Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 160


Sudah beberapa minggu berlalu, pasca kejadian penculikan Sara. Kini, semua seolah berjalan seperti biasanya. Kondisi Sara pun kembali sehat seperti sedia kala, dirinya juga sudah kembali bekerja di c-lovely. Meski semua kembali seperti biasa, tapi tidak dengan perut Sara, ya... kini perut Sara mulai terlihat semakin bucit karena usia kandungannya yang menang sudah memasuki usia delapan belas minggu.


Dengan perutnya yang membesar, Sara terlihat datang ke c-lovely, sebenarnya ia sudah tidak lagi bekerja dan datang setiap hari. Tapi hari ini Sara sengaja datang untuk mengecek tokonya sebentar, terlebih hari ini... Sara memang ada keperluan diluar setelahnya.


"Paman, kau tunggu sebentar ya..," pinta Sara pada paman sopir yang mengantarnya itu, agar menunggunya.


"Baik Nona!" Ujar paman sopir,


Sara pun bergegas masuk ke dalam toko.


~~


Di dalam ruangan arsip, Sara langsung mengecek semua pembukuan dan juga data-data penjualan bulan ini, dirinya senang sekali, melihat bisnis tokonya berjalan dengan baik, bahkan banyak pelanggan baru yang bermunculan.


"Kak Sara, kenapa hari ini kau kemari? Bukankah seharusnya jadwalmu kemari adalah besok?" Tanya Rina yang tiba-tiba muncul.


Sara yang baru sadar kehadiran Rina, langsung menutup buku catatan penjulannya itu, kemudian mengulas senyum pada kekasih Kenzo yang kini berdiri dihadapannya. "Aku ingin libur besok, lagipula... hari ini aku memang sekalian pergi ke luar, jadi aku putuskan, agar hari ini saja aku datang kemarinya."


"Oh jadi begitu ya..."


"Oh iya Rina, ngomong-ngomong, sudah sejauh mana hubunganmu dengen Kenzo, apa kalian sudah..." Sara terlihat melirik Rina, sambil senyum-senyum pada pegawainya itu. Sara melakukannya karena memang bermaksud untuk menggodanya. Alhasil, wajah Rina pun langsung berubah seperti gurita rebus karena malu. "Kak Sara... jangan menggodaku begitu! Aku kan jadi malu."


Melihat reaksi Rina yang malu-malu itu, sontak membuat Sara tidak bisa menahan gelak tawanya yang terdengar renyah. "Maaf, maaf..." Sara mencoba menghentikan tawanya, "Tapi kali ini serius Rina, aku ingin bertanya padamu."


"Eh, tanya apa?" Rina memasang wajah penasaran.


"Aku ingin bertanya, apa Kenzo tipe pria yang romantis?"


Rina seketika dibuat sangsi dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut bosnya itu. Ia terlihat diam, mengggaruk-garuk kecil kepalanya karena merasa kebingungan. Rina bukan tidak mau menjawab pertanyaan Sara, hanya saja... baik dirinya maupun Kenzo sama-sama masih agak kaku perihal memperlakukan pasangan, bahkan untuk menghabiskan waktu berdua saja masih jarang. "Um... kalau soal itu, Kenzo..."


Sarah menghela napas, dan menepuk pundak Rina. "Sudahlah Rin... aku hanya bercanda." Sara tidak ingin membebani Rina dengan pertanyaannya, yang takut malah akan membuatnya kepikiran. "Kau tau Rin, kau sebenarnya tidak harus menjawab pertanyaanku tadi, toh itu hakmu sebagai orang yang menjalani hubungan tersebut. Hanya saja... aku ingin sedikit berpesan, jika dalam hubungan... ada baiknya kalian sebagai pasangan saling jujur dan terbuka, agar tidak banyak terjadi kesalah pahaman diantara kalian." Seperti aku dan Ryu contohnya, mereka sering salah paham, karena seringkali tak jujur.


Tanpa sadar, melihat Sara berbicara begitu pada dirinya, ia jadi terdengar seperti seorang kakak yang tengah menasihati adiknya. "Iya kak, terima kasih atas nasihatmu..."


"Hem, baiklah... sepertinya aku sudah harus pergi sekarang." Sara pun pamit pada Rina dan rekan kerja lainnya...


~~


Ditempat lain, Renji terlihat mengunjungi kediaman tempat dimana Biyan Dao berada sekarang. Dengan membawa sebuah kotak berwaran coklat yang masih tersegel dengan sangat rapat, Renji menghampiri Biyan.


"Ah... kau datang juga akhirnya tuan Haoran!" Biyan Dao pun langsung menghampiri Renji yang datang dengan membawa kotak berukuran sedang yang entah apa isi di dalam kotak tesebut.


"Wow! Mendarat dengan sempurna!" Seru Biyan menerima pemberian kotak coklat yang dibawa oleh Renji tersebut. "Apa ini sesuai dengan yang aku minta?" Tanya Biyan.


"Kalau penasaran, kenapa kau tidak buka saja pak tua!" Tukas Renji yang kemudian duduk disebuah single sofa milik Biyan.


Biyan mengambil cutter guna membuka segel kotak tersebut, lalu membukanya untuk melihat isi di dalamnya. Biyan Dao pun langsung tersenyum puas, saat melihat barang yang dimintanya dari Renji itu. "Bagus! Sesuai dengan ekspektasiku. Tuan Haoran, kau memang orang yang sangat tepat untuk diajak bekerjasama!"


Renji mendengus kencang, "Kau pikir, aku mau dengan cuma-cuma bekerjasama dengan manusia licik sepertimu?"


"Soal itu kau tenang saja...!" Biyan Dao meletakan kotak yang dipengannya tersebut. Tangannya kini meraih dua buah gelas wine, lalu menuanginya dengan anggur mahal koleksinya. Diberikannya salah satu gelas wine itu kepada Renji. "Mari bersulang untuk kerja sama kita...!" Biyan mengankat gelasnya, Renji yang duduk pun bangkit dan bersulang dengan Biyan. "Aku tunggu rencanamu tuan Dao!" Lentingan suara kedua gelas mewah yang saling terbentur itu, seolah menandakan kesepakatan diantara kedua pria tersebut.


~~


Ryu : Iya sayang, kau tidak perlu menungguku untuk makan siang, karena hari ini aku ada jadwal makan siang dengan salah satu rekan bisnisku.


Sara : Baiklah kalau begitu, tapi... hari ini kau jadikan, menemani aku cek kandungan?


Ryu : Tentu saja... mana mungkin aku lupa janjiku padamu.


Sara : Yasudah kalau begitu... sampai nanti.


Ryu : Sampai nanti.


Sara belum menutup panggilannya, dari kedengarannya Sara seperti ingin mengatakan hal lain.


Ryu : Sara...


Sara : Ya?


Ryu : Kau mau mengatakan apa sayang?


Sara : Um... Ryuzen apa kau ingat sesuatu...?


Ryu : Sesuatu? *Suara Ryuzen terdengar bingung. Apa maksudmu Sara?


Sara : Oh tidak ada apa-apa, kalau begitu aku mau siap-siap makan siang dulu. Kau jangan lupa makan siang juga, bye sayang... I love you.


Ryu : Love you too honey... *Kiss.


Ryuzen mematikan panggilannya. Wajah Ryu yang tadinya datar langsung tersenyum. Tangan Ryu tiba-tiba meraih kalender yang ada diatas meja kerjanya. Tampak di kalender, tertera tanggal yang sudah diberi tanda gambar hati dan bertuliskan '2nd Anniversary'. Mengingat obrolan di telepon dengan Sara tadi, Ryuzen ternyata sejak awal sudah paham apa yang tidak jadi ingin dibicarakan Sara di telepon barusan. "Istriku yang cantik, kau tenang saja, aku ingat hari ulang tahun pernikahaan kita!" Senyum kecil Ryuzen pun seolah menghiasi wajah tampannya saat ini.


~~


Sore hari, di rumahnya Sara terlihat sudah bersiap-siap untuk pergi ke dokter kandungan. Wanita cantik itu terlihat duduk menunggu di ruang utama, sambil terus menatapi layar ponselnya. Terdengar ia menghela napas, "Kenapa Ryu belum juga datang menjemput? Apa ada pekerjaan mendadak?" Penasaran, Sara pun berencana menghubungi Ryuzen untuk memastikan. Baru mau melakukan panggilan, tiba-tiba mata Sara malah ditutup dari belakang oleh seseorang. "Ryuzen, kau kah itu?" Tebak Sara sambil meraba punggung tangan yang kini menutupi kedua matanya tersebut.


"Menurutmu, siapa nona Sara?"


"Ryu, ayolah..." Ryu pun langsung melepaskan kedua tangannya yang menutupi kedua mata istrinya tersebut. Sara yang langsug menoleh kebelakang, Hmmm... baru saja menoleh bibir merona Sara malah langsung dikecup tiba-tiba oleh sang suami. "Hai honey!" Sapa Ryuzen pada istrinya itu, setelah mengecupnya. "Kau ini...! Padahal aku baru saja mau meneleponmu!"


"Kau terlalu rindu padakukah?" Goda Ryuzen, yang kini duduk mendekatkan dirinya pada sang istri


"Tuan muda, tolong jangan menggodaku...!" Sara mencoba menjauhkan Ryu darinya.


"Tapi aku suka menggodamu," Ryu mengecup tengkuk leher sang istri. Sara pun agak menggeliat dibuatnya. "Ryuzen, jangan sekarang....kita harus segera ke dokter!" Ujar Sara meminta Ryuzen agar tidak menjamah dirinya dengan lebih saat ini. "Huft...! Baiklah nyonya ratu... kita ke dokter." Dengan ekspresi usilnya Ryuzen pun menggedong sang istri,


"Ryuzen, turunkan aku...!"


"Sudah, kau jangan cerewet," kata Ryuzen yang tidak peduli, dan tetap saja menggendong Sara keluar untuk berangkat ke rumah sakit.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai readersku... maaf ya baru update lagi. Aku lagi punya urusan kemarin. Semoga belum lelah menunggu ya... ๐Ÿ˜˜ Dan jangan lupa di Vote, Comment, dan Likenya I love u fellas..