
~Malam harinya
Sara dan Rony tiba di aula hotel Gloria, tempat dimana pameran foto nasional itu di selenggarakan.
"Wah, aku baru pertama kali datang ke pameran besar seperti ini," ungkap Sara sambil mengagumi karya-karya foto yang ada di pameran tersebut.
"Jadi, kau mulai tertarik dunia fotografi juga kah?" tanya Rony melihat Sara yang terlihat kagum pada acara ini.
"Um... tidak juga sih, hanya saja semua foto disini terlihat begitu bernilai dan bagus, padahal kalau di pajang di rumah terkadang jadi tidak sebagus saat disini,"
"Maaf, bukan aku mau sok menilai, hanya saja, untuk orang awam yang tidak tahu apa-apa tentang nilai seni di dunia fotografi sepertiku ini, ya hanya bisa bicara begitu. Aku tidak sopan ya?" ungkap Sara.
"Tidak masalah, semua orang memiliki penilaiannya masing-masing bukan...?" Sara mengangguk setuju.
"Kau tahu, menurutku hasil foto yang indah hanya di dapat oleh fotografer yang juga paham makna keindahan dari objek yang dia tangkap," ujar Rony menjelaskan.
"Maksudnya?" sahut Sara tidak paham.
"Maksudnya adalah, adakalanya saat kita mengambil gambar pada suatu momen atau objek akan lebih terlihat nyata dan bermakna jika, sang juru foto memahami situasai dan makna, dari apa yang akan mereka tangkap ke layar kamera."
Sara hanya mengangguk saja, karena bisa dibilang dirinya tidak tahu menahu sama sekali soal dunia fotografi. Bagi Sara, dirinya hanya cukup tertarik mendengar penjelasan Rony, karena ia rasa apa yang dikatakan oleh Rony saat itu cukup menarik baginya.
Saat pun berkeliling sambil melihat hasil-hasil karya di pameran ini. Dan tanpa sengaja, Sara justru dibuat kaget, karena melihat Ryuzen yang berada diseberang tempat ia berdiri saat ini, bersama dengan seorang wanita cantik.
"Ya ampun...! Bagaimana mungkin di tempat ini juga harus bertemu dengan Ryuzen, bagaimana kalau sampai dia lihat aku disini. Tidak bisa, bagaimana pun jangan sampai dia melihatku berada disini."
Sara berusaha berbaur diantara orang-orang agar dirinya tidak sampai di lihat oleh Ryuzen. Namun sayang usaha Sara terbuang percuma, pasalnya mata tajam Ryuzen telah lebih dulu menangkap keberadaan Sara di tempat ini.
"Wanita itu, kenapa bisa datang ke acara pameran ini? Pasti dia kesini dengan seseorang, tapi siapa?"
Mata Ryuzen pun spontan melihat pria yang berada di dekat Sara yang ternyata adalah,
"Rony? Tapi sejak kapan dia kembali dari luar negeri, apa Sara pergi dengan Rony?" Ryuzen menaikan salah satu alisnya.
Sara celingak celinguk memastikan, Ryuzen tidak lagi bisa melihatnya.
"Huft, sepertinya sudah aman sekarang," ujar Sara bernafas lega
"Sara, kenapa kau bertingkah seolah menghindari seseorang?" tanya Rony melihat tingkah Sara yang kini terlihat aneh.
"Eh tidak kok, kita pulang sekarang yuk!" ajak Sara karena tidak ingin sampai ketahuan oleh Ryuzen jika dirinya ada disini.
"Kenapa buru-buru, ini baru setengah acara lho...."
"Iya, tapi ada yang harus aku kerjakan besok pagi-pagi sekali, jadi sepertinya aku harus pulang cepat," ungkap Sara yang cuma beralasan.
Sara sekali lagi mencuri-curi pandangan memastikan Ryuzen tidak lagi terlihat dan melihat dirinya.
"Tapi kalau kau masih ingin disini tidak apa-apa, biar aku saja yang pulang duluan," tukas Sara yang masih terus waspada kehadiran Ryuzen.
"Sejujurnya, aku masih mau lihat acara pelelangannya dulu sih," tandas Rony.
"Yasudah, kalau begitu, aku pulang sendirian saja oke. bye...!" Sara langsung meninggalkan Rony dan pergi dengan terburu-buru, melihat Sara terburu-buru begitu membuat Rony bertanya-tanya.
"Ada apa dengan Sara, aneh sekali?"
"Rony!" panggil seseorang dari belakang Rony, yang suaranya tidak asing lagi baginya. Hingga Rony pun menoleh,
"Tentu saja aku datang, hotel Gloria kan termasuk bisnis grup Emerald," jawab Ryuzen dengan wajah datar.
"Tuan muda Han, siapa pria muda ini? Kenapa dia memanggilmu Paman?," tanya wanita di sebelah Ryuzen.
"Hai Nona, aku Rony Ang keponakan kesayangannya Tuan tampan disebelahmu itu," ucap Rony memperkenalkan dirinya pada wanita itu.
"Hem, ngomong-ngomong gandenganmu baru lagi ya Paman?," bisik Rony melirik wanita disebelah Ryuzen.
"Bukan urusanmu!"
"Kau sendiri, datang kemari dengan siapa?" tanya Ryuzen memastikan apakah dugaannya benar, ia kemari dengan Sara.
"Nah, soal itu kan juga bukan urusamu kan Paman," kelakar Rony. Ryuzen menatap tajam Rony, pertanda ia tidak suka dengan jawaban Rony barusan.
"Baiklah, baiklah, tidak usah menatap seram begitu bisa kan? Jadi, tadi itu aku datang bersama seorang gadis cantik, tapi sayangnya, dia bilang ada urusan lain, jadi dia sudah pulang duluan. Padahal kalau dia masih disini, aku ingin memperkenalkannya padamu."
"Sepertinya dugaanku benar, gadis yang dia maksud adalah Sara!"
"Apa kau mengenal wanita itu sudah cukup lama?" tanya Ryuzen pada Rony.
"Tunggu dulu..., sejak kapan kau sangat ini tahu urusanku dengan seorang wanita? Sepertinya kau mulai mulai perhatian denganku ya Paman? Hayo mengaku saja..."
Ryuzen sendiri malah terlihat tidak suka, dengan Rony yang bercanda dengannya begitu. Ryuzen pun akhirnya dengan cuek mengabaikan Rony dan pergi melewatinya.
"Hei paman! Kau kemana? Memangnya, kau tidak rindu pada keponakanmu ini apa?" seru Rony melihat pamannya pergi melewatinya.
"Pamanku benar-benar tidak pernah berubah, tetap saja dingin dan kejam begitu."
Rony menggeleng-gelengkan kepalanya karena heran.
~Villa constel
"Untung... saja, aku lebih cepat menyadarinya, jadi aku bisa kabur, coba kalau tidak!" ucap Sara yang kini merasa lega karena bisa kabur sebelum ketahuan Ryuzen.
"Kalau sampai Ryuzen lihat aku disana, pasti bisa panjang urusannya. Sekarang lebih baik, aku mandi lalu buat mie untuk makan malamku, dan semoga Ryuzen pulangnya malam, amin!"
Sara pun bergegas langsung menuju kamar mandi untuk segera bersih-bersih.
~~
Setelah selesai bersih-bersih, kini Sara pun sibuk memasak mie untuk makan malamnya, sambil bersenandung.
Mie telah matang, Sara pun duduk dan bersiap menyantap mie tersebut dengan sumpit di tangannya.
"Selamat makan...!" ucap Sara yang kemudian menyantap mie yang masih panas tersebut.
"Hem, lezatnya...!" ujar Sara menikmati mie di mulutnya.
"Selezat itu kah?," ucap seseorang dengan tiba-tiba.
Bersambung...
Like, vote dan komentar ya Thank you🌷