Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 43 : Harapan Arvin


~Villa Constel


Saat ini Sara tengah menyiapkan makan malam untuk Arvin. Dan beberapa saat kemudian, Ryuzen pulang ke villa. Melihat Ryuzen yang pulang, Arvin begitu senang dan spontan menghampiri Ryuzen.


"Kebetulan sekali Paman sudah pulang, Mami baru saja selesai masak makan malam." Arvin menarik tangan Ryuzen untuk ikut bergabung makan malam bersama.


Kini mereka bertiga duduk di ruang makan bersama-sama, layaknya keluarga sesungguhnya. Bahkan Arvin terlihat jauh lebih ceria dibanding biasanya.


"Kalau momen seperti ini, selalu ada setiap hari dalam hidupku, aku tidak masalah tidak dapat mainan lagi," kata Arvin di dalam pikirannya, melihat situasi yang terjadi saat ini.


"Kenapa kau terlihat sangat senang?" tanya Sara heran melihat putranya begitu bahagia. Arvin menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, hanya senang karena situasi saat ini aku merasa seperti punya keluarga yang lengkap," balas Arvin sumringah dengan begitu polosnya.


Mendengar ucapan Arvin, entah mengapa membuat hati Ryuzen merasa bahagia bercampur aneh. Kebalikan Ryuzen, Sara justru bergumam di dalam hati, "Arvin, kau tidak tahu saja apa sebenarnya yang terjadi antara mami dan pria yang sangat kau sukai ini. Kalau kau tahu apa kau masih bisa menyukai dia?"


Makan malam mereka bersama pun terus berlanjut hingga selesai.


Malam yang semakin larut, seperti biasa Sara menemani Arvin dikamarnya sebelum dirinya benar-benar tidur pulas.


"Mami...,"


"Ya sayang, "sahut Sara pada putranya itu.


"Kau tahu, hari ini aku benar-benar bahagia sekali," ungkap Arvin.


Arvin menganggukan kepalanya tanda yakin sekali. "Mam, kau pernah bilang padaku ketika kita membuat pengharapan sebelum tidur, maka harapan dan doa kita akan terkabul."


Sara mengiyakan ucapan Arvin tersebut.


"Memang kenapa, apa kau punya sebuah harapan besar dalam hidupmu?" tanya Sara.


"Tentu saja, bukankah setiap anak di dunia ini, pasti punya harapan dan doanya masing-masing?" ucap Arvin. "Kalau begitu sekarang, kau buat harapanmu, lalu berdoa semoga harapanmu menjadi kenyataan. Setelah itu tidur!" ucap Sara pada putra semata wayangnya itu.


Arvin pun mengindahkan ucapan Sara barusan, ia memejamkan matany dan berharap dalam hati.


"Tuhan..., aku suka sekali pada paman Ryuzen. Karena itu, aku minta tolong jadikanlah dia Papiku sungguhan yang bisa melindungi aku dan Mami. Aku mohon kabulkan doaku, kalau terkabul aku berjanji tidak akan mengganggu dan usil sama Thomas lagi Tuhan.... Amin."


Setelah mengucapkan harapannya Arvin pun, bersiap untuk tidur. "Selamat malam sayang," ucap Sara lembut, yang kemudian mencium kening Arvin yang kini sudah mulai tertidur. Setelah yakin Arvin sudah tertidur, Sara pun keluar dari kamar Arvin.


Saat keluar dari kamar dimana Arvin tidur, Sara justru dikagetkan dengan kemunculan Ryuzen yang tiba-tiba, Ryuzen menahan dirinya yang hampir berteriak karena kaget.


"Sstt... kalau kau bersuara begitu, Arvin akan bangun," kata Ryuzen yang menutup mulut Sara dengan satu tangannya, dan melepaskannya.


"Ryuzen! Kau ini, kenapa suka sekali datang tiba-tiba begitu sih!" protes Sara pada Ryuzen yang telah membuatnya kaget. Namun, Ryuzen tidak menghiraukan kata-kata protes Sara. Ryuzen yang kini mengenakan kaos polos biru tua dan celana tidur itu, justru malah menatap Sara dengan tatapan tajam nan menggoda. Sara yang curiga dengan tatapan Ryuzen pun langsung buka suara.


⚘⚘⚘


Jangan lupa dukung author dengan cara kasih like dan comment + vote 😘🌷