenzo membaca beberapa part kedua buku tersebut, dan sebagian prakata dari sang penulis. Wajah Kenzo seolah menunjukkan ekspresi jika dirinya mulai memahami sesuatu. Entah mengapa bagi Kenzo, kata-kata dan beberapa bait larik puisi yang ada di buku karya RenHao, seperti memiliki kesamaan dengan makna kata-kata yang, tertulis di secarik kertas yang ada di amplop coklat tadi.
"Jangan-jangan?"
"Kau sudah paham sesuatu?" Tanya Ryu yang masih duduk di kursinya sambil terus mempelajari dokumen yang harus ia tanda tangani.
"Tuan, jadi maksudmu... inisial RH yang ada di kertas itu, adalah RenHao si penulis buku-buku terkenal ini?"
"Ya!"
Jadi... RenHao yang selama ini mengirimi pesan-pesan yang terlihat mengancam itu untuk tuan Ryu? Tapi apa alasannya? Terlebih... kenapa aku seperti familiar dengan kata RH dan RenHao? Jika dia memang mengenal tuan muda, seharusnya aku juga tahu siapa dia. Tapi....
Mata Kenzo tiba-tiba terbelalak, ia seolah kaget dengan perkiraannya di dalam benaknya sendiri. "Tuan, apakah RH dan RenHao itu adalah..."
Ryuzen kini tengah menggoreskan bolpoinnya, menanda tangani dokumen yang ada di hadapannya tersebut hingga selesai. "Ya, RH, RenHao adalah orang yang sama. Dialah Renji Haoran."
Kenzo sungguh terkejut, Ia benar-benar tidak mengetahuinya selama ini. Bertahun-tahun ia bekerja dengan Ryuzen, ternyata ada masalah yang tidak ia ketahui sama sekali. Kenzo benar-benar shock dibuatnya, setelah mengetahui hal ini.
Ternyata, selama ini tuan muda memang menutup rapat-rapat masalahnya dengan Tuan Renji bahkan padaku. Aku benar-benar tidak tahu apa sebenarnya permasalahan diantara mereka berdua, bahkan bukan aku saja, mungkin yang tahu permasalahan itu hanya mereka berdua.
~~
Di jam makan siang, Sara dan Gina terlihat tengah menghabiskan waktu makan siang mereka di salah satu restoran di dekat pusat kota. Sepasang sahabat itu memang sudah berjanji akan makan siang bersama hari ini.
"Terima kasih," ucap Sara saat pelayan mengantarkan menu makan siang pesanannya tersebut.
"Wow, ibu hamil aku tidak menyangka nafsu makanmu jadi meningakat drastis sekali ya...!" ujar Gina yang kaget, melihat porsi makan siang sahabatnya itu, jauh lebih banyak dari sebelum dirinya hamil.
Sara pun hanya bisa tertawa malu-malu, mendengar komentar Gina yang shock karena melihat porsi makannya saat ini. "Kenapa? Kau takut aku minta traktir semua ini ya ibu pengacara?" Balas Sara.
"Bukan begitu, hanya saja... ini banyak sekali, kau yakin bisa menghabiskannya?"
"Tentu saja! Lagipula, aku makan juga bukan hanya untukku, tapi untuk calon keponakanmu Gina." Jelas Sara yang tampak sudah tidak tahan lagi menyantap makan siangnya.
Gina menepuk jidatnya. "Oh calon keponakanku sayang, kenapa kau buat mamimu yang cantik ini, makan seperti seekor kuda nil yang rakus."
"Gina...!" Sara merajuk karena dibilang seperti kuda nil.
"Baiklah... baiklah, aku hanya bercanda kok! Kau tetap yang paling cantik nyonya Ryuzen Han." Ucap Gina sambil menahan tawa. Mereka pun akhirnya mulai menyantap makan siangnya masing-masing.
"Jadi... kau sudah tau kan soal kedatangannya kembali ke kota ini?" Tanya Sara, membuka obrolan serius diantara dirinya dan Gina.
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.
Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏