Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 111


Setelah mobil yang membawanya terparkir, Arvin tidak langsung masuk. Lagi-lagi ia justru dibuat fokus oleh sang kakek yang saat ini malah berdiam diri tanpa kata. Arvin pun menyentuh lengan sang kakek yang terasa lebih dingin dari suhu tubuhnya.


"Kakek, kita masuk ya...?" ajak Arvin dengan wajah polos yang membuat Jordan seolah tidak sanggup jika harus menolak cucunya tersebut.


Akhirnya Jordan pun dengan setenang mungkin keluar dari dalam mobil bersama cucunya tersebut. Bagi pria paruh baya itu setelah sekian lama, akhirnya ia kembali memijakkan kakinya di atas tanah, tempat kediaman yang telah ia tinggalkan sejak bertahun-tahun lalu.


Kediaman ini tidak banyak berubah, tetap seperti dulu. Air mancur dan bunga-bunga cantik masih menghiasi tempat ini. Pikir Jordan yang kini sibuk memandangi sekelilingnya.


"Kakek, kau rindu rumah ini bukan?" Tanya Arvin seolah bisa menebak isi pikiran Jordan saat ini.


"Iya, aku rindu rumah ini," tuturnya dengan nada lembut.


Arvin dan Jordan pun akhirnya berjalan menuju ke dalam rumah. Tapi tiba-tiba, terdengar suara mobil yang baru saja masuk gerbang, sontak sang kakek dan cucunya itu pun menoleh kebelakang.


"Itu mobil papi!" Seru Arvin, saat mengetahui jika mobil yang baru saja masuk itu adalah mobil papinya, yang baru saja pulang dari kantor.


Berbeda dengan Arvin yang gembira. Jordan yang baru saja mulai menenangkan diri, karena dirinya yang baru saja kembali ke rumah ini. Saat ini malah dibuat terkejut dan gugup mengetahui jika putra satu-satunya itu datang.


Ryuzen yang sudah memarkirkan mobil mewahnya itu pun langsung keluar dari dalam mobil, membantu istrinya turun dan menggandengnya berjalan beriringan menuju ke dalam rumah mereka.


Ryuzen tampak tidak terlalu menunjukan reaksi berlebihan ketika melihat sang ayah kini berada di kediamannya saat ini. Sara yang justru terlihat penasaran, apa sebenarnya yang sedang dipikirkan oleh suaminya tersebut pasca melihat ayah kandungnya berada di tempat yang sama dengannya berpijak.


"Mami, papi...!" ujar Arvin sambil berlari menghampiri kedua orang tuanya yang baru saja pulang itu.


"Hai sayang...," balas Sara pada buah hatinya itu. Arvin pun berjalan berjajar dengan menggandeng kedua orang tuanya, menuju ke dalam rumah.


Dengan riangnya pria kecil itu berjalan menuju rumah sambil bersenanndung di dalam hati.


Hari ini aku bahagia, papi, mami, dan kakekku ada bersama-sama di satu atap. Walau mungkin papi dan kakek akan seperti orang yang terlihat bermusuhan, aku yakin sebenarnya mereka saling menyayangi.


"Ayah mertua, jadi kau mampir kemari?" Sapa Sara pada Jordan yang kini berdiri tidak jauh darinya.


"Iya, aku yang minta kakek untuk mampir kesini!" Sahut Kenzo mewakili jawaban Jordan.


Melihat ayahnya sendiri berada berdiri di dekatnya, ekspresi wajah Ryu tetaplah dingin. Bahkan dirinya sama sekali tidak menoleh ke arah Jordan sedikitpun.


Melihat situasi seperti saat ini, jujur saja bagi Sara sangat terasa tidak nyaman. Tapi disisi lain dirinya tidak mungkin memaksakan kehendak hatinya pada suami atau ayah mertuanya tersebut. Sara sebenarnya punya pikiran untuk mengajak sang ayah mertua makan malam bersama. Tetapi dirinya sadar hal itu malah akan semakin membuat Ryu merasa tidak nyaman dibuatnya. Akhirnya ia pun hanya sekedar menjamu dengan secangkir kopi, yang sepertinya mungkin tidak masalah.


~~


"Selamat datang...." sambut para pelayan saat Sara dan yang lainnya memasuki kediaman Han. Para pelayan yang menyambut Ryuzen dan yang lainnya itu tidak terkecuali bibi Rachel, pelayan senior yang sudah puluhan tahun mengabdi pada keluarga Han. Bibi Rachel yang biasanya sangat tenang dan profesional, tiba-tiba terlihat linglung tatkala dirinya melihat sosok Jordan.


"Tu- tuan Jordan?" Ucap bibi Rachel dengan kaget dan terbata-bata. Dirinya seolah seperti melihat sesuatu yang tidak mungkin baginya. Sementara Jordan sendiri langsung membalas Rachel dengan senyum ramahnya.


"Apa kabar Bibi Rachel?" Balas Jordan dengan lembut pada wanita yang usianya lebih tua darinya itu. Bulir air mata di pelupuk bibi Rachel pun seketika terjatuh. Ia berjalan mendekati Jordan seolah tidak peracaya, jika pria yang dia pikir tidak akan pernah lagi datang ke rumah ini, kini telah hadir kembali tepat di hadapannya.


"Ka- kau benar-benar tuan Jordan kan?" Tanya bibi Rachel dengan berlinangan air mata.


"Iya, bi, aku Jordan."


Di lain pihak, Ryuzen justru malah terlihat muak dengan situasi saat ini. Ia mengepalkan tangannya kuat- kuat tanda jika dirinya tengah menahan emosinya yang sudah bekecamuk di dalam dada.


"Aku pergi duluan ke kamar! Jika makan malam sudah siap, baru panggil aku!" Ryuzen melenggang pergi tanpa menoleh, bahkan pada Sara sedikitpun. Menyadari hal itu Jordan juga jadi nampak bersedih. Sara yang sejak tadi meperhatikan Ryuzen dan mertuanya itu pun hanya bisa berusaha memakluminya.


Karena merasa tidak enak pada keduanya, Sara pun meminta maaf pada ayah mertuanya atas sikap Ryuzen."


"Tidak apa nak, tidak apa-apa," balas Jordan.


~~


Merasa khawatir pada Ryu, Sara pun segera menyusul suaminya itu ke kamar.


"Ryu...."


Dari ambang pintu kamar, Sara dapat melihat bagaimana Ryuzen saat ini. Mengenakan kemeja tanpa dikancing, dan duduk di tepi ranjang sambil meminum segelas anggur mahal miliknya. Sara dengan tanpa ragu langsung masuk dan mendekati sang suami, "Hei...!"


"Maaf aku membuatmu serba salah," tutur sang suami pada Sara yang kini mendekatinya. Sara langsung menyandarkan kepalanya di punggung Ryuzen yang saat ini duduk membelakangi dirinya.


"Aku belum bisa Sara..., entah kenapa aku belum bisa sepenuhnya memaafkan apa yang sudah diperbuatnya padaku dulu." Suara pria yang punggungnya kini menjadi tempat sandaran kelapa Sara itu terdengar parau. Sebagai istri, Sara tidak tahu persis apa yang kini dirasakan oleh suaminya tersebut. Sara mengangkat kepalanya yang tadi bersandar di punggung sang suami, Ia pun meminta sang pria untuk menoleh ke arahnya. Dibelainya lembut wajah Ryuzen yang tampak lelah itu.


"Kau tidak perlu memaksakan dirimu Ryu. Hatimu, hati manusia, sejatinya memang tidak bisa diselami dengan semudah itu. Hanya kau sebagai sang pemilik hatilah yang tahu kapan dan bagaimana harus menerima semua hal yang kau rasakan saat ini. Jadi jangan paksakan hatimu."


Ucapan itu seolah bisa menenangkan hati Ryuzen, dan membuatnya menguntai senyum hangat. Ia pun menempelkan dahinya ke dahi istrinya itu. "Andai aku sebaik dirimu, dan pemaaf sepertimu, mungkin ini semua tidak akan sesulit ini."


"Hei... jangan bicara begitu, bagiku kau adalah pria yang menyempurnakan diriku. Dan begitupun diriku, aku yang akan menyempurnakan ketidak sempurnaanmu," ucap Sara dengan nada lembut. Ta Tiba-tiba Ryuzen pun langsung mendaratkan bibirnya ke bibir sang istri dengan begitu intens. Sara yang tidak mungkin menolaknya pun akhirnya hanya bisa pasrah menerima gelora ciuma n penuh cinta dari sang pria pemilik hatinya.


~~


Setelah makan malam usai, Jordan dan Jiro pun pamit untuk kembali pulang. Arvin, Sara dengan di temani bibi Rachel pun mengatar mereka berdua sampai ke halaman depan. Sambil menunggu Jiro menyiapkan mobil, Jordan pun mengisinya dengan bercakap-cakap sedikit tentang apapun bersama menantu dan cucunya itu sebelum akhirnya berpisah.


"Kakek, dan Kakek Jordan juga, sering-seringlah untuk mampir kemari," ucap Arvin.


Mendengar itu Jordan tentu saja senang. Tapi saat ingat Ryu, dirinya hanya bisa tersenyum getir menutupi kesedihannya. "Tentu saja, lain kali... aku pasti akan kemari lagi. Kalaupun tidak, jika kau rindu, kau kapan saja bisa hubungi kakek," balas Jordan.


"Ayah mertua kau jaga kesehatan ya... kalau kau ada sesuatu, atau sakit, tolong segera hubungi aku," pesan Sara kepada mertuanya tersebut. Mendengar Sara mengatakan hal itu barusan, membuat Jordan seolah memiliki anak perempuan sungguhan.


"Terima kasih nak, kau selalu memperhatikan aku. Aku jadi seperti merasa benar-benar meliliki anak perempuan sendiri," ungkap Jordan sambil mengusap lembut lengan sangp menantu.


"Aku kan memang putrimu ayah...," balas Sara diikuti senyum tulusnya.


Akhirnya, mobil yang dikendarai Jiro pun sudah siap untuk berangkat pergi. "Tuan kita pulang sekarang?" Jiro memberitahukan Jordan jika dirinya sudah siap untuk berangkat pulang.


"Kalau begitu sampai jumpa semuanya..., terima kasih untuk jamuan dan semuanya."


"Sama-sama Kakek," balas Arvin senang.


"Tuan Jordan, sering-seringlah datang kemari. Bagaimana pun kau adalah anggota rumah ini," imbuh bibi Rachel.


"Iya, Bibi."


"Semuanya, sampai jumpa!" Seru Jiro dari balik jendela mobil.


Jordan pun masuk ke dalam mobil.


"Ayah..."


"Ya?" Balas Jordan mendengar Sara barusan memanggilnya.


"Hati-hati dijalan...!"


Jordan mengagguk pelan, di dalam hati kecilnya Jordan tampak beharap jika Ryuzen ikut juga untuk mengantarnya pulang. Tapi ia tahu pasti hal itu akan sangat sulit terwujud. Namun bagi Jordan, dirinya tetap merasa bersyukur karena bisa kembali ke kediaman tersebut.


Sebenarnya aku ingin melihat Ryu mengantar sang ayah pulang. Tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi. Pikir Sara.


"Semuanya... kami pergi dulu!" Ujar Jiro yang kemudian melajukan mobilnya menuju pintu gerbang.


"Bye kakek!"


Dan hari ini, segalanya tampak seperti semakin normal. Walau tidak seperti harapan, namun cukup bisa menghibur hati yang sepi dan telah lama usang.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai my beloved readers...


Terima kasih banyak ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian๐Ÿ™


Meski sering slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.๐Ÿ˜˜


Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Dan jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98 karena aku bakal info karya baruku mungkin disana.


FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..๐Ÿ™