Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 76 : Marah padaku!


"Oh iya, ini sudah semakin malam. Bagaimana kalau kau aku antar pulang?" kata Rony menawarkan tumpangan.


"Ya tentu, anggap saja ini awal mula kembalinya hubungan baik kita, yang sempat canggung sejak kemarin...," ungkap Sara yang berusaha kembali bersikap seperti sedia kala pada Rony.


Sara kemudian masuk ke dalam mobil Rony dan akhirnya diantar pulang oleh Rony. Ryuzen yang tengah dalam perjalanan pulang, tidak sengaja malah melihat Sara di dalam mobil Rony.


"Sara!" Hal itu membuat Ryuzen tidak senang, dan mengurungkan niatnya untuk segera pulang.


"Kenzo, ke kairaku sekarang! Tiba-tiba aku jadi tidak tertarik pulang," perintah Ryuzen dengan tatapan dingin.


"Tapi bos, tadi kau bilang mau pulang ke villa?"


"Kau tidak usah banyak tanya, lakukan seperti yang aku katakan," ujar Ryuzen yang kini rasanya ingin sekali mencabik-cabik sesuatu.


"Ba, baik bos!" ucap Kenzo menuruti ucapan Ryuzen.


"Ya ampun, ada apa lagi dengan Tuan muda Han?, tadi di kantor bilang mau cepat pulang ke villa, eh sekarang tiba-tiba minta pergi ke Kairaku. Benar-benar aneh!" batin Kenzo melihat perubahan mood Ryuzen yang tiba-tiba.


"Sara Chen! Kenapa kau tidak pernah mau dengar kata-kataku?!" Ryuzen benar-benar di buat jengkel di dalam hatinya.


"Dan kau Rony, jadi kau benar-benar serius ingin melawanku? Baiklah, biar aku lihat, seberapa jauh dan besar usahamu mendapatkan istriku" terang Ryuzen diikuti senyum licikny.


~~


~Kairaku Bar n Lounge


"Ryu, kau ini sebenarnya sedang ada masalah rumah tangga, apa bagaimana sih? Minumu hari ini banyak," ujar Jason melihat Ryuzen yang tengah menenggak botol minuman keempatnya.


"Memang apa hubungannya masalah-masalahku dengan aku yang suka minum banyak, Dokter Jason?" sahut Ryuzen dengan nada datar.


"Aku tahu kau kuat minum, tapi kau juga harus ingat kesehatanmu!" sahut Yoshiki yang juga berada di sebelah Ryuzen.


"Lalu apa masalahnya? Jason kau mau minum lagi tidak? Minum sepuasnya biar aku yang bayar," ujar Ryuzen yang kembali menenggak botol minumannya.


"Ryuzen, kita berteman sudah lama. Bagaimana mungkin kami tidak tahu kebiasaanmu, yang jika ada masalah yang tak bisa kau selesaikan, pasti kau akan minum banyak sekali," ungkap Jason.


Mendengar itu Ryuzen hanya tertawa kecil dan tidak menjawab apa-apa.


"Masalah siapa lagi memangnya? Lizo Xiao?" ujar Yoshiki


"Heh dia..? Kalau aku mau aku bisa cabut nyawa pria bajing*n itu sekarang juga," ucap Ryuzen menyepelekannya.


"Atau masalah Biyan Dao dan grup Emerald?" tanya Yoshiki lagi.


"Aku sedang malas bahas pria tua dan Emerald."


"Haiz..., aku tahu pasti masalah dengan Nona Sara alias istrimu itu kan?" tebak Jason yang kini sedang menikmati segelas vodka ditangannya.


Ryuzen mengernyitkan dahinya, dan tersenyum palsu.


"Heh, tahu apa kau soal istri! Pacar saja tidak ada, apalagi menikah dan punya istri," ujar Ryuzen meledek Jason.


"Sifat sombong dan over percaya dirimu itu bisa kau hilangkan sedikit tidak sih?!" balas Jason kesal pada Ryuzen.


"Sombong dan percaya diri sudah mengalir di dalam nadiku, jadi tidak masalahkan?" balas Ryuzen, yang kemudian memberi kode lewat tangan pada Kenzo yang sedang duduk di meja bar, untuk mendatangi dirinya.


Kenzo pun menghampiri Ryuzen


"Tuan muda Han, ini sudah jam 11 malam lho! Oh iya barusan juga Nona Sara mengirim pesan padaku, menanyakan soal dirimu. Dia bilang ponselmu kenapa tidak bisa dihubungi," terang Kenzo.


"Jadi wanita itu masih ingat padaku? Bukannya dia sedang menikmati momen romantis dengan keponakanku itu ya?"


"Kenzo, kita pulang..!" sambung Ryuzen.


"Oh iya yoshiki, total semua minumanku, Jason dan Kenzo hari ini, kau kirim saja ke tagihanku."


" Jason, Yoshiki, aku pergi dulu!"


"Betul dugaanku pasti dia ada masalah soal Istrinya, kalau begini aku jadi curiga pada sahabatku yang satu itu," ucap Jason menerka-nerka.


"Curiga apa?" tanya Yoshiki.


"Curiga dia benar-benar sudah jatuh cinta dengan istrinya," balas Jason dengan nada santai.


"Begitukah?" pikir Yoshiki yang tidak kepikiran akan hal itu.


~~


~Villa Constel


"Ryuzen, akhirnya kau pulang! Aku pikir kau hari ini tidak pulang. Tadi aku menghubungi ponselmu tapi tidak bisa, jadi aku mengirim pesan saja pada Kenzo," ucap Sara yang sejak tadi menunggu Ryuzen.


"Jadi kau menungguku? Kukira, kau tidak ingin aku pulang!" balas Ryuzen dengan ekspresi wajah dinginnya. Seperti biasa, Sara pasti membantu Ryuzen melepaskan jas dan dasinya kini.


"Ryuzen, apa kau...mmmhh"


Belum selesai mengucapkan kata-katanya, bibir Sara lebih dulu di lahap oleh Ryuzen.


"Ada aroma dan rasa alkohol," batin Sara yang mengecap rasa alkohol di mulut dan bibir Ryuzen.


Beberapa detik kemudian Ryuzen melepaskan pagutannya dari Sara. Sara kini tengah menormalkan nafasnya yang tidak teratur,


"Ryuzen, apa kau minum banyak?" tanya Sara.


"Kau peduli padaku?"


"Tentu saja, aku..., aku kan istrimu!" ujar Sara nampak ragu mengucapkan hal itu.


"Sekarang bilang kau istriku, tapi tadi malah pergi dengan pria lain, Sara apa kau sedang membuat lelucon denganku?"


Melihat Ryuzen yang hanya bergeming tanpa mengatakan apapun membuat suasana hening, Sara pun mencoba memecah keheningan itu.


"Ryuzen, apa kau lapar? Mau aku buatkan sesuatu?"


Ryuzen merangkul tubuh Sara, dan membisikan sesuatu,


"Aku tidak mau makan makanan, yang aku mau memakanmu sekarang juga!"


"Ryuzen bisa tidak sih otakmu itu jauh-jauh dari hal begitu sebentar saja? Masalahnya..."


"Kau tidak mau, itu kan?" tanya Ryuzen menatap Sara dengan mimik wajah yang tidak senang.


"Bukan begitu, masalahnya.. aku sedang datang bulan," ungkap Sara.


"Arggghh!" Ryuzen menggeram di dalam hati, mengacak-acak rambutnya yang lembut dengan satu tangan, yang kemudian langsung melepaskan Sara dan pergi berjalan meninggalkannya.


"Ryuzen, kau mau aku buatkan air lemon untukmu?" tanya Sara menahan laju Ryuzen.


"Terserah!" ucap Ryuzen dengan nada datar.


"Kau, marah padaku?" tanya Sara lirih.


"Menurutmu? Sudah, aku lelah ingin istirahat, selamat malam!" ucap Ryuzen lalu pergi.


Sara yang masih berdiri di tempat itu hanya bisa memandangi Ryuzen yang berjalan meninggalkannya naik ke lantai-2.


"Jelas kau marah padaku, sejak pertama kau pulang kau jelas memang sedang marah padaku. Kau terlihat sangat dingin, dan begitu marah padaku saat ini. Kenapa kau selalu begitu? Sebentar marah, sebentar baik, sebentar hangat, sebentar dingin. Ryuzen kau seperti sebuah misteri yang tak bisa aku ungkap sama sekali," ujar Sara di dalam hatinya, sambil memadang Ryuzen yang berjalan naik ke lantai 2.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Like, comment, vote jangan lupa ya....