Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom [Extra part]


Beberapa tahun berlalu setelah Biyan Dao tewas ditangan Ryuzen, dan tepatnya tiga tahun berlalu pasca meninggalnya Renji.


Arvin's P. o. v


Kali ini biar aku sang putra mahkota keluarga Han yang bercerita tentang keluargaku. Jadi tiga tahun terakhir setelah kelahiran Aleya, kami sekeluarga memutuskan untuk kembali ke kediaman utama keluarga Han. Karena setelah kurang lebih tiga tahun ini, kami menetap di villa mewah yang yang dibangun oleh papi beberapa tahun yang lalu sebagai hadiah untuk mami.


Sejujurnya... bagiku tinggal di villa lebih menyenangkan dibanding tinggal di kediaman Han. Kalian tahu kenapa? Karena kalau di villa, papi lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga. Kalau dia kediaman Han...? Ya begitulah dia Businessman yang hampir tidak ada waktu untuk kerluarga. Tapi mau bagaimana lagi, sebagai salah satu orang paling berpengaruh di negeri ini, Papi harus mau tidak mau kembali tinggal di kediaman lama. Sebagai anak yang tidak suka menyusahkan orang tua, tentu aku hanya ikut saja meski aku tidak suka.


Bicara diriku lain halnya dengan Papi, Mami, dan adikku Leya. Kalau papi sudah pasti dia bahagia, karena memang dia sudah rindu bekerja langsung memimpin perusahaannya. Ditambah lagi, paman Kenzo yang akhir-akhir ini sudah sangat sibuk mempersiapakan acara. Kalian pasti bertanya-tanya acara apa? Ya benar! Kabar bahagia untuk kita semua, karena akhirnya paman Kenzo akan menikah dengan bibi Rina. Akhirnya paman asisten yang selalu sibuk dan sendirian itu bisa juga menikah hihi... ๐Ÿ˜


Oke lanjut, sekarang tentang perasaan the one and only Mami Sara yang harus kembali ke kediaman Han. Kalau mamiku yang cantik itu tipe wanita yang penurut, jadi dia pasti tidak akan protes diajak tinggal dimanapun, paling yang membuatnya akan bersedih hingga tiga hari tiga malam hanyalah, karena dirinya pasti akan rindu dengan segala macam tumbuhan bunga yang telah ditanamnya bertahun-tahun di villa. Kasihan mamiku, tapi biar saja hahaha...


Dan terakhir tentang adikku Aleya atau biasa aku panggil Leya si pengacau kecil. Kenapa pengacau kecil? Karena akhir-akhir ini setelah dia sudah pandai bicara dia selalu saja bertanya hal-hal aneh dan menyebalkan padaku, dan saat aku suka malas menjawab pertanyaannya, dia akan menangis dan mengadukanku pada mami seolah-olah aku ini telah memarahinya. Jujur saja dia itu Benar-benar adik durhaka. Aku tidak habis pikir kenapa adikku itu jadi menyebalkan begitu? Padahal aku kan baik, baik dalam menjahilinya hahaha...


Baiklah itu tadi,sedikit tentang keluargaku setelah tiga tahun berselang. Oh iya, hari ini aku dan kelurgaku sudah akan bersiap-siap untuk menghadiri acara pemberkatan pernikahan paman Kenzo dan bibi Rina. Kalian tahu, hari ini aku terlihat sangat tampan dan semua orang tahu itu. Baiklah... sepeertinya kita harus sambung nanti, karena bos besar alias papiku sudah memintaku untuk segera turun dari kamar.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Akhirnya kami tiba di lokasi pemberkataan pernikahan. Taman bunga yang awalnya biasa saja itu, seketika disulap menjadi tempat pesta yang di dominasi dengan warna putih lengkap dengan altar pernikahan yang telah tersedia. Tamu-tamu yang di undang tampak tidak terlalu banyak tapi tetap tidak melunturkan kesan mewah yang ada. Semua pegawai c-lovely pun datang di acara tersebut, tak terkecuali Thomas yang sampai sekarang perawakan dan tingkahnya masih sama seperti dulu.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Akhirnya saat yang paling ditunggu-tunggu tiba, dimana waktunya prosesi lempar bunga oleh pengatin wanita. Aku penasaran, ingin lihat siapa yang akan dapat bunga dan menikah selanjutnya ya? Pengantin sudah memunggungi hadirin dan siap melempar bunga. Dan gotcha! Semuanya gadis single berlomba-lomba mendapatkan bunga yang dilempar oleh sang pengantin. Tapi siapa sangka, ternyata yang mendapatkan lemparan bunga itu justru seseorang yang terlihat tidak sama sekali antusias mengikuti prosesi tersebut.


"Gina kau yang dapat!" Seru mami yang melihatnya. Bibi gina yang memegang bunga tersebut pun tampak bingung, bagaimana bisa bunganya terlempar ke arahnya padahal dirinya sama sekali tidak berniat ikut menangkapnya.


"Kenapa kau harus terlihat bingung?" Tiba-tiba suara seorang pria terdengar. Ternyata itu suara paman Jesper yang entah kapan tiba. Dengan mengenakan jas rapih paman Jesper tampak yakin melangkah berjalan mendekati bibi Gina. Setibanya di hadapan bibi Gina, paman Jesper tiba-tiba saja langsung berlutut dengan satu kaki, dan mengeluarkan sebuah kotak perhiasan, yang ternyata didalamnya sudah terdapat sebuah cincin berlian. Ini keren sekali, dihadapan bibi Gina dan para tamu undangan, paman Jesper pun dengan lantang bertanya kepada bibi Gina, "Gina, maukah kau menikah denganku?" Kalau aku jujur saja tidak kaget melihat hal itu, karena sebenarnya aku sudah tahu lebih dulu jika paman Jesper akan melamar bibi Gina๐Ÿ˜.


Semua tamu penasaran dengan jawaban bibi Gina, kalian juga tidak?


Tapi harusnya semua sudah tahu apa jawabannya bukan? Yas of course! Tentu saja jawaban bibi gina akan lamaran paman Jesper adalah yes i do!. Semua hadirin pun bersorak bahagia, terutama mami karena mami dari awal tahu persis bagaimana perasaan bibi Gina terhadap paman Jesper. Bagaimana dengan Ryuzen? Kalau papi...? Ya begitulah bahagia tentu, tapi tetap datar.


Dan setelah semua momen itu terjadi. Tiba akhirnya pada penghujung pesta, semua hadirin pun berpesta dan bergembira sambil berdansa bersama pasangan. Bibi Gina dengan Paman Jesper, Paman Kenzo dengan bibi Rina. Dan tentu saja papiku dengan the one and only my mami. Dengan diiringi musik dan juga hujan bunga semunya berdansa dengan penuh suka dan cita. Oh satu lagi, bagi yang menanyakan paman Jason? Percaya atau tidak, kali ini tuan dokter bukan menjadi dokter, melainkan menjadi Disc Jokey di pernikahan ini. Wow ternyata bakat tersembunyi dokter Jason adalah menjadi seorang DJ ๐Ÿ˜ฎ.


Lalu bagaimana dengaku? Hahaha... tentu saja aku ikut juga berdansa, tapi bukan dengan seorang gadis karena aku belum punya pacar. Aku kali ini berdansa dengan Aleya, adikku yang cantik sekaligus menyebalkan tapi tidak apalah, karena semuanya berbahagia meski dengan caranya masing-masing.


Baikalah cukup sudah narasiku, semoga bisa bertemu dengan cerita keluarga Han dilain kesempatan.... Aku Arvin Han yang tampan pamit SEKIAN....๐Ÿ˜˜


Terima kasih sudah mengikuti cerita keluarga Han, salam dari kami keluarga Han [Ryuzen, Sara, Arvin, Aleya]