Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 58 : Seandainya..


~Rumah Sara


Suara bel berbunyi, Sara yang sudah tahu jika Jesper akan datang pun langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Jesper masuk.


"Jesper, masuklah!" kata Sara tersenyum hangat.


"Semoga kedatanganku, tidak mengganggumu ya," gurau Jesper.


"Tentu saja tidak, kan aku sendiri yang bersedia menerima kedatanganmu hari ini! Oh iya kebetulan aku baru mau masak makan malam, bagaimana kalau kau ikut makan malam bersama aku dan Gina saja disini."


"Jadi, Gina juga kemari?"


"Ya..., dia kemari sejak tadi, sekarang dia sedang keluar sebentar. Kau duduk saja dulu akan aku buatkan minum." Jesper pun mengindahkan kata-kata Sara yang menyuruhnya duduk di ruang TV. Sementara Sara tengah membuatkannya minum, tidak sengaja Jesper melihat bingkai foto yang terpasang foto Arvin di dalamnya.


"Jadi ini anaknya Sara...?" ucap Jesper memandangi foto Arvin.


~Perjalanan Pulang kerumah Sara


"Oh iya paman, selain jago menembak, apa kau bisa bela diri?" tanya Arvin penasaran.


"Iya" jawab Ryuzen yang kini tengah menyetir mobilnya.


"Bela diri apa saja yang kau bisa?"


"Judo, karate, wingchun, silat, krav maga, taekwondo, dan lainnya...," jelas Ryuzen.


"Biar ku tebak, kau juga pasti ahli bermain pedang!" ujar Arvin


"Lumayan..."


"Kau ini sepertinya kebanyakan nonton film action ya?" tebak Ryuzen tentang Arvin.


"Ya mau bagaimana lagi, film action memang paling cocok untuk laki-laki sepertiku," ungkap Arvin dengan ekspresi seolah menyombongkan diri.


"Begitu ya...," seringai Ryuzen.


Beberapa detik terasa sunyi diantara Ryuzen dan Arvin mereka pun saling berdiam diri, hingga Ryuzen akhirnya membuka mulutnya untuk memecah keheningan di antara mereka.


"Arvin, apa Sara sering cerita tetang siapa papimu?"


"Tidak juga, Mami lebih sering menghindar tiap di tanya perihal Papi kandungku, dan setalah itu raut wajahnya berubah jadi sedih," ungkap Arvin dengan polosnya.


"Apa kau masih ingin bertemu dengan papimu itu?"


Arvin mengangguk,


"Tentu saja! Aku ingin sekali melihatnya, bagaimana dirinya, rupanya, dan bayak hal lainnya yang ingin aku lakukan dengan Papi," terang Arvin.


"Seandainya papimu ada disini, kau mau bilang apa padanya?"


"Aku ingin bilang.... Aku sangat merindukannya, dan jangan pergi meninggalkan aku dan mami lagi."


"Seandainya aku ini papimu sungguhan bagaimana?"


Arvin pun bergumam dalam hatinya, "Tanpa ditanya pun aku akan sangat senang sekali jika paman Ryuzen benar-benar papiku, tapi saat ini... aku tidak boleh terlihat teralalu gembira karena itu kan baru seandainya."


"Aku tidak tahu, tapi biar aku beri tahu satu fakta, seumur hidupku, cuma Paman satu-satunya pria yang level ketampanannya setara denganku, jadi kalau paman jadi Papi asliku rasanya cocok-cocok saja ku rasa," terang Arvin dengan begitu percaya diri.


"Watak Arvin cukup mirip denganku, aku tahu apa yang ia inginkan dan rasakan sebenarnya. Arvin kau tenang saja, kedepannya aku tidak akan meninggalkanmu, atau pun membiarkan orang lain menghinamu dan mamimu lagi, tidak akan pernah!"


~Kediaman Sara


*Ting tung


Suara bel berbunyi, Sara dan Gina tengah sibuk menyiapkan makan malam, dan dengan senang hati Jesper pun menawarkan dirinya untuk membukakan pintu.


"Biar aku saja yang buka!"


"Tolong ya Jesper," ucap Sara yang kini sibuk menyiapkan sendok, garpu dan sumpit diatas meja.


Jesper pun membuka pintu dari dalam. Alhasil, Jesper berhasil dibuat cukup terkejut oleh kemunculan pria di hadapannya yang kini tengah bersama anak laki-laki, yang tertidur di gendongannya.


"Tuan Ryuzen Han, kau...?" ucap Jesper yang terlihat cukup terkejut.


"Oh... rupanya Pengacara Lin," balas Ryuzen dengan ekspresi dinginnya.


🌹🌹


Comment, like and of course vote, 😁


Thank You 🌷