
Ekspresi Sara tampak masih gamam, setelah membaca teks pesan dari nomor yang tidak diketahui namanya itu. Sara jelas terlihat masih belum yakin dengan apa yang barusan dibacanya itu. Dirinya kini merasa antara senang, tapi juga bingung harus bagaimana.
"Ada apa?"
Sara yang telihat termenung itu, tiba-tiba saja dibuat terkejut mendengar suara Ryuzen yang tiba-tiba sudah ada di dekatnya.
"Ryu! Kau membuatku kaget saja!" Tukas Sara sambil memegangi dadanya yang berdetak cepat karena terkejut. Ryuzen langsung melirik tajam, ke arah ponsel Sara yang kini berada digenggaman sang istri saat ini.
"Kau habis membaca pesan apa?" Tanya Ryuzen dengan nada suaranya yang mulai terdengar mengintimidasi.
"Um..., tidak ada apa-apa. Ak- aku baru saja selesai membalas pesan dari Gina, itu saja." Sara terlihat gugup menjawab sang suami.
"Tolong jangan menipuku Sara...," ujar Ryu sambil memeluk istrinya itu dari belakang.
"Aku tidak berbohong padamu, Ryu... sungguh!"
Aku tidak mungkin bilang pada Ryuzen jika pesan yang baru saja aku baca ini, ternyata adalah dari Jesper.
"Kau yakin sayang...?" Bisik Ryu, yang kemudian mencium tengkuk sang istri, yang mana berhasil membuat Sara menggeliat. Ryuzen pun menggendong istrinya itu tiba-tiba.
"Eh! Kenapa tiba-tiba?"
"Sstt...!" Ujar Ryuzen menatap dalam-dalam sang istri, agar tidak banyak protes. "Aku sedang tidak menerima alasan apalagi penolakan Sara."
Wanita itu pun pada akhirnya, hanya bisa menerima segala perlakuan suaminya itu. Ia pun melingkarkan kedua lengannya yang masih memegang ponsel di bahu sang suami. Dibawanya sang istri oleh Ryuzen ke atas ranjang, dan direbahkannya tubuh Sara tersebut hingga tepat berada dibawahnya. Mereka saling menatap dengan penuh rasa cinta, yang bergelora satu sama lainnya. Sara meletakan ponselnya tersebut, tatapan mata penuh cinta dan dahaga Ryuzen, seketika membuatnya lupa akan pikirannya soal pesan yang baru ia baca tadi.
Dibelainya lembut rambut sang istri, "Kau, yakin tidak mau mengatakan sesuatu hal terkait apa yang barusan kau baca padaku, Sayang?"
"No!" Sara menahan tangan Ryu yang baru mulai ingin melepas tali gaun tidurnya. Sara tersenyum miring ia mendorong tubuh Ryuzen, hingga terduduk di atas ranjang. Tentu saja Ryu hanya bisa pasrah, pada istrinya yang terlihat sangat menggodanya.
Sara bahkan melepas tali gaun tidurnya sendiri di hadapan suaminya itu. Entah apa yang membuatnya begitu inisiatif malam ini,
Selesai melepas gaun tidurnya, Sara langsung saja duduk dipangkuan suaminya sambil melingkarkan tangan dileher Ryuzen. Kini mata kedua insan itu saling beradu pandang dengan sangat intens. Sara membelai lembut bibir pria yang dicintainya itu, jari-jari indahnya menyentuh bibir Ryuzen, dan berlanjut dengan dikecupnya bibir itu dengan mesra. Mereka pun larut dalam manisnya ciuman mesra, yang berakhir dengan terjadinya keintiman hubungan pasangan yang penuh dengan aroma cinta.
~~
Keesokan harinya, Sara dan Ryuzen berasama-sama mengantar Arvin kembali ke sekolahnya. Sebelum masuk kelas, tidak lupa Arvin berpamitan pada kedua orang tua yang sangat ia sayangi itu.
"Kau baik-baik di sekolah ya... jangan buat ulah oke? " pesan Sara setelah memastikan putranya itu sudah rapi dan siap untuk kembali ke sekolah selama satu minggu.
"Yes Mami...! Aku pastikan aku tidak akan membuatmu repot, dan aku akan menjadi siswa yang disiplin, bahkan lebih disiplin dari pada anggota militer sekalipun," balas Arvin. Sara pun hanya bisa tersenyum di buatnya mendengar jawaban putranya itu.
"Papi tidak mau memberiku pesan khusus juga, seperti yang dilakukan mami?"
Ryuzen seketika langsung berjongkok, agar tingginya bisa sejajar dengan sang putra. Sambil menyentuh kepala Arvin Jordan pun berkata, " Aku tidak bisa cerewet seperti mamimu. Tapi ada satu hal dariku yang harus kau sebagai seorang laki-laki."
"Apa itu papi?
"Jadilah pria yang selalu memegang ucapan dan janjinya, terutama pada wanita. Jadi jika kau melanggar janjimu pada Sara, maka aku akan marah besar padamu. Kau paham?"
"Yes, Sir!" Balas Arvin dengan lugas.
"Kalau begitu, aku berangkat ke dalam kelas sekolah dulu ya. Bye mami bye papi..., sampai jumpa akhir pekan nanti," ujar Arvin yang kemudian pergi menuju ke dalam kelasnya. Sara tampak tersenyum lembut melihat kepergian putranya itu.
"Kau tersenyum, kenapa?" Tanya Ryuzen.
"Tidak ada apa-apa, hanya seketika merasa bangga dan agak terharu saja, melihat Arvin yang sepertinya sudah tumbuh semakin besar dan cerdas. Aku senang sekali bisa melihat sendiri bagaimana ia tumbuh dan berkembang. Aku harap kita bisa menyaksikan anak-anak kita nanti tumbuh dewasa ya?" ucap Sara yang tengah memegangi perutnya.
"Kau tenang saja, kita pasti akan bersama-sama merawat mereka sampai dewasa," ujar Ryu sambil merangkul istrinya itu.
~~
Di sebuah rumah benuansa kontemporer, terlihat seorang pria tengah duduk di depan piano. Dialah Renji, sambil memandangi sebuah bingkai foto yang di dalamnya terdapat foto dua dua laki-laki muda, Renji memainkan irama musik yang terdengar menyayat hati. Alunan nada yang ia mainkan seraya mewakili suasana hatinya.
*Irama lagu klasik terdengar mengalun merdu~
Pria itu akhirnya menghentikan pemainan nada-nada pianonya, ia berdiri menghampiri meja kecil yang ada di belakanganya. Diambilnya segelas anggur mewah di atas meja kecil itu, dan meminumnya.
Renji melepas kancing-kancing kemejanya hingga habis, otot-otot tubuhnya kini terekspos dengan nyata. Dadanya bidang, dengan otot perut yang terbentuk dengan begitu sempurna berpadu, dengan wajahnya yang kini tampak sendu, kesepian dalam balutan suana yang sunyi. Lagi-lagi Renji memandangi bingkai foto yang berada di atas piano. Pria itu tersenyum kecut memandangi foto tersebut. "Kau lihat Alex aku di sini dengan kesendirianku. Tanpa seseorang yang menemaniku! Bahkan dunia seolah hanya berpihak pada laki-laki itu."
Renji mengambil sapu tangan berwarna peach yang dulu ia dapat dari Sara saat masih kecil, ia mencium sapu tangan itu dengan mata terpejam, merasakan jika perasaannya masih sama, seperti saat pertama kali menerima sapu tangan tersebut dari wanita itu.
Kau hancurkan hidupku, dan kau memiliki apa yang ingin aku miliki. Kau bukan manusia Ryuzen Han. Sorot mata pria itu selalu dipenuhi dengan kebencian dan amarah setiap kali mengingat Ryuzen di benaknya.
~~
Setelah mengantar Arvin Sara dan Ryuzen pun meneruskan perjalanan mereka ketempat kerja.
Dan sesampainya Ryu di kantor, Ia langsung menuju ke ruangannya. Ia ingat ada hal yang harus ialakukan di ruangannya yang belum sempat ia lakukan kemarin. Ryuzen yang baru saja masuk ke dalam ruanganya itu pun segera berjalan nenuju meja kerjanya. Ia kemudian menekan password untuk membuka laci di meja kerjanya itu. Terlihat amplop coklat yang kemarin di serahkan oleh Morin sekretarisnya itu, yang belum sempat ia buka.
Ryu pun mengambil amplop coklat yang tidak ada nama pengirimnya itu dari lacinya, dan langsung saja membukanya.
Ryuzen tersenyum mengejek. "Sepertinya memang sudah tidak bisa lagi berpura-pura jika tidak terjadi apa-apa," Gumam Ryuzen saat mengetahui apa yang ada di dalam amplop coklat yang kini berada di genggamnnya itu.
Jika memang pada akhirnya kau memilih jalan seperti ini. Maka biar aku ikuti sejauh mana kau akan melewati batasku.
๐น๐น๐น
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian๐
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.
Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana ๐
FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..๐