Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 68 : Enam bulan kemudian


Enam bulan kemudian ~


Enam bulan pasca Ryuzen dan Sara menikah secara kontrak, semuanya berjalan seperti kesepakatan. Arvin tetap tinggal di asrama dan pulang setiap akhir pekan. Identitasnya sebagai putra dari Ryuzen Han pun masih tersimpan rapat dari khalayak umum hingga saat ini.


~C-lovely Florist


"Sara, aku lelah sekali akhir-akhir ini semakin banyak Event Organizer dan hotel-hotel besar, yang berlangganan dengan toko bunga kita, belum lagi pesanan-pesanan karangan bunga dari perusahaan-perusahaan besar yang akhir-akhir ini semakin banyak."


Thomas merenggangkan otot-ototnya lalu duduk di sebelah Sara, yang kini tengah memeriksa pesanan yang harus diantar hari ini.


"Lho, bukankah itu hal yang bagus? Harusnya kau senang kalau kita semakin banyak pelanggan bukan?" ujar Sara pada Thomas.


"Ya kau benar sih," kata Thomas setuju dengan ucapan Sara.


"Jujur saja, aku tidak menyangka C-lovely yang awalnya, hanya aku dan kau saja kini kita sudah punya karyawan. Demi Tuhan, aku senang sekali Thomas, ternyata usaha kita mendirikan toko bunga ini tidak sia-sia," ungkap Sara dengan begitu bahagia.


"Eh kau masih ingat tidak, pertama kali kita memutuskan untuk membuka usaha ini?," ujar Thomas mengingat awal mula berdirinya C-lovely florist.


"Tentu saja, saat itu aku tidak tahu lagi harus bekerja dimana untuk menghidupiku diriku dan Arvin, hingga munculah dirimu sebagai dewa penolongku dan menawariku pekerjaan sebagai perangkai bunga yang dibayar 5 dollar perhari, aku ingat sekali...."


"Iya sih, tapi kau tahu Sara.... dengan statusmu yang istrinya seorang CEO nomor satu di negeri ini, harusnya kau tidak perlu repot-repot lagi bekerja disini lagi tahu?" ungkap Thomas.


"Statusku memang istrinya, tapi tetap saja uangnya bukan milikku. Lagi pula kau tahu kan, mana bisa aku berdiam diri tanpa melakukan apa-apa di rumah."


Thomas tergelak, dan beranjak bangun dari kursinya, "Ya, ya, aku tahu persis dirimu kok," ujar Thomas mengangkat jarinya membentuk simbol oke.


"Oh iya, Thomas bukanya hari ini kau ada janji dengan salah satu EO?"


Thomas jadi panik dan heboh sendiri karena lupa hal itu.


"Astaga Sara! Kenapa kau tidak bilang dari tadi sih! Kalau begitu aku pergi dulu ya... Bye..!" Thomas pun pergi dengan terburu-buru.


Beberapa waktu kemudian, salah satu pegawai Sara memanggilanya.


"Kak Sara!"


Sara yang tengah mengecek pesanan pun menoleh,


"Ada apa Rina?" (menyebut nama pegawai itu)


"Itu di depan toko ada Pria tampan yang mencarimu!"


"Pria tampan siapa? Apa mungkin Ryuzen? Ah... tapi mana mungkin?!" pikir Sara menduga-duga.


"Siapa?" tanya Sara pada Rina,


"Aku tidak tahu, daripada penasaran kau langsung temui saja dia di depan!


Rina benar, dari pada penasaran langsung temui saja orangnya**.


"Baiklah, aku akan menemuinya," ujar Sara


Sara pun langsung bergegas menemui Pria yang dimaksud oleh Rina tersebut. Sampai di depan toko, Sara mendapati seorang pria yang tengah melihat-lihat bunga. Senyum Sara mengembang melihat sosok yang sudah lama tidak ia jumpai itu.


Rony pun menengok dan berjalan tersenyum menghampiri Sara. "Ini, bunga cantik untuk Sara yang paling cantik," ucap Rony sambil memberikan setangkai bunga tulip untuk Sara.


Sara pun, menerimanya dengan senang hati.


"Oh, Rony terima kasih banyak, kau selalu saja memiliki cara untuk membuatku senang," ujar Sara merasa senang menerimanya.


"Hem, ngomong-ngomong, apa kau merindukanku?" tanya Rony pada Sara dengan ragu-ragu.


"Tentu saja aku rindu, kau awalnya hanya pamit satu bulan bekerja, eh malah jadi sembilan bulan, menyebalkan!" balas Sara agak kesal pada Rony.


"Hehehe.. maaf, maaf. Oh atau begini saja, sebagai permintaan maafku, aku ajak kau ke pameran fotografi nasional yang akan diadakan di hotel Gloria malam ini bagaimana?"


"Malam ini Ryuzen bilang akan pulang telat, itu berarti aku bisa pergi ke pameran itu"


"Baiklah, aku mau," ucap Sara menerima ajakan Rony.


"Oke, kalau begitu nanti aku jemput kau pukul 06.30 Malam."


"Kalau begitu, sekarang aku pamit pergi dulu, sampai jumpa nanti malam," sambung Rony yang kemudian langsung pergi meninggalkan toko.


"Ya tentu saja, sampai jumpa nanti malam!" balas Sara pada Rony yang sudah beranjak pergi.


Ternyata tanpa disadari oleh Sara, para pegawainya sejak tadi diam-diam, memperhatikan Sara dan Rony yang mengobrol barusan. Alhasil Sara pun digoda oleh para pegawainya.


"Kak Sara, kakak yang tadi manis sekali lho," Gurau salah satu pegawai Sara yang bernama Rina.


"Iya, dan lagi dia juga tampan. Iya kan Nona Sara, hayo ngaku, pasti pria tadi pacarmu ya...?" sahut Orin yang juga ikut menggodanya.


"Ayolah, kak Sara mengaku saja, kakak tampan tadi itu pacarmukan?" desak Rina.


"Astaga gadis-gadis ini, apa yang mereka pikirkan sih? Kalau saja kalian tahu aku ini sudah menikah, dan punya anak pasti kalian tidak mungkin berkata begitu!"


"Dengar ya nona-nona, dia itu bukan pacarku dan lagi kenapa sih, kalian ini selalu saja bersemangat kalau membahas masalah hubungan orang lain?" ucap Sara terheran-heran dengan kelakuan para pegawainya tersebut.


"Oh itu sudah pasti, apalagi kalau yang dibahas adalah pria-pria tampan, sudah pasti kami semangat," terang Orin dengan wajahnya yang kini terlihat tersipu malu.


"Betul, terutama kalau sudah membahas soal hubungan percintaannya CEO Emerald bukan seru lagi tapi makanan sehari-hari kami," imbuh Rina berkelakar.


"Iya, Tuan Ryuzen Han yang tampan, kaya raya dan mempesona itu sudah pasti jadi list utama pria tampan yang akan kami bahas," ucap Rina.


"Andai saja, aku punya pacar seperti Tuan muda Han, pasti aku tidak perlu capek-capek kerja lagi," ujar mereka secara bergantian, hingga para gadis itu pun larut pada khayalan mereka masing-masing.


"Baiklah nona-nona, waktu mengahayal kalian sudah selesai. Sekarang kita kembali bekerja, karena pesanan kita hari ini cukup banyak, oke?" ucap Sara merusak khayalan mereka.


"Siap!" jawab mereka kompak, dan mereka pun akhirnya kembali bekerja.


"Astaga..., bahkan pegawai di sini juga fans si Ryuzen itu, Ryuzen kau benar-benar lady killer sejati," batin Sara yang teheran-heran.


Like, comment, vote thank you 🌷