Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 35 : Awal Kelicikan


Ryuzen yang berdiri dibelakang Sara pun langsung dengan mudah menyambar kotak sereal itu, dan menaruhnya dengan mudah ke dalam lemari. Sara yang kaget akan kedatangan Ryuzen pun langsung memutar tubuhnya, dan kini ia berada di hadapan Ryuzen yang tubuhnya jauh lebih tinggi darinya. Sara mendongak untuk bisa melihat wajah Ryuzen.


Kini mata Ryuzen yang tajam saling bertemu dengan mata bulat Sara yang berbinar. Ryuzen menatap wajah sendu Sara dan terpaku pada bibir merona Sara yang bagaikan ceri segar.


Sara semakin membulatkan matanya saat wajah Ryuzen semakin mendekat dan....


#bruakkk


Sara kaget dan bergeming, mendegar suara kedua tangan Ryuzen yang berada diantara tubuhnya menggebrak meja dapur yang ada dibelakang Sara.


"Aku lapar, aku mau makan pasta!" kata Ryuzen tiba-tiba, dengan ekspresi dingin dan tatapan tajamnya. Ryuzen pun seketika berbalik arah dan berjalan sambil membuka tiap kancing di kemeja yang ia kenakan sejak pergi ke kantor.


"Tuan Ryu kau mau mandi?" tanya Sara spontan melihat Ryuzen melepas kancing-kancing kemejanya.


"Ya, dekat-dekat denganmu membuat tubuhku jadi panas dan gerah!" ujar Ryuzen sambil terus berjalan.


"Memangnya, yang minta dia dekat-dekat itu siapa? Jelas-jelas dia yang tiba-tiba muncul dibelakangku dan..., arghh... aku tidak mau mengingatnya!" Sara menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menepis pikirannya tentang Ryuzen Han yang tadi saling beradu pandangan dari jarak dekat.


"Huh, gara-gara pria itu, konsentrasiku jadi buyar," keluh Sara, yang kini sudah mulai memasak makan malam untuk Ryuzen.


~~


~Kantor Emerald


Keesokan harinya Tina pergi mengunjungi kantor Emerald, untuk menjalankan rencananya.


"Nona, Tuan Han sudah menunggu anda di ruangannya," ucap Morin sekretaris Ryuzen pada Tina.


"Oke!" Tina pun langsung beranjak dari kursi yang ia duduki dan menuju ke Ruangan Ryuzen.


#tok tok


"Masuk!" ujar Ryuzen dari dalam ruangan.


Tina pun akhirnya masuk ke ruangan Ryuzen dan melihat Ryuzen yang kini tengah duduk di kursi sambil menyilangkan kakinya dan memegang gelas anggur di tangannya.


"Baru pertama kali melihat Ryuzen Han secara langsung, dan wow benar-benar pria sempurna. Sial! Kenapa bukan aku saja yang tidur dengannya lima tahun lalu, kenapa harus sepupuku yang sialan itu." gerutu Tina dalam pikirannya.


"Duduklah...!" pinta Ryuzen dengan suara beratnya.


Dari tempat duduknya Ryuzen melirik Tina dengan sorot matanya yang tajam.


"Memang benar pilihanku untuk pakai baju yang seperti ini ( belahan dada Rendah), semua pria suka bagian tubuh wanita kan." Tina merasa bangga melihat Ryuzen meliriknya dan berpikir Ryuzen tertarik padanya.


"Aku harus berpura-pura, di depan Ryuzen Han agar dia tidak curiga," pikir Tina licik.


"I... iya Tuan, aku yang malam itu bersamamu," jawab Tina berpura-pura lugu dihadapan Ryuzen.


"Sebenarnya aku ingin mengembalikan ini padamu." Tina mengeluarkan kartu nama Ryuzen yang pernah ia tinggalkan di kamar hotel lima tahun lalu.


"Jadi dia benar-benar gadis lima tahun yang lalu...!" Ryuzen kembali melirik Tina, dan mengkat sebelah alisnya.


"Sejak malam itu, apa kau baik-baik saja?" tanya Ryuzen,


"Ya, aku baik-baik saja," jawab sambil memainkan rambutnya dan menyibakkannya ke telinga, seolah menarik perhatian Ryuzen.


"Kenapa kau tidak menghubungiku sejak lama?" kata Ryuzen serius.


"Aku, aku takut! Sejak kejadian kita malam itu, aku jadi putus dengan pacarku dan aku kini sebatang kara." terang Tina mengada-ada.


"Aku minta maaf padamu. Kau jadi menanggung semuanya gara-gara aku." ucap Ryuzen merasa bersalah.


"Ti, tidak apa-apa Tuan, aku kesini hanya ingin mengembalikan kartu namamu saja. Kejadian malam itu aku sudah tidak mau mengingat-ingatnya." ucap Tina lirih.


"Kau, disini tinggal dimana?" Tanya Ryuzen.


"Aku tidak punya tempat tinggal, aku juga tidak tahu harus menginap dimana," balas Tina memasang wajah memelas.


"Wanita ini pasti tidak memiliki siapa-siapa di kota ini." tebak Ryuzen.


"Ini, kau gunakan saja uang itu, dan sementara itu kau menginap dulu di hotel Gloria, kau langsung datang saja ke hotel karena aku yang akan buat reservasinya." Jelas Ryuzen yang memberikan cek 200 ribu dollar pada Tina


"Tuan, kau terlalu baik.., aku tidak perlu ini semua" ujar Tina pura-pura menolak


"Tidak, malam itu kau sudah menyelamatkanku. Anggap saja ini sebagian kecil dari balas budiku padamu," jelas Ryuzen yang kemudian kembali mengambil gelas anggurnya.


"Kalau begitu terima kasih banyak Tuan Han," ucap Tina sumringah


"Ingat, kau jangan pergi dulu dari hotel sebelum aku minta, karena aku akan menemuimu disana. Hutang budiku padamu belum selesai!" pesan Ryuzen pada Tina.


"Baik Tuan, aku permisi dulu!" Tina pun meninggalkan ruangan Ryuzen dengan hati puas dan senang sambil membawa cek dari Ryuzen tadi.


Jangan lupa like, comment dan share. Jangan lupa di vots juga. Thank You....🌷😘