Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 81 : Berterima Kasih


~ C-lovely Florist


Di tempat kerjanya Sara terus saja kepikiran soal siapa yang mengirim bunga-bunga itu kemarin.


"Kalau benar Ryuzen, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa padaku ya?" Sara mengetuk-ngetukan jarinya, hingga ia teringat akan hal demikian,


"Aduh, aku tadi kan mau telepon kak Henri, kenapa tidak aku telepon dari tadi saja ntuk memastikan apa benar Ryuzen yang mengirim bunga-bunga itu, bodohnya aku ini!" ujar Sara yang memegangi dahinya.


Sara mengambil ponselnya, lalu menghubungi Henri Ang.


Sara : Hallo, Kak!


Henri : Ada apa Sara?


Sara : Aku ingin memastikan apa benar kemarin Ryuzen memintamu mengirim bunga ke Montegi.


Henri : Ya benar, dia memintaku untuk sesegera mungkin mengantarkan bunga tersebut.


Sara : Apa dia mengatakan alasan untuk apa ia memintamu mengirim bunga-bunga itu?


Henri : Dia hanya mengatakan itu bunga untuk seseorang yang ia kenal begitu katanya.


Sara : Jadi begitu ya....


Henri : Ada apa memangnya?


Sara : Tidak ada apa-apa, hanya bertanya. Kak maaf sudah mengganggu waktumu, kalau begitu aku tutup ya teleponnya.


Henri : Okey!


* tut.. terputus


"Ternyata benar dia yang mengirimkan bunga-bunga itu kemarin. Aku harus berterima kasih padanya kalau begitu. Bagaimana kalau Aku beri hadiah saja saat makan malam nanti, ya begitu saja deh," ucap Sara yakin ingin membelikan hadiah untuk Ryuzen.


Sara pun segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Ryuzen.


Pesan dari Sara ;


Ryuzen, apa nanti malam kau sibuk? pulang ke villa tidak?


"Tumben sekali dia bertanya seperti ini padaku?" ucap Ryuzen setelah membaca pesan dari Sara.


Pesan dari Ryuzen ;


Tidak tahu, tapi sepertinya tidak, ada apa tumben sekali?


Pesan dari Sara ;


Nanti kita makan malam di rumah ya.


*Ryuzen tersenyum simpul membaca ajakan Sara.


Pesan dari Ryuzen ;


Sepertinya nona Sara sedang senang ya? Baiklah nanti aku usahakan pulang cepat.


Pesan dari Sara ;


Baiklah kalau begitu sampai ketemu nanti malam :)


Pesan dari Ryuzen ;


Sepertinya kau sedang manis sekali hari ini, Sara jangan buat adikku bangun jam segini.


Pesan dari Sara ;


Pesan dari Ryuzen ;


Tidak bisa! Sudah kau kerja lagi sana nanti rekanmu yang melambai itu protes lho...


Pesan dari Sara ;


Yang bikin aku balas pesan lagi kan kau sendiri., sudah sampai ketemu nanti malam.


Pesan dari Ryuzen ;


...........


Pesan dari Sara ;


Apa maksudnya mengirimi pesan titik-titik begitu!


Pesan dari Ryuzen ;


Cium aku!


Pesan dari Sara;


Eh? Bagaimana caranya? Jangan bercanda!


Pesan dari Ryuzen ;


Terserah bagaimana pun caranya, kalau tidak, akan aku jual novel kesayanganmu, yang ada di nakas. Biar aku jual ke tempat pelelangan barang bekas.


Pesan dari Sara ;


Jangan! Baiklah... baiklah! Huh!


"Ryuzen! Kenapa kau selalu saja buat aku susah begini sih! Bagaimana caranya coba cium dari ponsel? Aha! aku kirim saja emoticon bibir," pikir Sara.


Pesan dari Sara ;


πŸ’‹


Pesan dari Ryuzen;


Bukan bibirmu, tidak di terima!


"Ryuzen gila! lalu aku harus bagaimana?!" ucap Sara semakin kesal.


"Huh, tidak ada cara lain demi menyelamatkan novel kesayanganku, aku harus lakukan hal memalukan ini."


Sara pun mengambil selembar tisu, lalu menempelkan bibirnya di tissu itu hingga tercetak bentuk bibirnya, lalu memfotonya dan mengirimnya pada Ryuzen.


Ryuzen pun dibuat tergelitik melihat foto cetakan bibir yang dikirim Sara tersebut.


"Wanita bodoh, ternyata kau itu polos dan lucu juga, padahal aku juga tidak akan menjual novelnya, tapi boleh juga usahanya mengirimi ini, " ucap Ryuzen menahan gelak tawanya.


Pesan dari Ryuzen


Oke lumayan juga usahamu, kalau begitu selamat bekerja kembali Sara.


~~


"Huh, kenapa orang itu selalu saja punya cara untuk mempermalukanku sih...! Menyebalkan!" gerutu Sara.


🌹🌹🌹


Vote, comment dan like ya gaess πŸ™πŸŒ·