Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 133


Sesampainya di toko buku Jesper langsung saja mencari dimana pria itu berada. Ia pun berkeliling melewati tiap lorong di toko buku tersebut. Aku yakin sekali pria itu masuk ke dalam toko buku ini.


Itu dia! Jesper akhirnya menemukan pria yang kemarin ditemuinya di coffee shop. Aku harus bertingkah normal dihadapannya agar tidak terlalu mencolok. Jesper pun berusaha mendekatinya dengan cara, berpura-pura mencari buku yang letaknya dekat dengan tempat dimana pria itu kini berada sekarang. "Jadi kau suka buku-buku sastra klasik seperti ini tua ?" Ucap Jesper pada pria tersebut.


Pria itu sontak langsung menoleh ke arah Jesper yang berdiri di sebelahnya. "Oh kau itu..., bukankah kau pria yang aku temui di coffee shop kemarin?" Tanya pria tersebut.


"Iya kau benar, aku pria yang kau bantu saat buku-buku terjatuh." Pria itu mengangguk paham.


"Oh iya, namaku Jesper Lin!" Ucap Jesper, sambil mengulurkan tangan, mengajak berjabat tangan pada pria yang masih mengenakan kacamata hitamnya tersebut.


"Tuan Jesper Lin senang bertemu dengan anda, aku RenHao," jawabnya sambil menyambut jabat tangan Jesper.


Jesper seketika kaget saat mendengar pria itu memperkenalkan namanya. "Tunggu dulu! Tadi kau bilang siapa? Ren- Hao?" Meski tidak membaca bukunya, tapi sedikit banyak Jesper jelas tahu soal RenHao, mengingat Jesper tahu betul jika Sara suka sekali membeli buku karangannya.


RenHao alias Renji itu mengangguk mengiyakan.


"RenHao, maksudmu... si penulis berbakat yang terkenal itu kan?" Tanya Jesper agak belum percaya.


"Terima kasih atas pujian anda tuan Lin, tapi aku tidak sehebat itu."


Jadi, selama ini yang mengirimi Sara bunga-bunga itu, adalah penulis buku favoritnya sendiri? Tapi kenapa dan untuk apa seorang idola mengirimi fansnya sampai seperti itu?"


"Apa kau juga membaca buku karanganku Tuan Lin?" Tanya Renji (RenHao)


Jesper tampak memijat pelipisnya. "Um, jujur saja... aku tidak tertarik membaca genre buku-buku seperti yang kau tulis itu. Tapi aku pernah membacanya sedikit, karena salah satu temanku adalah penggemar setiamu. Dan sepertinya... dia akan merasa iri sekali, jika tau aku bisa bertemu dan mengobrol denganmu sedekat ini."


"Begitukah? Wow, aku jadi ingin sekali bertemu dengan teman anda itu!" Pungkasnya.


"Ya... mungkin, suatu hari nanti tuan RenHao, kau bisa bertemu dengannya."


"Iya itu tentu saja, sangat mungkin bertemu dengan penggemarmu." Jesper melihat RenHao barusan mengambil sebuah buku tentang varietas bunga.


"Tuan RenHao, apa kau menyukai bunga?"


"Tidak juga, memangnya kenapa tuan Lin?"


"Oh tidak apa-apa, hanya saja, tadi aku sempat melihatmu mengambil buku tentang bunga-bunga, jadi aku pikir kau memang sangat tertarik dengan varietas bunga."


Renji terkekeh kecil."Sejujurnya, aku tidak terlalu menyukai bunga. Tapi... aku sangat suka memberikan bunga untuk orang yang sangat berharga bagiku."


Ap- Apa maksudnya dia bilang begitu?


"Tuan RenHao, tapi apa kau suka bunga tulip? Maksudku..., aku lihat saat kita bertemu kemarin, kau membawa sebuah buket bunga tulip? Apa bunga itu untuk seseorang yang penting bagimu?"


Renji tersenyum datar. "Sepertinya... tuan Jesper Lin ini termasuk orang cukup banyak bicara juga ya, meskipun secara penampilan anda terlihat sebaliknya."


Apa maksudnya? Dia menyindirkukah?


"Oh maaf sebelumnya, aku bicara begitu bukan menyindir anda. Barusan aku hanya teringat soal realita kehidupan manusia zaman sekarang, yang nyatanya, banyak sekali di dunia ini orang-orang yang tampil dengan topeng palsunya, demi menutupi apa yang tidak ingin orang lain lihat pada dirinya."


Caranya bicara jelas itu adalah satir untuk menyindirku. RenHao sepertinya bukan sekedar penulis novel. Aku jadi makin penasaran dengan pria ini


"Oh... tentu saja! Aku pun tidak masalah dengan perkataanmu barusan. Karena kenyataannya memang, orang-orang zaman sekarang mirip seperti apa yang kau katakan barusan."


"Baguslah kau paham! Oh iya.. kau tadi bertanya soal buket bunga yang aku bawa kemarin bukan? Biar aku tebak, tuan Jesper pasti sebenarnya ingin tahu untuk siapa bunga tulip yang kubawa itu." Jesper seperti semakin memiliki firasat tidak baik tentang pria yang ada di hadapannya ini. Kenapa dia seolah mengetahui maksudku?


"Bukan begitu tuan pengacara Jesper Lin?" Ucapnya RenHao


Seketika Jesper terperanjat kaget dibuatnya. "Ka- kau, bagaimana kau bisa tahu soalー"


"Tidak perlu memasang ekspresi kaget begitu tuan Jesper. Kau itu kan pengacara hebat sebelumnya, jadi bukan hal aneh kan jika banyak yang kenal denganmu?" Tukasnya dengan ekspresi datar.


Sebenarnya siapa RenHao ini. Aku rasa dia ada hubungan dengan Sara yang belum aku ketahui, tapi apa? Pria ini sepertinya berbahaya.


"Tentu saja, tidak apa-apa tuan RenHao. Akupun masih ada urusan lain setelah ini, " balas Jesper yang mencoba tetap ramah.


"Baguslah...!" Renji yang kemudian hendak melenggang pergi, tiba-tiba berhenti sejenak. "Oh iya tuan Jesper, sebelum aku pergi, aku hanya ingin tanya padamu."


"Apa itu?"


"Kau tidak sedang mencaritahu tentang diriku kan?"


Orang ini! Jesper benar-benar takjub dibuatnya lagi oleh RenHao (Renji Haoran) Jesper tertawa palsu bermaksud menutupi tebakan RenHao itu. "Kau tenang saja, aku tidak bermaksud seperti yang kau pikirkan itu, tuan RenHao."


"Oh! Syukurlah kalau begitu. Baiklah tuan Jesper aku duluan, senang bertemu denganmu!" Ujar Renji yang kemudian pergi meninggalkan Jesper tanpa menoleh sama sekali.


Pria itu... dari cara bicaranya, sudah jelas dia pasti bukan orang yang mudah untuk diselidiki. Tapi yang masih menjadi pertanyaanku adalah, kenapa dia mengirimi Sara bunga-bunga itu dengan rutin. Apa sebenarnya yang direncanakan pria itu pada Sara? Apa Ryuzen kenal pria ini?


~~


Di tempat lain, Kenzo terlihat tengah menikmati Sarapan bersama Rina di sebuah kafe yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Emerald. Kenzo dan Rina tampak seperti sepasang kekasih yang baru saja meresmikan hubungannya. Mereka tampak saling melempar senyum, bahkan sesekali Kenzo menggoda Rina saat sedang makan. "Hei, makanmu berantakan tuh!" Ujar Kenzo yang langsung mengelap bibir Rina yang berantakan karena makanan. Seketika degup jantung gadis itu berubah jadi lebih cepat.


Aduh! Aku benar-benar malu dibuatnya. Ini pertama kalinya pria memperlakukanku sespesial ini. Ungkap Rina dalam hati.


"Kenapa wajahmu jadi merah begitu?" Kenzo heran melihat wajah Rina yang tiba-tiba jadi memerah.


"Apa kau sedang demam Rina?" Tanya Kenzo yang kemudian menyentuh kening Rina dengan spontan mengira Rina sedang demam. Sampai-sampai Kenzo baru sadar jika dirinya saat ini, masih berada di tempat umum. Seketika itu juga, Kenzo pun jadi malu dibuatnya. Hingga pada akhirnya, keduanya pun sama-sama kikuk dibuatnya oleh tingkah mereka masing-masing.


"Emm... Akuー" ucap keduanya secara bersamaan.


"Maaf ya, aku lupa kalau kita masih di tempat umum," terang Kenzo takut perbuatannya tadi membuat Rina tidak nyaman.


"Iya iya tidak masalah, lagipula akupun sama sepertimu kok."


"Eh, apa maksudmu sama?"


"Oh bukan apa-apa sudah lupakan!" Sanggah Rina.


"Oh baiklah...! Ngomong-ngomong... tadi kau bilang mau cerita sesuatu?" Tanya Kenzo yang kemudian menyuap makanannya ke dalam mulut.


Eh iya aku kan mau cerita soal kak Sara.


"Jadi begini... beberapa hari ini, kak Sara sering sekali mendapat kiriman bunga dari orang yang tidak diketahui identitasnya." Rina meceritakan hal itu pada Kenzo, karena ia pikir Kenzo pasti sudah tahu dari Ryuzen yang notabennya suami Sara. Namun kenyataannya Kenzo pun sama sekali tidak tahu akan hal itu.


"Jadi kau belum tahu hal tersebut?" Ujar Rina tidak menyangka.


"Belum! Entah belum diberitahu atau tuanku pun tidak tahu, tapi sepertinya tuan muda tidak tahu. Lalu? Bagamana dengan nona Sara?"


Rina mengangkat kedua bahunya. "Aku pun tidak mengerti sebenarnya, yang aku tahu bunga itu dari seorang pria pastinya."


Kenzo yang benar-benar baru tahu soal hal ini, juga tidak tahu harus berbuat apa. Kira-kira Tuan muda sudah tahu soal ini apa belum ya?


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih kepada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author mohon maaf, karena tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering kali novelnya slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.


Dan buat yang sudah baca novel ini, jangan lupa ya untuk selalu tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa juga untuk bantu di SHARE komik ini, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti sekali buat aku.


Satu lagi temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya... buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏