Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 85 : Jatuh cinta?


~ Di dalam pesawat


"Habis video call dengan Tuan kecil ya Tuan?" tanya Kenzo.


"Arvin, walaupun dia bilang tidak apa-apa aku tidak menemaninya, tapi dalam hatinya pasti dia sangat kecewa padaku," terang Ryuzen.


"Tuan kecil  memang sangat cerdas dan pengertian sekali dengan anda Tuan muda."


"Justru hal itu membuatku semakin merasa bersalah padanya. Selama empat tahun aku tidak pernah ada untuknya. Dan saat sudah saling beretemu sebagai orang tua dan anak, tetap saja jarang sekali bisa berkumpul bersama," ungkap Ryuzen dengan penuh perasaan bersalah.


"Tuan muda, aku pikir kau adalah ayah yang sangat baik. Jujur aku pernah ragu dan bepikir, bagaimana bisa pria dingin yang terkenal kejam sepertimu jadi seorang ayah. Tapi kenyataan yang aku lihat saat ini justru sebaliknya, kau begitu hangat dan menyayangi putramu," ungkap Kenzo serius.


Ryuzen tersenyum meledek.


"Setiap orang harus belajar dari masa lalunya, dan itu yang aku lakukan saat ini pada putraku. Jika sejak lahir aku tidak tahu dan tidak pernah merasakan sentuhan Ayah kandungku, maka hal itu tidak boleh terjadi juga pada putraku," ungkap Ryuzen.


"Kau memang pria yang luar biasa Tuan, andai semua orang tahu sisi terdalamu, pasti mereka tidak akan  mungkin menyebutmu sebagai pria dingin yang kejam!"


~


~Di perjalanan menjemput Arvin


Sara di temani Gina menjemput Arvin pulang dari asramanya. Di sepanjang perjalanan, Gina melihat Sara tidak terlalu bersemangat hari ini, akhirnya ia pun bertanya, "Sara, kenapa kau terlihat tidak bersemangat begitu, kau sedang tidak ada masalah kan?"


"Entahlah gin, semua yang berhubungan dengan dia terasa melelahkan dan membingungkan untukku," ungkap Sara


"Dia itu, maksudnya Ryuzen Han?"


"Yes, siapa lagi memangnya pria paling membingungkan dan misterius dalam hidupku ini!"


"Sepertinya semua persoalan di hidupmu itu, tidak jauh-jauh dari yang namanya Ryuzen ya? Aku jadi berpikir, jangan-jangan dirimu memang di takdirkan berjodoh sama CEO Emerald," kelakar Gina.


"Kau bicara apa sih Gina...!"


"Aku hanya berusaha bersikap baik padanya dengan ingin memberikannya sebuah hadiah ucapan terima kasih tapi, dia lagi-lagi berpikir aku yang bukan-bukan hanya karena aku pergi dengan Jesper," ungkap Sara, lalu lansung menghela nafas panjang.


"Kau tidak suka jika Ryuzen berpikir kau ada hubungan lebih dengan pria lain, begitukah?"


Sara mengangguk dengan wajah tak bersemangat yang terpampang nyata.


"Sara..., sepertinya benar! Kau sudah jatuh cinta pada Ryuzen ya?"


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu dan bingung, sebenarnya perasaan apa yang aku rasakan saat ini terhadapnya," ungkap Sara.


"Sara, aku sudah pernah bilang padamu untuk buat pertahanan hatimu sendiri, tapi jika sudah terlanjur runtuh dan jatuh mau bagaimana lagi. Yang perlu kau tau jika berani jatuh cinta dengan pria itu, maka kau harus siap juga untuk sakit karena kau tahu sendiri siapa Ryuzen Han itu. Pria dengan sejuta pesona dan banyak wanita di sekelilingnya." ungkap Gina.


"Ya, kau benar...."


"Gina benar, jika aku benar-benar jatuh cinta pada Ryuzen maka aku sudah harus siap sakit dan kecewa, heh menyedihkan sekali ya aku ini." cibir Sara pada dirinya sendiri


~~


Macau, waktu setempat.


Ryuzen dan Kenzo telah tiba di Macau. Sambil menunggu proses peresmian, Ryuzen meluangkan waktunya untuk pergi ke bar, sekedar untuk minum-minum di sana. Tiba-tiba saat dirinya tengah minum seorang Pria dan wanita datang menghampirinya.


"Wow...! Tidak aku sangka bisa bertemu CEO Emerald grup yang terkenal di sini," ujar pria yang menyambangi Ryuzen.


"Kau semakin tampan saja ya tuan Death Shadow yang terkenal," puji wanita yang berpakaian serba ketat, yang juga datang bersamaan dengan pria yang menyapa Ryuzen barusan.


🌹🌹🌹


Like, vote, comment 🌷