
Kenzo mengetuk pintu lalu masuk ke ruangan Ryuzen.
"Bos, aku sudah tau, ternyata dugaanmu benar, mobil yang menabrak Tuan kecil dan yang berada di kejadian C-lovely adalah mobil yang sama, dan pemiliknya juga persis seperti dugaanmu."
Ryuzen yang kini tengah duduk di kursi miliknya, pun langsung tersenyum licik.
"Kalau begitu, sudah saatnya orang itu membayar semua yang telah dia lakukan, tidak boleh ada yang mengganggu orang-orangku!" ucap Ryuzen terlihat marah.
"Dan...."
"Apa lagi?" tanya Ryuzen pada Kenzo.
"Tuan muda, tadi aku sudah bertemu dengan Nona pengacara Qin, dan aku sudah beri bukti padanya soal kasus penabrakan Tuan Arvin, dia bilang dia akan segera menyerahkan bukti-bukti tersebut ke pihak yang berwajib.
"Dia juga sempat bilang, jika tadi siang Nona Sara diancam lagi oleh sepupunya, jika dia tidak membayarkan sejumlah uang yang dimintanya," jelas Kenzo
"Ternyata benar Sara memang minta uang untuk ganti rugi, tapi dia malah bohong padaku di telepon tadi. Kenapa kau tak pernah mau sekali saja jujur padaku Sara!"
"Baiklah Kenzo, kau bisa kembali bekerja sekarang, besok baru kita lakukan apa yang harus kita lakukan!" perintah Ryuzen.
Kenzo pun langsung pergi dari ruangan Ryuzen.
~~
~Villa Constel ~
Ryuzen pulang dari kantor, Sara yang sejak tadi menunggu pun menyambutnya dengan gembira kepulangan Ryuzen tersebut.
"Jadi, kau mau makan malam dulu, bersih-bersih dulu atau mau aku dulu?" ucap Sara sedikit menggoda.
Ryuzen menarik tubuh Sara dan merangkul pinggulnya, "Hari ini kau menggodaku dengan inisiatif sendiri, pasti karena ada maunya," bisik Ryuzen lembut di telinga Sara.
"Bukannya kau yang selalu minta aku seperti ini, Tuan muda Han?" balas Sara menyentuh wajah Ryuzen dengan kedua tangannya.
Ryuzen tiba-tiba menggendong Sara dan membawanya ke lantai dua
"Malam ini kita lihat, seberapa lama kau bisa bertahan," ujar Ryuzen tersenyum miring, sambil berjalan menggendong Sara,
"Fiuh..., firasatku jadi tidak enak deh kalau begini," gumam Sara pasrah dengan apa yang akan dilakukan Ryuzen padanya malam ini.
~~
Keesokan paginya, matahari sudah menampakan dirinya dipagi hari. Sara Chen baru saja membuka matanya. Kali ini ia bangun lebih siang dari biasanya, dan merasakan tubuhnya pegal dan lelah. Sara tahu persis penyebab tubuhnya terasa pegal dan lelah, ia pun mengerucutkan sontak bibirnya.
"Ryuzen itu makannya apa sih, kok dia bisa kuat begitu? Badanku jadi pegal begini dibuatnya!" gerutu Sara dengan perasaan kesal.
Ryuzen tiba-tiba datang dengan setelan jasnya yang sudah lengkap dan rapih. "Kau sudah rapih? Maaf aku bangun kesiangan, tidak bisa buatkan sarapan," ujar Sara yang tubuhnya masih terbungkus selimut.
"Tidak masalah, aku sudah pesan sarapan tadi, kau tidak usah masuk kerja kalau capek!
"Heh, bilang seperti itu, ternyata Sadar juga apa yang sudah kau lakukan padaku semalaman," Sara menggerutu.
Melihat Ryuzen memberikan kartu kredit itu, Sara telihat senang, "Wah, ternyata kau ingat, berarti semalam performaku bagus ya," kelakar Sara tertawa kecil.
Wajah Ryuzen tidak berekspresi apa-apa.
"Aku berangkat duluan, ada yang penting dan harus aku kerjakan. Kau istirahat saja tidak perlu masak sarapan, aku sudah pesankan sarapan buatmu!"
"Ryuzen, kau baik sekali deh.., kalau lihat kau begini imejmu yang dingin dan kejam bisa-bisa memudar loh..." ujar Sara dengan nada bercanda.
"Sara, seharusnya kalau kau memang butuh uang bilang saja terus terang padaku!" ucap Ryuzen dengan wajah dingin, lalu pergi meninggalkan Sara yang masih berada di atas tempat tidur.
Sara tertunduk, matanya pun berubah sendu dan senyum bahagia pura-puranya tadi pun hilang seketika berganti senyum getir diwajahnya.
"Pasti Ryuzen berpikir aku ini wanita yang tidak tahu malu. Huh, terserahlah dia mau berpikir aku seperti apa, toh dari awal dia juga selalu berpikir tentangku yang bukan-bukan," ucap Sara dengan senyum getir di wajahnya.
**
~ Parkiran Mall
Tina terlihat baru saja selesai berbelanja barang-barang mewah, dan sedang begegas menuju mobilnya. "Senangnya jika banyak uang," ungkap Tina sambil berjalan menuju mobilnya yang terparkir di parkiran.
Namun tiba-tiba belanjaan Tina seketika lepas semua dari genggaman tangannya.
"Hei, lepaskan aku!" teriak Tina.
Tina yang tiba-tiba dihadang oleh dua orang asing, pun mulutnya di plester, matanya ditutup, serta tangan dan kakinya pun diikat. Lalu dirinya di bawa masuk ke dalam mobilnya sendiri untuk di bawa ke suatu tempat.
~C-lovely florist
Di tempat kerjanya, Sara berniat akan memberikan uang yang diminta oleh Tina nanti setelah jam makan siang, namun sayangnya saat ia mencoba menghubungi ponsel Tina, malah tidak aktif.
"Sudahlah, nanti aku hubungi lagi," ucap Sara.
beberapa detik kemudian, ada pesan masuk. Sara membuka pesan tersebut yang ternyata dari Gina,
Pesan dari Gina ;
Nanti siang kita bertemu di Oracle, ada hal penting yang harus aku katakan padamu.
"Kenapa sepertinya serius sekali ya?" ucap Sara heran.
Balas ke Gina ;
Okey nanti kita bertemu disana.
πΉπΉπΉ
Like, comment, vote ππ·