
Diruangannya Sara terlihat begitu anggun dan cantik, dengan gaun sabrina panjang berwarna biru tosca membalut tubuh indahnya. Rambut yang ditata sedemikian rupa melengkapi kecantikannya yang begitu memancar malam ini. Ia menatapi dirinya di depan cermin besar, melihat dirinya dalam balutan gaun indah yang khusus dipesankan oleh Ryuzen untuk dirinya.
"You look so beautiful, baby," ucap Ryuzen yang datang tiba-tiba dari sisi pintu masuk. Ia menghampiri istrinya yang tengah berdiri di depan cermin itu, memeluknya dari belakang, sambil mengecup mesra pipi merona sang istri.
"Apa kau gugup?" kata Ryuzen yang masih terus memeluk sang istri dari belakang sambil menempelkan sebelah pipinya di pipi sang istri.
"Ya, sedikit!" balas Sara.
Sara menghela napasnya, Ryuzen yang mendengarnya pun jadi bertanya, "Ada apa? Kau masih belum siapkah?"
"Hem, bukan begitu. Hanya saja setelah kau umumkan aku sebagai istrimu nanti, apakah kita masih bisa menjalani hidup kita sebagai keluarga seperti saat ini." Sara terlihat bahagia namun juga terlihat ada keraguan di hatinya.
"Aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan sesuai mauku, tapi aku akan berikan semua yang aku mampu dan miliki untuk kebahagiaanmu dan keluarga kita," kata Ryuzen yang kemudian membalikan wajah Sara ke hadapannya. Dengan jemari panjangnya, ia mengecup bibir Sara yang bagi Ryuzen terlihat seperti buah ceri yang segar. Mereka pun berciuman dan bercengkrama sebentar, sebelum pesta perayaan hari jadi Emerald di ballroom hotel Gloria benar-benar di mulai.
Hingar bingar pesta pun mulai semakin terasa, semua hadirin dari berbagai kalangan sudah memadati ballroom termasuk berbagai macam awak media yang beberapa memang secara ekslusif menyiarkan acara tersebut untuk di tonton publik. Di acara peringatan hari jadi Emerald tentunya bukan hanya kalangan pebisnis saja yang datang. Artis, filantropi, hingga para elit politik pun terlihat hadir di pesta yang di gelar sangat berkelas dan mewah itu.
Termasuk seluruh keluarga besar Han dan kerabat-kerabat Ryuzen yang juga turut hadir di acara tersebut. Setelah tamu-tamu semuanya sudah hadir, pembawa acara pun mulai membuka acaranya. Di mulai dengan kata sambutan yang dilakukan langsung oleh Nyonya Ivy Han, nenek Ryuzen sekaligus istri mendiang Yerumi Han sang pendiri Emerald.
Setelah beberapa menit Ivy Han memberikan kata sambutan, kini saatnya pidato dari CEO Emerald yang tidak lain adalah Ryuzen Han sendiri. Pembawa acara dengan penuh rasa hormat segera mempersilakan Ryuzen untuk berbicara.
"Pertama-tama aku secara pribadi mewakili grup Emerald, ingin mengucapkan terima kasih kepada semua hadirin yang telah datang pada hari ini. Empat puluh lima tahun Emerald berdiri, hingga menjadi salah satu yang terbesar di negeri ini bahkan di Asia. Tentunya hal itu tidaklah mudah, mengingat perjalanan dan pasang surut yang harus dihadapi Emerald, terutama oleh mendiang kakekku. Tapi aku senang karena kakekku bisa melewatinya dengan baik. Pastinya hal itu juga tidak luput dari peran nenekku tercinta yang selalu setia mendampinginnya."
Ivy Han tersenyum ke arah cucunya yang malam ini terlihat sangat tampan dan gagah, dengan balutan tuxedo kualitas terbaik menempel di tubuhnya.
"Terima kasih nenek!" ucap Ryuzen sambil melihat ke arah dimana sang nenek tengah berdiri.
"Selain itu, aku juga ingin berterima kasih kepada Kakak-kakakku Miya dan Henri, mereka tak henti-hentinya membantuku. Lalu keponakanku Rony Ang sang fotografer terbaik di negeri ini, iya kan?" Ryuzen menoleh ke arah dimana Rony tengah berdiri agak jauh dari anggota keluarganya yang lain, sambil menikmati segelas anggur di tangannya.
Melihat pamannya bertingkah begitu, Rony hanya bisa mendengkus tak suka, lalu mengabaikannya.
Cih!
"Yang pastinya juga untuk Kenzo asistenku, yang baru saja sembuh dari sakitnya dan tidak disini."
Semua tamu dan para awak media pun dengan seksama menyoroti pidato dari Ryuzen Han dan mengabadikannya.
"Dan satu hal yang sangat penting untuk kalian semua tahu. Dihari yang penting dan bersejarah bagiku ini. Aku ingin memperkenalkan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, seseorang yang membuatku bisa berdiri tegap pada malam hari ini."
Mendengar perkataan Ryuzen barusan, membuat para tamu undangan serta awak media jadi bertanya-tanya. Apa gerangan yang akan di umumkan oleh Ryuzen malam ini.
Dengan gaun biru toscanya yang menjuntai indah Sara menuruni tangga ballroom. Pesona istri Ryuzem Han itu seolah menyihir semua hadirin yang datang. Tak hentinya decak kagum keluar dari mulut para tamu-tamu yang datang melihat Sara yang begitu menawan malam ini. Ryuzen pun menghampiri Sara dan mengulurkan satu tangannya untuk membantu istrinya dan menggandennya menuruni anak tangga menuju spot utama di antara para tamu undangan.
Meski senyum indahnya terurai, hal itu tetap saja tak bisa menyembunyikan sepenuhnya rasa gugup yang dirasakan oleh Sara saat ini, terlihat dari cara Sara menggenggam erat lengan Ryuzen dengan agak gemetar.
"Kau tidak usah gugup sayang, ada aku disini." Ryuzen menyentuh tangan Sara yang agak gemetar itu untuk menenangkannya. Sara pun mengulurkan senyumnya tanda percaya pada ucapan suaminya itu. Kini mereka pun sudah berdiri di spot utama ballroom.
Jadi, anda adalah wanita itu nona Chen?
Bagaimana pertemuan anda dengan Tuan Han?
Apa anda sudah lama mengenal Tuan Han?
Sara yang tidak tahu harus bagaimana, menjawab pertanyaan beberapa awak media pun jadi agak bingung dibuatnya. Melihat situasi seperti itu, dengan cepat Ryuzen langsung menjawab rundungan pertanyaan para awak media itu.
"Istriku dan aku memiliki kisah cinta yang unik, dan yang paling penting, pertemuan kami terjadi karena untaian takdir yang terajut menjadi sebuah ikatan cinta." Ryuzen tersenyum menatap Sara.
Bagi Sara, Ryuzen adalah tempat terbaik dan teraman dirinya untuk berlindung. Seolah tak ada yang ia takuti saat bersama suaminya itu.
"Wah, aku tidak menyangka jika CEO Emerald sangatlah romantis, " puji salah seorang kolega Ryuzen.
"Aku selalu romantis untuk istriku," balas Ryuzen yang kemudian mencium kening Sara di hadapan para tamu. Dan kecupan tadi pun berhasil membuat wajah Sara berubah merah merona.
Perlakuan Ryuzen terhadap Sara barusan, sudah tentu berhasil membuat banyak orang merasa iri sekaligus memuji mereka yang terlihat sangat serasi berdiri berdampingan.
"Wow mereka serasi sekali ya!" puji Alin yang berdiri di dekat Rony yang tengah meneguk anggur di gelasnya.
"Serasi? Ya mereka serasi, saking serasinya hingga membuatku agak muak berlama-lama di acara ini." Rony yang terlihat kesal pun pergi meninggalkan ballroom menuju ke atas.
"Woah! Ternyata masih berlanjut ya, kisah keponakan yang cemburu pada pamannya. Keluarga Ryuzen memang unik!" ujar Jason yang tiba-tiba berdiri belum lama di samping Alin.
πΉπΉπΉ
Bersambung...
Temen-temen reader mohon maaf atas lambatnya update, karena ada sedikit kendala dan kesibukan saya sendiri di dunia nyata. Sekali lagi saya sangat berterimakasih untuk kalian yang sudah mau meluangkan waktu dan tenaga untuk membaca cerita saya.π
LIKE, VOTE, COMMENTNYA ditunggu! π