Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 6


Setelah acara makan malam usai, Miya dan Henri  sudah harus pulang duluan karena besoknya masih ada urusan yang harus dikerjakan.


"Nenek, kami pulang dulu ya," ucap Miya pada nenek Ivy.


"Ryuzen, soal perkebunan semua sudah beres," ucap kak Henri.


"Aku tahu kau paling bisa di andalkan kak," sahut Ryuzen dengan nada santai.


"Arvin, bibi dan paman pulang dulu ya, kapan-kapan kau mainlah ke kediaman kami," ucap Miya seraya mengundang keponakan kecil mereka untuk main ke kediamannya lain hari.


"Tentu saja, kapan-kapan aku akan main ke rumah Bibi dan Paman,"


"Sara ajak anakmu ke tempat kami lain waktu ya, sejak Rony besar kami jadi rindu punya anak laki-laki lagi..." kelakar Henri.


Sara tersenyum, "Pasti, kapan-kapan aku akan main dengan Arvin."


"Oh iya dimana kak Rony?" tanya Arvin saat menyadari tidak ada Rony disini.


"Mungkin sibuk dengan studio fotonya," tebak Miya.


"Kalau begitu, kami pergi dulu ya semuanya...!" Setelah Miya dan Henri pamit, mereka kemudian menjalankan mobil dan pergi meninggalkan kediaman Han.


~


Setelah itu, semua orang pun sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ryuzen seperti biasanya membahas soal pekerjaan dengan Kenzo di ruang kerjanya. Nenek Ivy juga tengah menemani Arvin di kamar miliknya.


Sedangkan Sara sendiri justru menghabiskan waktunya untuk berkeliling di mansion milik keluarga Han. Meski sudah beberapa kali datang ke tempat kediaman Han, tapi ini adalah pertama kalinya Sara akan tinggal di kediaman ini selama beberapa hari ke depan.


"Taman di sini benar-benar dirawat dengan baik! Nenek pasti benar-benar memperhatikan bunga-bunga yang ia tanam di taman ini," ungkap Sara yang kagum dengan taman yang ada di hadapannya saat ini.


Ketika dirinya melihat-lihat taman belakang kediaman Han, tidak sengaja dirinya malah melihat Rony yang tengah berdiam diri di halaman belakang itu juga, sambil memandangi sebuah kolam air mancur yang ada di ujung sana.


Sara pun berinisiatif untuk menemuinya.


"Bagaimana pun Rony sekarang sudah jadi keponakanku. Aku hanya berharap hubungan kami bisa akur layaknya keluarga pada mestinya," ujar Sara lalu berjalan menghampiri Rony.


"Rony!" panggil Sara. Rony pun menoleh ke arah dimana datangnya suara Sara itu.


"Ada apa?" balas Rony dengan ekspresi datar.


Rony mendengus dengan nada mencibir, "Kau pikir apa lagi, yang bisa dilakukan pria kesepian, setelah wanita yang dicintainya malah menikah dengan pamannya sendiri!"


"Rony... Aku..."


"Sara! Kenapa?!" ujar Rony tiba-tiba. Dirinya mendekati Sara lalu mencengkram lengannya dengan kuat, serta menatap dengan penuh kekecewaan pada sepasang mata milik wanita yang kini jadi bibinya itu.


"Kenapa kau lebih memilih dia dibanding aku! Apa karena dia ayah kandung anakmu, apa karena dia jauh lebih kaya dariku! Karena apa Sara? Jawab aku!" ujar Rony yang kini terlihat sedang tidak baik-baik saja.


"Auww! Rony kau, kau mencengkramku terlalu kuat lenganku sakit!" lirih Sara sambil tetap memandang ke wajah Rony yang kini terlihat marah padanya.


"Sara...."


"Rony kau mau apa?" Sara terlihat tidak nyaman melihat tatapan Rony padanya saat ini.


"Rony....!"


*Plak! Sara menampar Rony yang baru saja  memaksa untuk menciumnya.


"Sara maaf aku..."


"Jangan mendekat!" bentak Sara pada Rony yang sepertinya ingin mendekati dan menyentuhnya.


"Sara, tadi itu..."


"Rony kau benar-benar membuatku kecewa!" ujar Sara yang kemudian pergi dengan perasaan kecewa serta marah pada keponakannya itu.


Rony hanya tertunduk diam dengan perasaan menyesal di dalam hatinya.


"Kalau saja kau memilihku, hal yang seperti tadi pasti tidak akan pernah terjadi Sara!" gumam Rony sambil mengepalkan tangannya karena geram dan kesal pada dirinya.


"Kau itu, ternyata memang pria yang tidak tahu malu ya!" tukas seseorang dari arah belakang Rony.


🌹🌹🌹


LIKE, COMMENT, VOTE YA... THANKS 🙏