
Ryuzen dan Kenzo tiba di C-lovely, disana juga sudah ada Gina dan Jesper yang datang, di susul datangnya Rony. Ryuzen, Jesper, dan Rony kini saling mengintai satu sama lain.
"Kenapa malah begini?" pikir Kenzo merasa aneh melihat situasi diantara ketiga pria yang cocok disebut tiga pria yang memperebutkan cinta.
"Ini bukan adegan seperti di drama TV kan? Tiga pria tampan memperebutkan satu wanita cantik, maaf ucapanku mungkin tidak tepat waktunya, tapi Sara kau itu beruntung sekali sih!" gumam Thomas melihat ketiga pria yang kini terlihat sangat peduli dan khawatir pada Sara.
"Ini bukan perlombaan siapa yang jadi pangeran berkuda, jadi tolong fokus dan rajut kerja sama kita untuk mencari Sara!" ujar Gina memecah situasi tegang diantara mereka.
"Coba kau ceritakan detailnya dengan singkat bagaimana awal mula perginya Sara," ujar Jesper.
Thomas pun menceritakan dengan sesingkat dan sedetail mungkin kronologinya.
"Apa mungkin Sara masih di supermarket?" Rony menduga.
"Tidak! Aku dan Gina sudah kesana dan tidak ada, terlebih supermarket sudah tutup sejak pukul 09.00 malam dan ini sudah pukul 09.35," terang Jesper.
"Apa mungkin dia ke Marigold lagi?" celetuk Thomas.
Ryuzen mengangkat sebelah alisnya, tertarik dengan dugaan Thomas itu.
"Tapi bukankah, kalian sudah selesai mendekor ruangan di sana?" tanya Rony.
"Iya sih...," ucap Thomas dan Gina.
Rony merasa tidak bisa berdiam diri seperti ini, ia pun berinisiatif untuk mecari Sara sendiri sekali lagi.
"Berdiam disini tidak akan ada gunanya, aku akan mencarinya lagi, aku pasti akan menemukan Sara!" ujar Rony lantang, yang kemudian melenggang pergi mencari Sara lagi sendirian.
Ryuzen tiba-tiba seperti mengingat hal penting, dan wajahnya berubah menjadi serius.
"27 menit lagi batas waktuku!" ungkap Ryuzen lagi-lagi melihat arlojinya.
"Kenzo kita pergi dari sini!" Ryuzen langsung beranjak pergi tanpa permisi. Kenzo pun tanpa membantah apapun mengikuti Ryuzen dari belakang .
"Tuan Han kau mau kemana?" ujar Thomas, namun Ryuzen tidak menanggapinya dan memilih tetap berjalan pergi.
"Apa Ryuzen sudah tau dimana Sara?" Jesper bertanya-tanya di pikirannya.
Beberapa saat setelah kepergian Ryzuen, kemudian sama halnya seperti Ryuzen, kini Jesper seperti mulai menemukan petunjuk dimana ia harus mencari Sara saat ini.
"Gina, sepertinya aku harus ke Marigold aku rasa Thomas benar. Dulu Seingatku saat sekolah, Sara pernah beberapa kali menjadi penanggung jawab acara, dan setahuku dia memiliki kebiasaan mengecek pekerjaannya berulang diam-diam sendirian sehari sebelum acara di mulai."
"Apa kau yakin?" tanya Gina meyakinkan ucapan Jesper tersebut.
Jesper mengangguk yakin, ia pun pergi dengan segera dan meninggalkan Gina yang kini tengah memperhatikannya dari jauh.
"Jesper, apakah benar-benar tidak ada sedikitpun tempat untukku dihatimu?" gumam Gina sedih melihat kepergian Jesper.
~Gedung Marigold
Pukul 09.40 malam
Sara bernafas namun terasa sesak dan sulit, "Ya Tuhan, aku tidak kuat lagi. ., tapi aku tidak boleh mati sekarang...!" Sara terkulai lemah, wajahnya sudah pucat dan semakin kehilangan kesadaran.
~~
"22 menit lagi," Ryuzen kembali menatap arlojinya.
"Kenzo kau hubungi dan temui Majaner Marigold, tanyanyakan soal kerusakan lift di gedung sebeah barat apa sudah selesai, setelah itu temui aku disana. Biar aku yang kemudikan mobilnya ke Marigold" perintah Ryuzen
"Tapi tuan..."
"Sudah lakukan saja yang aku perintahkan!" bentak Ryuzen.
Kenzo sedikit tersentak. Ia langsung keluar mobil dan melakukan apa yang di perintahkan Ryuzen.
~~
~Marigold Hall
Ryuzen tiba di gedung Marigold, ternyata Rony juga telah sampai disana. Ryuzen berjalan masuk ke gedung tanpa menoleh pada Rony sedikitpun.
"Kau pikir aku akan biarkan kau jadi pahlawan untuk Sara? Maaf paman tidak akan aku biarkan itu terjadi!" pikir Rony yang kemudian berjalan dibelakang Ryuzen.
Ryuzen berjalan kemudian menyentuh earphone wirelessnya, mengangkat panggilan Kenzo.
"Bagaimana?"
"Tuan muda, lift sebelah barat ternyata belum selesai diperbaiki,"
"Sudah kuduga."
"Tuan apa maksud anda nona Sara, terjebak di elevator?"
"Kenzo kau bisa datang kesini bersama teknisi dalam waktu kurang dari 10 menit?"
"Aku akan mengusahakannya."
"Oke!"
*memutus panggilan
"Sisa 15 menit lagi.., Sara jika kau benar terjebak di dalam elevator aku perintahkan kau untuk tetap bertahan dan menungguku!" Ryuzen berjalan dengan yakin dan tanpa ragu untuk menyelamatkan Sara.
Jesper tiba-tiba juga sudah sampai di Marigold Hall ia bergabung dengan Ryuzen dan Rony.
"Bagaimana? Apa Sara sudah ditemukan," tanya Jesper yang baru saja bergabung dengan mereka berdua.
"Sudah!"
"Apa kau bilang?" Rony tersentak kaget.
"Kemungkinan Sara terjebak di dalam lift, aku meminta Kenzo datang tapi sepertinya tidak akan sempat jika menunggunya. Jadi mau tidak mau, kalian harus ikuti instruksiku dan bantu aku.
"Baiklah, asal Sara selamat aku akan lakukan apapun! Sekalipun mengikuti caramu," ujar Jesper percaya pada Ryuzen.
"Terserah! Aku juga tidak butuh manusia tidak berguna!" ujar Ryuzen dengan tatapan tajam dan meninggalkan Rony tanpa menoleh.
Rony mengepalkan tangannya geram, ia marah karena selalu saja harus kalah dari Ryuzen, namun ia harus mengutamakan Sara saat ini.
"Jika bukan karena Sara, aku tidak sudi mengikutimu!" Rony pun terpaksa membuang egonya dan mengikuti Ryuzen.
Ryuzen pergi ke Ruang mesin control panel system elevator. Ia mengecek kerusakan yang ada.
"Ryuzen kau paham hal seperti ini?" tutur Jesper melihat Ryuzen yang serius mengamati tiap kabel dan tombol yang ada di panel control system elevator itu.
"Sepertinya ini sedikit rumit, aku tidak telalu mengusai detail sistem lift dengan system traction. Yang jelas Saat ini lift ini sistemnya sendang tidak beraturan, akan sangat berbahaya jika aku paksakan menyalakan motor penggeraknya tanpa teknisi ahli," terang Ryuzen dengan serius.
"Aku benci mengakuinya, tapi Ryuzen kau memang luar biasa," puji Jesper di pikirannya.
Rony tidak berkomentar apapun, namun tergambar jelas di wajah masamnya yang menunjukan isi hatinya saat ini.
Ryuzen kembali menerima panggilan dari Kenzo, ia mengetuk earphonenya.
"Bagaimana?"
"Tuan, aku baru bisa tiba disana kemungkinan 7 menit lagi,"
"7 menit lagi? Tidak, aku butuh kau usahakan datang sebelum 5 menit"
"Aku akan coba!"
"Oke!"
*Ryuzen mengakhiri panggilan
karena Kabinnya berhenti di tegah-tengah jalur hoistway bukan di depan lift Hall, Ryuzen tidak punya cara lain, ia pun memutuskan masuk ke hoistway (Ruang luncur) dan membuka pintu emergency exit dari atas kabin.
Ryuzen meminta Jesper dan Rony menunggu di panel kontrol sistem hingga Kenzo datang dengan teknisi ahli. Sedangkan ia pergi untuk masuk ke dalam hoistway.
"Kau mau kemana?" ujar Rony.
"Tidak ada waktu menjelaskan, ikuti saja instruksiku!"
"Kau bukan pemimpinnya, kenapa aku harus menurutimu, setidaknya jelaskan dulu apa yang akan kau lakukan!" Rony protes.
"Rony! Nyawa Sara sedang dipertaruhkan. Jadi berhentilah bersikap kekanak-kanakan!" bentak Jesper menatap marah pada Rony.
"Sial!" gumam Rony.
"Ryuzen, jangan kecewakan aku!" seru Jesper menyuruhnya lanjut pergi.
Ryuzen pergi sambil melihat kembali arlojinya
"5 menit lagi sisa waktuku, jika aku gagal menemukanmu dalam lima menit. Aku anggap aku gagal, dan aku berjanji akan melepaskanmu dari dariku Sara."
"Tidak! Aku Ryuzen Han dan aku tidak akan pernah gagal melakukan tugasku, Sara kau tunggu aku!"
Ryuzen sudah masuk ke hoistway, dan berada diatas kabin lift, yang hanya perlu ia lakukan adalah tinggal membuka emergency exit yang terletak diatas kabin.
Ryuzen sudah berhasil membuka emergecy exit, dan untuk pertama kali di hidupnya, Ryuzen merasa selega ini melihat sosok Sara yang kini tergeletak lemas di dalam kabin lift. Ryuzen melompat memasuki kabin dan langsung memeluk Sara.
Ryuzen, melihat Arlojinya tepat pukul 10.01 malam,
"Sara... aku berhasil menemukanmu tepat waktu, aku tidak akan pernah melepaskanmu!" Ryuzen memeluk erat Sara yang terkulai tak sadarkan diri. Ryuzen mengecek denyut nadi Sara, dan mendekatkan telingannya di dada Sara untuk mengejek detak jantungnya.
"Aku harus segera membawanya keluar, denyut jantungnya makin lemah...,"
Ryuzen menyentuh wajah Sara yang telihat pucat pasi, Sara seperti mengerjapkan mata namun hanya singkat, dan kali ini Sara benar-benar pingsan di pangkuan Ryuzen.
"Sara, kau harus sadar! Kau harus bangun dan mendengar langsung ungkapan hatiku," ucap Ryuzen terlihat tidak setenang biasanya.
Kenzo menghubungi Ryuzen, Ia mengatakan dirinya telah bersama teknisi ahli di ruang kontrol sistem, Kenzo mengatakan teknisi akan menggerakan motor penggeraknya hingga liftnya berhenti di Lift Hall dan membuka pintunya dari sana.
"Aku mengerti," ucap Ryuzen menutup panggilannya.
"Sara, kau pasti akan selamat!" Ryuzen terus memeluk dan merengkuh Sara yang pingsan di dalam dekapannya. Ryuzen yang kini mendekap Sara, membisikan kata pada Sara yang tengah pingsan.
"Sara Chen kau harus sadar dan sehat, karena ada yang ingin aku katakan padamu."
Ryuzen mencium kening Sara lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Sara, dan mengucapkan sebuah kalimat dengan suara beratnya namun terdengar lembut, "Sara Chen, Aku Mencintaimu" π
Dan liftpun tiba-tiba bergerak ke bawah hingg lantai dasar, pintu pun terbuka. Ryuzen masih mendekap Sara yang pinsan di pelukannya. Tiba-tiba Kenzo yang sejak tadi sudah menunggu di depan pintu lift mengatakan, "Tuan muda, di luar banyak wartawan!"
Ryuzen tidak punya waktu lagi jika harus menunggu wartawan pergi, karena Sara harus segera di bawa ke rumah sakit.
"Rony, kau bawa Sara ke tempat Jason sekarang!"
Ryuzen terpaksa menyerahkan Sara pada Rony karena ia satu-satunya yang bisa membawa Sara dari sini tanpa diganggu wartawan. Ryuzen bisa membiarakan wartawan tahu tentang dirinya dan Sara.
Rony pun dengan sigap, langsung bergegas menggendong Sara dan membawanya ke rumah sakit tempat Jason bekerja.
"Jika saja kau tidak minta aku rahasiakan hubungan kita, pasti aku sendiri yang akan membawamu pergi dari sini, bukan pria lain!" Ryuzen merasa menyesal, marah dan kecewa melihat Rony membawa Sara di gendongannya.
πΉπΉπΉ
Hallo... Readers!
Jangan Lupa...
Vote.
Like.
Comment.
Okey !!π