Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love Petal Falls (Season 1 End)


Lizo terbelalak seolah tak percaya mendengar cerita itu, ia menengadahkan kepalanya ke wajah Ryuzen dengan tatapan takut. Ryuzen sendiri hanya tersenyum simpul melihat ekspresi Lizo saat ini.


"Ka... kau sudah tidak waras!" ucap Lizo.


"Memang sejak kapan aku pernah bersikap waras dihadapan musuhku?" Ryuzen menatap Lizo dengan tatapan menghina.


"Dimana kesombongan dan mulut besarmu yang kau nampakkan padaku beberapa hari yang lalu Lizo, huh?!"


#Bruakkk


"Argh....!" pekik Lizo saat wajahnya di hantam oleh tendangan kaki Ryuzen. Hidung dan bibir Lizo pun bercucuran darah. Ia kini jelas merasa kesakitan.


"Itu untuk penghianatanmu pada kakekku!"


#Bruakk!! Tendangan kedua, Lizo mulai tak berdaya!


"Itu untuk kesalahanmu padaku yang berani menaruh obat itu diminumanku! Malam itu, tadinya aku ingin sedikit berbaik hati padamu, karena berkat obat yang taruhkan pada minumanku waktu itu, aku bisa bersama istriku saat ini! Tapi.... kau malah mencoba mencelakai istriku dengan menjebaknya di dalam lift maka ini balasannya untukmu!"


*Bruakk tendangan ketiga Lizo pun akhirnya terkapar tak berdaya. Ryuzen memandang miris sekaligus jijik pada sosok Lizo yang kini pingsan terkapar di atas lantai.


"Selamat tinggal Lizo Xiao, kau hanya terlalu bodoh sampai tidak sadar selama ini hanya dijadikan alat oleh Biyan Dao. Selama ini kau berpikir kau adalah pemainnya, padahal Bukan! Bahkan di dalam sebuah permainan catur, kau itu tidak lebih dari sekedar pion biasa. Seandainya saja kau lebih memilih tidak menghianati kakek, kau mungkin akan selamat dan hidup tentram saat ini...," ungkap Ryuzen.


"Kenzo ringkus dia!"


"Baik Tuan!


"Oh iya, Kenzo apapun yang terjadi, sepenasaran apapun Sara suatu hari nanti, tolong jangan pernah biarkan dia tahu diriku, ataupun masa laluku yang seperti ini, aku tidak mau dia terseret sedikitpun di lembah hitamku!"


"Aku mengerti Tuan!" angguk Kenzo.


"Sara tidak boleh tahu apapun soal diriku dan black serpents, dia tidak boleh sedikit pun menyentuh apaalagi masuk ke dalam lembah hitamku itu. Setelah sekian lama, sepertinya memang tidak bisa lepas dari tempat itu seutuhnya.Tempat terkutuk! Tempat dimana manusia-manusia tanpa jiwa dan tanpa cahaya yang di dalam diri mereka. Termasuk aku!"


~~


Setelah memasukan Lizo ke penjara Naraku, Kenzo dan Ryuzen pun kembali, di perjalanan pulang mereka memutuskan untuk berhenti sejenak di dekat padang ilalang yang membentah luas di hadapan mereka saat ini. Ryuzen mengeluarkan sebatang rokok menyalakannya dan menghisapnya. Ryuzen tak berkata apapun iya hanya terus menghisap dan menghembuskan asap rokok di mulutnya.


"Tuan...!" Kenzo tiba-tiba menyentuh punda Ryuzen,


"Sepertinya lebih dari separuh hidupku akan terus berurusan dengan orang-orang itu," ucap Ryuzen dengan sorot matanya yang seolah mengisyaratkan kesedihan yang tak ingin ia perlihatkan.


"Tuan, kenapa kau memilih memasukkan Lizo ke penjara itu. Kenapa kau tidak masukan dia dan serahkan saja pada polisi, kita punya bukti kuat soal kejahatan Lizo yang mampu menjeratnya secara hukum," terang Kenzo.


Ryuzen menghembuskan asap dari mulutnya, "Biyan ada hubungan erat dengan black serpents jika aku serahkan semua pada polisi saat ini, aku tidak akan pernah tahu apa dan rencana apa yang akan dimainkan oleh pamanku yang licik itu. Black serpents itu organisasi yang berdiri diatas hitam dan putih.


"Mereka mungkin membantu instansi pemerintahan untuk menangkap buronan dan para sindikat-sindikat dan mafia yang merugikan negara. Tapi disamping itu, mereka juga bekerja untuk mafia dan yakuza yang mereka anggap menguntungkan bagi organisasi mereka. Jika aku hanya mengandalkan polisi dalam hal itu pasti akan sangat sulit, karena black serpents sudah pasti akan meng-cover semua kejahatan yang dilakukan Biyan serapat mungkin. Untuk menghancurkan Biyan itu sama artinya aku juga harus kembali berhubungan dengan black serpents,"


"Tuan, aku yakin langkah yang kau ambil adalah yang terbaik! Apapun itu aku akan terus setia membantumu," ucap Kenzo.


"Apa kau tidak masalah jika kita kembali ke tempat itu?"


"Terima kasih!" ucap Ryuzen.


~~


Di villa Sara baru saja selesai memasak makan malam, ia hanya tinggal menunggu suaminya pulang. Ingin tahu dimana suaminya saat ini, Sara pun mencoba menghubungi ponsel Ryuzen.


"Lo, kenapa suara dering ponselnya terdengar dari sini ya?" Sara keheranan bisa mendengar dering ponsel Ryuzen. Dirinya pun mencari sumber suara ponsel itu, ternyata Ryuzen sudah ada di depan pintu masuk saat Sara menelponnya. Melihat Ryuzen sudah di depan pintu Sara pun mengukirkan senyum temanisnya untuk sang suami.


"Aku pulang...!" ucap Ryuzen.


"Selamat datang," sambut Sara dengan wajah berseri-seri.


Ryuzen langsung berjalan mendekati Sara, dan memeluk istrinya itu dengan erat hingga tubuh Sarapun sedikit terangkat. Ryuzen menenggelamkan wajahnya diantara pundak dan leher Sara.


"Ada apa?"


"Tidak... aku hanya ingin memelukmu saja, tolong jangan bergerak dan biarkan aku memelukmu untuk beberapa saat!" pinta Ryuzen, Sara menuruti kemauan suaminya dan mengusap-usap lembut punggung Ryuzen untuk memberikannya ketenangan.


Setelah beberapa saat berpelukan, Ryuzen melepaskan pelukannya itu dan memberikan kecupan singkat di bibir istrinya. Sara yang melihat hal itu merasa sedikit aneh pada suaminya, tapi dirinya tahu saat ini pasti suaminya tengah lelah atas semua permasalahan yang di hadapinya, dan ia tidak ingin menambah beban pikiran Ryuzen dengan bertanya-tanya hal lain.


Sara kemudian membantu Ryuzen melepas dasi dan jasnya, setelah itu ia mengajak Ryuzen untuk makan malam dulu.


"Ryu... kau makan dulu ya, aku sudah masak ikan asap dan sup jamur untukmu." Sara menatap sambil membelai wajah Ryuzen.


"Sepertinya lezat...!" kata Ryuzen menatap Sara dengan tatapan lapar.


"Untukmu aku akan berikan yang terbaik," balas Sara.


Ryuzen melingkarkan tangannya di pinggang Sara, medekapkannya ke tubuhnya dan menatap dengan lembut istrinya itu, "Sara... terima kasih karna telah hadir dalam hidupku, aku sangat bersyukur akan hal itu."


"Aku pun begitu, tapi maaf, aku tidak bisa terlalu banyak membantumu menyelesaikan masalah-masalahmu seperti saat ini."


"Kau bicara apa, kau adalah sumber kekuatan terbesar dalam hidupku Sara. Berkat dirimu, aku bisa merasakan apa itu kehangatan dan kasih sayang yang sesungguhnya, bersamamu aku seolah kembali mendapatkan kehidupanku sebagai seorang manusia pada umumnya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidupku saat ini, jika tanpa dirimu Sara..."


"Kalau begitu, biarkan aku selalu ada disisimu sebagai kekuatanmu..." ucap Sara lembut


"Aku sangat mencintamu Sara..."


"Aku juga mencintaimu Ryu..."


Dan mereka pun saling berpagutan ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"To love is nothing, to be loved is something, to love dan be loved is everything." โ™ฅ๏ธ


~Love petal falls goes to love petals bloom~


Thank You for support me fellas..๐Ÿ™