
Kenzo membulatkan matanya, "Eh? Maksudmu Orizel?"
"Exactly!" jawab Ryuzen singkat
"Ta- tapi bagaimana bisa? Dan kalau benar begitu, itu artinya black serpents ikut campur tangan dalam pelarian diri Biyan Dao. Jadi dengan kata lain, bisa dibilang kalau tuan Jordan yangー"
"Tidak!" Ryu bangkit dari kursi yang di dudukinya itu. "Jordan tidak membantunya sama sekali. Karena sebenarnya, organisasi black serpents sudah bubar sebelum beredarnya berita Biyan Dao yang melarikan diri, dan itu artinya..."
"Itu artinya Orizel yang membantu Biyan Dao kabur dari hukuman, tapi bukan dibawah bendera black serpents begitu kan maksudmu?"
"Tepat...!"
"Oh jadi begitu ya... aku tidak menyangka. Tapi kalau memang begitu adanya..." Lalu kenapa sepulangnya dari kediaman tuan Jordan, aura dan ekspresi wajah bos malah tidak menunjukkan rasa senang sama sekali, bukankah seharusnya dia senang mengetahui hal itu? Atau ada hal lain yang mereka bicarakan yang membuat Tuan muda tidak senang?
"Kau sedang memikirkan apa?" Tegur Ryuzen yang melihat asistennya itu malah teremenung, seolah tengah memikirkan hal lain dan tidak menyimaknya.
"Oh tidak apa-apa tuan, aku hanya... hanya sedang berpikir, bagaimana nasib anggota black serpents lain jika organisasi itu sudah benar-benar dibubarkan?"
"Kalau soal itu... kau tidak perlu memikirkannya. Karena gaji yang didapat dari menyelesaikan misi kelas B, yang diberikan oleh Black serpents itu saja, jauh lebih besar daripada gaji karyawan disini, jadi aku jamin mereka tidak akan kekurangan uang," terang Ryuzen dengan santainya.
"Apa kau bilang? Lebih besar! Itu artinya gajikuー"
"Dasar bodoh! Maksudku gaji karyawan biasa di Emerald."
"Fiuh... syukurlah!" Kenzo menghela napas lega. Dia pikir, gajinya sebagai asisten pribadi Ryuzen yang harus bekerja hampir dua puluh empat jam, dan bertaruhkan nyawa bayarannya lebih rendah dari bayaran anggota kelompok illegal itu. Ternyata gajiku masih lebih besar. Kenzo tampak senang.
"Oh iya selain itu... aku juga sudah tahu siapa yang menolong Arvin saat hampir tenggelam di sungai waktu itu?" Ujar Ryuzen tiba-tiba.
"Benarkah? Jadi siapa orang itu boss?" Kenzo begitu penasaran dengan siapa orang tersebut.
"Yang menyelamatkan putraku... tidak lain adalah Renji Haoran."
"Huh?" Kenzo benar-benar dibuat terperangai saat mendengar nama itu diucapkan langsung oleh mulut Ryuzen. "Kau serius tuan, tapi bagaimana bisa?"
"Entahlah...! Hanya saja, kenyataan sial yang harus aku terima saat ini adalah. Secara tidak langsung aku ini sudah berhutang budi pada pria itu. Heh, sungguh hidup ini ironis sekali ya!" Ejek suami Sara Chen itu.
"Tapi tunggu dulu bos! Bagaimana kau bisa tahu, jika orang yang sudah menolong tuan kecil adalah Renji?"
"Jadi kau berpikir yang aku katakan barusan itu, mengada-ada?" Ryu menatap tajam asistennya.
"Oh... um, bu- bukan begitu maksudku tuan, kau jangan marah dulu. Maksudku... hanya, ya aku hanya merasa agak aneh saja, padahal kau saja tidak pernah bertemu dengan Renji tapi kau bisa tahu hal itu."
"Ayahku yang mengatakannya padaku, tadi."
Kenzo tiba-tiba fokus ke kata yang diucapakan Ryuzen barusan. Tunggu dulu! Telingaku tadi, salah dengar tidak sih? Tadi itu sepertinya aku dengar tuan muda menyebut tuan Jordan dengan kata ayahku? Kenzo jadi fokus pada kalimat Ryuzen, yang menyebut Jordan sebagai ayahnya. Hingga membuatnya harus memastikan, "Tuan apa kau bisa ulangi kata-katamu barusan?"
Mata Ryu melirik tajam ke arah Kenzo."Bukankah! Kau seharusanya sudah tahu aku. Kau sudah tau kan sejak dulu peraturan bagi setiap orang yang bekerja denganku?"
"Tau tuan! Peraturannya adalah, tidak akan ada pengulangan dari setiap ucapanmu," ujar Kenzo.
"Bagus! Jadi jangan pernah kau minta aku mengulangi kata-kataku tadi paham!"
"Ba-baik tuan, aku paham."
"Sekarang pergilah, dan kembali kerjakan apa yang aku minta!"
"Siap laksanakan tuan!" Ujar Kenzo yang kemudian pergi.
~~
Di luar ruangan Kenzo masih kepikiran tentang ucapan Ryuzen tadi. Aku yakin sekali tadi, kalau aku mendengar tuan muda menyebut tuan Jordan itu sebagai ayahku. Apa mungkin, jangan-jangan tuan muda dan Tuan Jordan sudah berbaikan? Wah kalau iya itu berita yang bagus sekali pasti untuk tuan Kecil." Kenzo tampak senang dan senyum-senyum sendiri. Morin sekretaris Ryuzen yang baru saja lewat di hadapan Kenzo pun jadi aneh dibuatnya, melihat Kenzo yang kini tengah senyum-senyum sendiri seperti orang gila, di depan ruangan bosnya itu.
"Dasar aneh!" batin
~~
Sedangkan Ryuzen di dalam ruangannya malah memaki dirinya yang keceplosan. "Sial! Pasti Kenzo mendengar ucapanku yang memanggil pria itu sebagai ayah, argh!"
Selang beberapa menit setelah sibuk memaki, Ryuzen tiba-tiba langsung berjalan ke arah rak buku miliknya. Disana, ia mengambil sebuah kotak, yang ternyata isi kotak tersebut adalah foto-foto, dan beberapa lembar kertas yang dikirimkan oleh Renji untuknya. "Dan kau benar-benar, telah membuatku harus berhutang budi padamu Renji! " Ucap Ryuzen memandangi kotak tesebut.
~~
Sara baru saja siap-siap untuk pulang kerja, dan saat dirinya bersiap, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Sara pun segera mengangkat ponselnya tersebut.
"Apa? Jadi kau sudah ada di dekat tokoku?" ujar Sara.
"Oke, kalau begitu, setelah selesai bersiap pulang, aku akan langsung menemuimu."
"Bye!"
*mengakhiri obrolan.
~~
Setelah pamit dengan teman-teman dan pergawai lain, Sara langsung bergegas menemui Gina yang ternyata sudah berada menunggu di seberang toko bunganya itu.
"Gina...!" Seru wanita cantik itu sambil melambai menghampiri Gina, yang sedang berdiri di sebelah mobil miliknya yang terparkir itu. Gina pun langsung membalas lambaian tangan sahabatnya tersebut.
"Kau sudah lama menunggu disininya?" Tanya Sara yang sudah berada di hadapan Gina.
"Oh belum, aku baru saja sekitar lima menit lalu tiba disini."
"Oh... jadi kaー" Tiba-tiba angin berhembus.
"Sudahlah Sara nanti saja ngobrolnya, lebih baik sekarang kita masuk mobil. Karena udara di luar sini semakin dingin," Tukas Gina yang semakin merasa kedinginan karena suhu udara yang makin menggila. Dan akhirnya, kedua wanita itu pun masuk ke dalam mobil.
Di perjalanannya, Sara sebenarnya tidak tahu Gina mau membawanya kemana.
"Gin, sebenarnya kita mau pergi kemana?" Tanya Sara yang tidak tahu sama sekali mau diajak kemana.
"Kita akan berjalan-jalan ke tempat favorit wanita di seluruh dunia," balas Gina sambil menaik turunkan alisnya.
Sara mengerutkan dahinya, "Maksudmu, kita... mau pergi ke Mall?"
"Yaps tepat sekali, tumben kau cerdas Sara," ledek Gina diikuti gelak tawanya.
"Ya, ya... aku tahu diantara siapapun IQ-ku memang yang paling rendah,
jadi tidak perlu menegaskan kebodohan itu bisa kan Gina?" Ujar Sara yang terlihat pasrah, karena terlalu sering mendengar ejekan macam itu, bahkan dari putra dan suaminya sendiri.
Gina langsung tergelak, "Oh ayolah, walau tak pintar tapi kau kan tetap yang paling cantik!"
"Ya ya... ya...terserah katamu saja pengacara Gina yang luar biasa," balas Sara yang malas membalasnya. "Hahaha, aku bercanda... aku bercanda..." ujar Gina yang masih terus tertawa sambil menyetir
"Sudahlah Gina, jangan tertawa terus, lama-lama bisa jadi gila kau nanti!"
"Hahaha... nona Sara ngambek ya?"
"Gina...!" Seru Sara.
~~
Di sebuah area pemakaman, terlihat Renji yang sedang berjalan menuju salah satu blok pemakaman. Di tangganya sudah ada sebuket bunga aster yang dibawanya, menuju ke sebuah makam yang tampak begitu bersih dan terawat. Renji pun berhenti di makam yang terlihat bersih itu, ia membungkukan tubuhnya dan meletakan buket bunga aster itu di depan pusara makam tersebuy.
Sejenak ia memandang kosong pada makam yang pusaranya bertuliskan nama Alex Haoran. Siapa dia? Renji mendekatkan dirinya ke pusara tersebut, dan mengusap batu pusara tersebut dengan sorot mata kerinduan.
"Apa kabarmu adik?" Ucap Renji pada pusara yang ternyata makam adiknya yakni Alex Haoran. "Maaf, aku belum bisa membuatmu beristirahat dengan tenang sampai saat ini. Tapi kau tenang saja Alex, aku sendiri yang akan membuat orang itu membayar apa yang sudah ia lakukan padamu. Aku bersumpah Alex aku bersumpah." Renji mengepalkan tangannya yang memegang pusara itu kuat-kuat. Seolah segala rasa kecewa, marah, benci, dan dendam itu terpancar jelas pada sorot mata Renji saat ini.
"Oh iya Alex, sebelum aku pergi. Aku mau memberitahu kau sesuatu kalau, aku sudah bertemu dengan gadis itu. Gadis yang pernah aku ceritakan padamu dulu, gadis kecil dengan senyum malaikat yang memberiku sapu tangan dan sebuah roti. Dia sudah dewasa sekarang. Dia benar-benar tumbuh dengan sangat cantik dan menawan," ucap Renji tampak memperlihatkan senyum malu-malunya.
"Dan kau percaya tidak, setelah sekian lama dan akhirnya aku bertemu lagi dengannya, hatiku langsung berdesir. Senyumnya masih sama, hanya lebih membuat candu, hingg membuatku ingin sekali memeluknya saat itu juga. Tapi...." Renji tidak meneruskan ucapannya, dan malah menghela napas. "Kau tenang saja, cepat atau lambat aku akan membawanya ke hadapanmu. Dan aku pastikan segala dendamu akan aku bayarkan."
Aku akan membawa dan mengambil yang seharusnya jadi milikku darimu Ryuzen Han. Sebentar lagi kau akan merasakan sakit yang aku rasakan, bahkan aku pastikan kau akan merasakan seribu kali lebih sakit dari yang kini aku rasakan.
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏