
Dinginnya malam di musim gugur membuat dedaunan berterbangan terbawa angin. Di atas balkonnya Ryuzen kini bersandar sepi sendiri sambil menikmati sebatang rokok yang ada di mulutnya.
Ryuzen menghela nafas panjang menghembuskan sisa asap dari mulutnya.
"Kenapa, aku tidak bisa mengontrol emosiku tadi. Padahal yang diucapkan oleh Sara benar, aku tidak ada hak untuk melarangnya pergi bergaul dengan teman-temannya. Apa yang sebenarnya terjadi padaku...."
"Wanita bodoh itu, apa mungkin bodohnya itu menular padaku?" cibir Ryuzen diikuti dengan sedikit gelak lucu. Ryuzen mengingat kembali kata-kata Sara tadi, yang mengatakan jika dirinya hanya menganggap Sara sebagai mainan miliknya.
"Seburuk itu kah, aku di matamu?" ungkap Ryuzen sambil meratap dibawah gelapnya malam dan sinar rembulan yang tidak terlalu nampak.
~~
Sara pergi ke dapur, mencari makanan yang bisa dimakan. Akibat perselisihan tadi, Sara pun jadi tidak memasak, dan berakibat tidak ada makan malam hari ini.
"Huh, gara-gara bersitegang dengan Ryuzen aku jadi tidak makan malam, dan sekarang aku lapar sekali," gumam Sara. Terpaksa Sara hanya bisa membuat mie instan untuk ia makan malam ini.
"Selamat makan!" kata Sara yang kini siap melahap mie di hadapannya yang masih terasa panas. Saat sedang asyik-asyiknya menikmati Mie, Sara kaget melihat tiba-tiba lampu menyala. Ia pun berhenti sejenak dari kegiatan makannya.
"Makan jam segini bukannya tidak bagus?"
Sara menoleh ke arah suara itu datang.
"Ryuzen!"
Ryuzen mendekati Sara yang tengah makan mie sendirian di meja makan.
"Ada apa? Kalau cuma mau bahas soal tadi aku mengaku salah saja.Tapi tolong biarkan aku makan dengan tenang," kata Sara yang malas berdebat lagi dengan pria tampan di hadapannya saat ini.
"Kau lapar?" tanya Ryuzen.
"Aku bukan lapar, tapi kelaparan bahkan hampir mau mati!" ujar Sara dengan nada terdengar kesal.
"Oh jadi saking laparnya Nona Sara makan seperti kuda yang kelaparan ya?"
"Datang cuma mau menghinaku, memangnya kenapa kalau aku makan seperti kuda? Huh dasar pria menyebalkan!"
"Tuan Ryuzen, kalau kau cuma mau menghina cara makanku, sepertinya kau sudah buang-buang waktu. Pasalnya aku tidak peduli dengan hal itu," balas Sara.
"Si mesum Ryuzen ini, habis menghinaku terus minta dilayani setiap hari, dasar pria gila!"
"Ryuzen, kau punya pacar banyak, mau wanita manapun juga tinggal tunjuk, kenapa harus repot-repot menungguku di kamar sih?!"
Wajah Ryuzen berubah tidak senang. Menyadari hal itu Sara langsung meralat ucapannya.
"Oke-oke, aku datang nanti ke kamarmu, bahkan aku kasih pelayanan plus plus. Puas!"
Tiba-tiba senyum nakal terlihat di wajah Ryuzen.
"Kau yang bilang sendiri loh.... Kalau begitu, aku tunggu pelayanan plus plus nona Sara di kamar," kata Ryuzen yang kemudian langsung beranjak pergi dari dapur meja makan.
Sara menelan ludahnya, "Gawat!! Aku tadi kan cuma asal bicara biar dia tidak marah malah begini, Arvin.., Mamimu ini kenapa bisa sebodoh ini sih!"
***
Hari ini untuk pertama kalinya, Sara akan menghadiri pesta bersama Ryuzen. Sara terlihat begitu cantik dan anggun dengan balutan gaun pesta berwarna lavender dengan hiasan mutiara di bagian bahunya.
Bahkan Ryuzen yang baru tiba menjemput Sara pun terpukau dibuatnya.
"Kau cantik sekali malam ini." Pujian dari Ryuzen itu pun, berhasil membuat sara tersipu malu. Tidak mau berlama-lama, Ryuzen pun meminta Sara masuk ke dalam mobil untuk berangkat menuju acara pesta yang kebanyakan di hadiri oleh orang-orang kaya tersebut.
Akhirnya Sara dan Ryuzen pun tiba di acara pesta mewah tersebut, mereka keluar mobil lalu berjalan terpisah, hal ini mereka lakukan karena Sara yang tidak mau, ada awak media memberitakan dirinya dengan Ryuzen.
Sara berjalan masuk setelah Ryuzen dengan mengenakam topeng pesta agar tidak ada yang mengenali dirinya. Untungnya beberapa orang disini juga ada yang mengenakan topeng seperti Sara, jadi dirinya tidak akan terlihat terlalu mencolok.
Di dalam ruangan pesta yang begitu kental dengan aura kemewahan, makanan enak, hingga dekorasi ruang yang terlihat begitu eksklusif.
Dan dari tempatnya berdiri, Sara melihat banyaknya wanita yang tengah berdiri mendekati pria yang sudah tidak asing bagi Sara itu.
"Sudah kuduga, baru masuk saja dia sudah langsung di kelilingi wanita, benar-benar pesona Tuan Muda Han yang mengerikan. Hais, memang apa peduliku. Lebih baik aku mencicipi makan-makanan enak yang ada disini saja, daripada sibuk memperhatikan Ryuzen dari seberang sini."
Bersambung...
Like dan comment, jangan lupa vote di tunggu ya...!