Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 84


Di sepanjang perjalanan menuju kantor Emarald. Ryuzen tidak bicara sepatah katapun, ia justru sibuk dengan layar ponselnya. Terjebak dalam situasi seperti saat ini Kenzo jadi merasa sangat tidak nyaman. Dirinya berpikir jika bosnya itu masih marah padanya soal kejadian semalam.


Aku tidak bisa begini! Aku harus perjelas semua ini agar tidak berlarut-larut adanya.


"Tuan muda Han..."


Ryuzen menolehkan wajahnya ke arah kaca spion depan agar bisa melihat Kenzo.


"Ada apa?"


"Tuan Han, aku minta maaf soal semalam. Tapi aku berani bersumpah, aku tidak sedikit pun berani macam-macam atau ambil kesempatan pada nona Sara! Jadi aku mohon ampuni aku dan jangan marah lagi."


Ryu malah menunjukanekspresi datarnya, dirinya justru merasa aneh dengan Kenzo yang tiba-tiba bicara begitu.


"Tuan!"


Ryuzen berhenti dengan aktifitas ponselnya, Ia pun kemudian duduk bersandar dan menyilangkan kaki, lalu menatap muka Kenzo lewat kaca spion depan yang ada di mobilnya.


"Kau itu sudah gila ya? Bicaramu itu seolah-olah aku akan kehilangan istriku karena dia berpaling pada dirimu. Apa kau sudah merasa diatasku sehingga berpikir aku ini takut bersaing denganmu?"


"Ti- tidak tuan!" Sahut Kenzo.


"Bagus!" ucap Ryu, "Dan soal kejadian semalam, anggap saja kau sedang beruntung karena bisa menyuapi istri dari CEO Emerald."


"Jadi kau tidak marah padaku? Huft... syukurlah kalau begitu," ujar Kenzo yang kini bisa bernapas lega.


"Hem, tapi apa kau benar, semalam tidak curi-curi kesempatan?" Ryuzen mencoba memastikan jika Kenzo benar-benar tidak mencuri pandang pada istrinya itu.


"Huh? Te- tentu saja tidak, mana mungkin aku mencuri pada nona Sara...!"


"Mana mungkih? Maksudmu isriku tidak menarik, sehingga tidak bisa membuatmu meriliknya begitu?" tegas Ryuzen dengan sorotan mata yang mulai mengintimidasi.


"Bu-bukan begitu, nona chen tentu saja sangat menarik untuk seorang wanita dia sangat menawan dari semua sisi."


"Jadi kau diam-diam memperhatikan istriku!" Ryu semakin membuat Kenzo mati kutu.


"Bu- bukan begitu juga, maksudku itu..."


Kenapa sih aku jawab ini salah, jawab itu pun salah dimata bosku, sebercanda inikah hidupku? Hiks!


"Kenzo berapa usiamu?"


"Du- dua puluh tujuh tahun tuan," tegasnya.


"Hem, sudah cukup matang juga ya?" Ryuzen seolah tengah mengintai asistennya itu.


"Memang ada apa Tuan?" Perasaan Kenzo mulai tidak enak.


"Aku hanya ingin bilang, agar kau segeralah cari istri, atau minimal pacar. Karena jika kau tidak mencarinya, maka gajimu nanti akan kupangkas setengah!"


"Huh? Tapi tuan, aku..."


"Tidak ada kata tapi, karena aku tidak suka perintahku ditolak, paham?:"


"Ya, aku paham..." ujar Kenzo dengan nada pasrah.


Teganya kau tuan menyuruhku begitu huhuhu...


~~


Di C-lovely florist, Sara mampir untuk melepas rindu dengan teman-teman dan pegawainya yang ada disana. Mereka semua jelas juga sangat merindukan Sara yang sudah dua minggu ini tidak datang ke tokonya. Mereka juga menceritakan kejadian mencekam yang terjadi di toko ini saat Sara masih menyandang status sebagai tersangka saat itu.


"Jadi toko ini hampir saja ingin dimusnahkan oleh warga?" Ujar Sara yang kaget karena baru tahu akan hal itu.


"Tapi untungnya, tuan Kenzo datang dengan cepat sehingga hal itu bisa terelakan," Jelas Rina.


"Huft, syukurlah... Aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika toko ini benar-benar dihancurkan," pungkas Sara.


Sara dan pegawai lainnya tentu saja merasa sangat bersyukur karena, kejadian tersebut tidak jadi menimpa oko bunga yang telah ia bangun dengan jerih payahnya itu.


"Hei ibu boss! Ini bunga pesananmu." Ujar Thomas yang baru saja selesai membuatkan sebuah buket bunga aster yang dipesan oleh Sara.


"Woah cantik sekali! Terima kasih Thomas."


"Ya! Sama-sama, memangnya bunga itu untuk siapa? Pasti bukan untuk suamimu yang super hot itu kan?" Tutur Thomas penasaran.


"Tentu saja bukan! Lagipula kau ini mau tau saja sih!"


"Huh! Menyebalkan."


"Sampai jumpa semuanya..." ucap Sara pada pegawai c-lovely.


~~


Dengan diantar oleh sopir, Sara pergi menuju ke arah sebuah rumah sakit jiwa.


"Stop disini saja ya Paman!" Pinta Sara pada sopir yang ditugaskan untuk mengantarnya itu.


"Nona Sara mau apa ke tempat ini?" Paman sopir itu terlihat bingung, saat Sara memintanya diantar ke rumah sakit jiwa.


Sara yang tidak mungkin menjelaskan pada sopirnya itu maksud kedatangannya ke rumah sakit tersebut, langsung saja mencari-cari alasan.


"Oh aku ada urusan disini, aku mau menemui kerabat dari sahabatku saja kok!" Jelasnya sedikit kikuk.


Sara tidak mau jika suaminya sampai tau hal ini, ia pun berpesan pada paman sopir agar tidak memberitahukan perihal kunjungannya kemari, pada suaminya.


"Baiklah paman, kau bisa menunggu atau sekedar berkeliling saja dulu. Nanti setelah selesai aku akan menghubungimu lagi."


"Baik Nona, kalau begitu aku akan menunggumu di parkiran dekat taman kota saja ya?"


Sara mengangguk tanda setuju. Ia kemudian masuk ke dalam area rumah sakit jiwa itu, dirinya terus saja berjalan menyusuri area rumah sakit dengan bola mata yang terus saja melirik ke kanan dan ke kiri.


"Seingatku ruangan ibunya ada di area ini?" Gumam Sara mengingat-ingat ruangan yang di tempati oleh ibunya Erika. Hingga pada akhirnya, sorot mata Sara tertuju pada satu ruangan yang sangat dirinya yakini adalah tempat dimana Erika waktu itu bersama ibundanya. Sara mengintip dari luar ruangan, dan ternyata benar adanya. "Benar dugaanku ini dia kamarnya!" Ungkap Sara. Namun sayang, ternyata ibunya Erika malah tidak ada di ruangannya.


"Apa yang kau lakukan disini?!"


Sara tersentak kaget.


Suara barusan itu?


Ia menoleh ke arah darimana datangnya suara tersebut. Ternyata Erika yang sepertinya baru saja kembali mengajak jalan-jalan ibunya.


"Erika, aku...."


~~


Di ruangannya Ryuzen tampak seperti sedang melamun. Ia terus saja memutar-mutar pena dengan telunjuk dan ibu jarinya dengan pandangan mata yang tidak fokus. Sungguh hal yang hampir tidak pernah dilakukan oleh seorang diri Ryuzen Han.


Si bos tumben sekali terlihat melamun begitu, apa yang sedang dipikirkannya ya?


Bahkan Kenzo yang sedang diminta oleh Ryuzen untuk mensortir dokumen-dokumen di ruangannya itu saja, menyadari hal itu.


"Haishhh...." Ryuzen menyentakan pena diatas meja kerja miliknya.


"Eh ada apa tuan?" Tanya Kenzo mendengar Ryu yang sepertinya tengah gusar.


"Huh! Sebenarnya dari tadi aku hanya sedang berpikir, apa semua wanita hamil itu ngidamnya suka yang aneh-aneh begitu?"


Eh? Dia masih ingin membahas perihal ngidam istrinya semalam itukah?


"Um, kalau soal itu... aku pun tidak paham dan tidak mengerti sama sekali tuan."


"Iya juga ya, kau saja pacar tidak punya apalagi punya istri yang sedang hamil," balas Ryuzen dengan nada datar, namun jelas terdengar seperti sedang meledek.


Sebernarnya dia bicara begitu sengaja mau mengejekku kan?


"Tapi aku aneh dengan Sara, dari sekian banyak manusia di muka bumi. Kenapa dia harus ngidam disuapi olehmu ya?" Entah kebetulan saja atau memang sengaja, Kenzo merasa bosnya itu sedang benar-benar mencoba menyerangnya saat ini.


"Kalau soal itu...."


"Ya, sudahlah, anggap saja semalam istriku sedang khilaf."


Khilaf? Dimatamu memangnya aku ini seburuk itukah Tuan?


Entah kenapa, aku merasa tuan muda sedang merasa seperti insecure akhir-akhir ini, apa pengaruh dari kehamilan nona juga? Dan kenapa sih tuanku itu kalau sudah cemburu, kadang terlihat seperti orang tidak waras! Tapi mau bagaimana lagi, itulah cinta, terkadang bisa membuat orang berubah seketika.


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘 Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Happy reading and hopefully you like it all...


[Oh ya jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana😊]