
Seseorang tiba-tiba datang dan mengatakan jika dirinya adalah saksi dari pihak Sara chen.
"Aku disini datang sebagai saksi Sara Chen!" Semua mata langsung tertuju pada sosok yang baru saja menampakan dirinya di ruang sidang tersebut.
Ryuzen yang tadinya sudah menarik pistolnya pun, mengurungkannya kembali niatnya itu, setelah melihat sosok yang baru saja masuk ke dalam ruang sidang.
Kenapa dia datang kemari?
Itu kan Erika Zhang desainer ternama itu?
Iya itu Erika!
Untuk apa di kemari?
Apa hubungan dirinya dengan nona Sara?
Yang kutahu dia mantan tuan muda Han.
Semua orang di ruangan sidang terperangah melihat kedatangan Erika Zhang yang secara tiba-tiba itu, dan smengatakan jika dirinya adalah saksi untuk Sara chen. Tak terkecuali Sara yang sejak tadi sudah shock melihat kedatangan Erika. Sara benar-benar tdak menyangka sama sekali, akan kedatangan sosok wanita yang sangat benci padanya itu. Sara lagi-lagi hanya bisa menerka di dalam hati.
Erika datang? Dia bersedia bersaksi untukku? Atau jangan-jangan?
Sara terperanjat iya langsung teringat kata-kata Ryuzen tadi, yang mengatakan Erika bersedia membantunya asalkan Ryuzen mau menceraikan dirinya sebagai syaratnya.
Tidak mungkin! Ryuzen?
Sara memalingkan wajahnya, mencari keberadaan Ryuzen, lalu menatapnya dengan perasaan gusar dan takut. Ryu yang langsung menyadari jika Sara tengah melihat kearahnya langsung membalas pandangan itu.
Sara aku tidak...
Ryuzen menghela napasnya, terpejam singkat kemudian menatap lembut mata Sara dan menggeleng pelan, memberi isyarat kepada Sara agar dirinya kembali duduk tenang.
Tenanglah sayang.
Ryu seolah tengah menegaskan pada sang istri jika, kedatangan Erika saat ini, bukanlah seperti apa yang dirinya pikirkan saat ini. Dan tanpa banyak berargumen batin Sara seperti langsung meyakini apa yang dikatan Ryuzen agar dirinya kembali tenang.
Aku harap semua akan baik-baik saja.
Sara mencengkram pakaian yang menutupi dadanya, dan berusaha tetap tenang.
Gina yang tidak ingin berlama-lama, langsung saja menghampiri Erika dan bertanya, "Kau, kau serius ingin bersaksi untuk Sara?"
"Apa aku kelihatan tidak serius pengacara Gina?" Balas Erika.
"Tapi... bukankah kau-"
"Maaf, waktuku tidak banyak pengacara Gina! Jika kau masih membutuhkanku di persidangan ini maka jangan banyak berpikir. Tapi jika kau memang sudah tidak membutuhkan aku lagi, maka aku akan pergi dari tempat ini."
"Tunggu!" Gina menarik lengan baju Erika untuk menahanya pergi.
"Baiklah, aku membutuhkan bantuanmu."
Erika mengiyakan permintaan Gina, dan akhirnya diminta secara langsung untuk bersaksi di persidangan perihal kejadian sebelum terjadinya insiden di ruang perawatan mendiang Ivy Han.
"Baiklah nona Erika Zhang, silakan kau maju dan berikan kesaksian dengan selugas mungkin, dan sejelas mungkin."
Setelah hakim mempersilakan Erika, dirinya pun melangkah maju untuk memberikan kesaksian. Tapi sebelum mulai bersaksi, Erika menyempatkan diri untuk menoleh dan menatap ke arah Sara yang kini bergeming di atas kursi pesakitannya. Terlintas dibenak Erika saat memperhatikan Sara.
Sejatinya kau tidak sehebat itu bukan Sara? Kau membutuhkan bantuanku.
Mungkin Erika memang berniat menolong Sara, atau ada rencana lain yang telah ia persiapkan? Aku belum bisa membaca motifnya.
Mungkin aku memang harus percaya pada Erika kali ini. Aku harap semuanya akan baik-baik saja.
Erika yang sudah maju dan siap memberikan kesaksian itu pun mulai menghirup udara dalam-dalam lalu di hembuskannya.
"Baiklah yang mulia, terima kasih atas kesempatannya karena sudah mempersilakanku berdiri di tempat ini untuk bersaksi. Aku disini akan bersaksi dengan sebenar-benarnya tanpa melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangi."
Dan kesaksian Erika dimulai.
"Saat beberapa menit sebelum pembunuhan itu terjadi, aku berpapasan dengan nona Chen di koridor, bahkan kami masih sempat bercakap-cakap singkat. Dan setelah kami berpisah, nona Sara menuju ke kamar dimana tempat mendiang nyonya Ivy dirawat saat itu."
"Lalu apa kau melihat keanehan atau gelagat mencurigakan pada diri nona Chen saat kau berpapasan dengannya, nona Zhang?" tanya Hakim.
"Apa kau yakin nona?" Tanya hakim lagi.
"Sangat yakin! Karena saat itu nona Chen mengenakan dress berbahan sifon yang tidak mungkin bisa digunakan untuk menyembunyikan alat berat macam itu, apalagi senjata api."
"Baiklah, aku tanya lagi. Apa kau tidak melihat nona Chen membawa benda aneh seperti obat, atau cairan yang mana kemungkinan dijadikan alat untuk meracuni Nyonya Ivy?"
"Entalah...!" Jawab Erika jelas.
"Lalu, bagaimana bisa kau bersaksi untuk nona Chen tanpa penjelasan yang rinci?" Ujar hakim.
Erika apa yang sebenarnya dia rencanakan saat ini?
Ryuzen dari tempat duduknya menerka-nerka dengan penuh kewaspadaan terhadap Erika yang kini tengah bersaksi.
Erika tersenyum meremehkan, "Yang mulia, aku akan jelaskan lebih jelas semuanya tentang kejadian yang hanya aku sendiri yang mengetahuinya."
Apa maksud Erika berkata begitu?
Sara semakin dilanda rasa cemas akan semua ini.
"Ya, nyatanya sebelum aku berpapasan dengan nona Chen. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri jika, ada seorang perawat yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan nyonya Ivy. Perawat itu mengenakan masker. Dan saat ia memasuki ruangan nyonya Ivy aku tidak sengaja melihat si perawat menjatuhkan sebuah botol obat suntikan yang aku tidak tahu apa jenisnya. Sayangnya... saat itu aku tidak merasa curiga sama sekali, jadi aku abaikan dan terus saja berjalan hingga aku berpapasan dengan nona Chen. Dan selang aku berpapasan dengan nona Chen beberapa saat lalu. Dan insiden penembakan itu pun terjadi. "
Sial! Aku tidak memperhitungkan hal ini. Aku lengah membiarkan mantan pacar Ryuzen itu hidup. Harusnya ku habisi saja hari itu juga.
Biyan Dao mengatupkan giginya, ia merasa ceroboh akan hal ini.
Di tempatnya berdiri, Ryuzen justru menyeringai penuh intrik yang berpadu dengan sorot matan dingin yang terpampang jelas.
Heh! Setali tiga uang. Semua itu memang sudah dipersiapkan dengan matang oleh Biyan Dao keparat itu, untuk menekanku dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Itu sebabnya dia memiliki rekaman cctv itu secara utuh, agar bisa menyerangku. Sayangnya dia masih saja bodoh!
Ryuzen melihat ke arah Biyan Dao yang kini mulai terlihat terdesak.
Kau lihat pria tua? Seperti yang aku bilang,hanya peemenang yang akan tertawa pada akhirnya.
"Nona Erika anda bisa meneruskan kesaksianmu lagi?" Pinta hakim.
"Kesimpulannya, secara logika dan nalar. Bagaimana bisa seseorang yang telah meracuni orang lain, hanya diam tak bergerak di hadapan dua orang yang sudah terkapar tak bernyawa. Jika nona Chen memang melakukan kedua hal itu, bukankah seharusnya dia pergi melarikan diri sebelum diketahui orang lain, nyatanya dia hanya diam dan tidak berbuat apapun. Bukan begitu?" Lanjut Erika dengan santainya.
"Cerdas!" Gumam Gina melihat ke arah Erika berdiri.
"Jadi kau menuduh anakku yang meracuni nyonya Ivy begitu?" Orang tua si perawat merasa terpojok.
"Aku tidak menuduh! Aku hanya mengatakan sebuah realita selogis mungkin."
Nyona itu pun marah dan berusaha memojokkan pihak Sara lagi.
"Ka- kau pasti merencanakan sesuatu bukan? Bagaimana bisa seorang desainer ternama sepertimu, mau bersaksi untuk Sara Chen yang adalah istri dari mantanmu sendiri. Seharusnya kau kan-"
"Cih! Kau pikir aku orang bodoh yang akan merelakan karirku hancur hanya demi membela wanita seperti Sara Chen?" Balas Erika yang merasa tersinggung dengan perkataan nyonya itu.
"Siapa yang tahun, kau sengaja begini agar kau bisa kembali pada Ryuzen Han?
"Tutup mulutmu wanita tua!" Ujar Erika yang sudah naik pitam.
"Semuanya harap tenang!" Hakim mengetuk palunya, mencoba kembali mengkondusifkan suasana. Tiba-tiba....
"Yang mulia aku ingin menyampikan sesuatu!"
Ryuzen bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah depan ruang sidang.
๐น๐น๐น
Halo my beloved readers. Terima kasih banyak untuk kalian semua yang sudah mau setia membaca ceritaku ini. Sekali lagi maaf karena tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih sabar dan setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, dan vote ya....
Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.
Happy reading fellas and i hope you like it.
For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.๐