Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chapter 118 : Sendirian di tengah festival


Malam pun tiba, Sara yang baru saja pulang dari kerja pada akhirnya memutuskan untuk pergi ke festival kota sendirian, dibanding menerima ajakan Rony tadi siang.


"Pada akhirnya aku berbohong pada Rony, dan malah memilih pergi ke festival ini sendirian!"


Sara menikmati festival kota yang baru saja mulai di buka malam ini. Ratusan stand mulai dari makanan hingga aksesoris pun berdiri di sepanjang jalan alun-alun kota Montegi, begitupun dengan berbagai atraksi lokal yang bergantian di pertunjukan. Berjalan menapaki suasana festival di musim gugur sendirian, nampak begitu banyak sepasang pria dan wanita sejak tadi beralalu lalang dari berbagai arah. Pasangan tua, muda, bahkan yang sudah berumur pun ada.


"Cemburu" Kata itulah yang cocok mendeskripsikan suasanya hati Sara saat ini. Sara cemburu melihat mereka yang bisa dengan leluasa bergandengan tangan, cemburu melihat para pasangan itu saling merangkul mesra, dan cemburu melihat para pasangan lain bisa saling melempar tawa kegembiraan satu sama lain. Tak ayal hal itu membuat Sara, hanya bisa tersenyum getir dan menatap iri pada mereka.


"Seandainya aku dan Ryuzen bisa seperti itu..." Sara berkutik dengan angan yang melintas di pikirannya, kala melihat pasangan lain melintas di hadapannya silih berganti. Sedangkan dirinya, hanya bisa berangan-angan tanpa ada kepastian tentang hubungannya dengan Ryuzen, yang hanya sebatas hitam di atas putih.


Sara yang lelah berjalan, memutuskan untuk beristirahat di sebuah kedai minuman yang di jaga oleh seorang wanita paruh baya. Wanita itu menawarkan berbagai jenis minuman, mulai dari milk tea, smoothie, hingga berbagai macam bubble drink dan aneka jus buah. Dirinya pun akhirnya duduk di sebuah stand berukuran sedang yang menyediakan beberapa kursi untuk pembeli yang ingin beristirahat sejenak.


"Nona, apa kau ingin minum sesuatu?" tanya bibi penjaga stand tersebut.


Sara pun tersenyum manis menyambut tawaran bibi itu, Sara memesan satu gelas smoothie stroberi untuknya. Segelas smoothie stroberi Sara pikir mampu menghiburnya di tengah kegalauannya yang mendera hatinya saat ini.


Beberapa menit kemudian, strawberry smoothie yang ia pesannya pun akhirnya sudah siap untuk diminum, Sara pun menyeruputnya dan....


"Hem, segar juga!" pungkas Sara.


"Apa kau datang ke festival ini sendirian?" tanya bibi penjaga stand itu tiba-tiba pada Sara.


"Ya, aku datang sendirian!" balas Sara diikuti senyum di bibirnya.


"Apa kau mau dengar sebuah kisah romantis yang berasal dari kota ini?" Sara seolah tertarik untuk mendengarkan hal itu, ia pun akhirnya mengangguk dan meminta bibi penjaga itu untuk menceritakan kisah romantis itu pada dirinya, sekalian sebagai sarana untuk membunuh waktu sambil menghabiskan minuman di gelasnya.


~~


Sekitar dua puluh menit berlalu, minuman Sara pun telah habis tak tersisa, dirinya terbawa suasana mendengar kisah yang barusan di ceritakan oleh sang bibi penjaga stand minuman itu.


"Aku tidak pernah tau ada kisah seperti itu dari kota ini," ucap Sara.


"Kisah romantis memang tidak semua orang tahu, dan itu juga tidak semuanya orang percaya," kata sang bibi yang kemudian dibalas senyum hangat oleh Sara.


"Bibi... sepertinya aku sudah harus pergi, terima kasih minuman dan cerita menariknya, aku suka sekali...!" Sara kemudian memberikan sejumlah uang untuk membayar smoothie yang sudah habis dirinya minum tadi Sebelum pergi Sara menyempatkan diri bertanya pada bibi tersebut, "Oh iya, bibi sendiri percaya kisah yang kau ceritakan tadi?"


"Sejujurnya aku percaya tidak percaya, tapi apa salahnya sedikit berkhayal untuk sebuah mitos yang manis!" ujar bibi itu, Sara tersenyum mendengar jawaban dari bibi itu. Dirinya pun pamit pergi kepada sang bibi penjaga stand tersebut.


"Kalau begitu, aku pergi dulu... sekali lagi terima kasih."


"Sama-sama," balas bibi itu.


Akhirnya Sara pun pergi meninggalkan stand minuman tersebut, dan berniat mencari beberapa pernak-pernik lucu yang mungkin bisa ia jadikan benda keberuntungan. Beberapa menit berjalan mencari toko yang menarik hatinya, pilihan pun jatuh pada sebuah stand kecil yang menjual aneka macam aksesoris dan gantungan kunci. Sara dengan langkah pasti dan tanpa ragu, langsung saja menyambangi toko tersebut.


~~


Tak di duga tak di sangka, saat Sara tengah memilih-milih aksesoris, terlihat ada Rony di seberang sana, yang ternyata juga mengunjungi festival di kota hari ini. Dirinya melihat Sara yang saat itu sedang sibuk melihat-lihat aksesoris.


"Sara...?" ucap Rony. Ia mencoba memanggil Sara namun hingar bingar suasana festival membuat suaranya seolah tertelan oleh banyaknya masa. Rony pun memutuskan untuk berjalan sendiri menghampiri Sara, namun langkahnya sedikit terhambat akibat pawai atraksi yang tiba-tiba berjalan di hadapannya. Alhasil Rony menghentikan langkahnya, dan menunggu pawai itu selesai dan menyusul Sara.


"Ah sial! Aku jadi kehilangan jejak Sara!" ujar Rony yang kehilangan jejak dimana Sara kini berada. Rony mencoba menghubungi Sara lewat ponsel tapi sepertinya ponsel Sara mati, dirinya pun kini terpaksa menyambangi dan melirik setiap sudut di area festival demi menemukan Sara. Tak disangka pucuk di cinta ulam pun tiba, Rony berhasil menemukan Sara yang kini berada di sebuah kedai yang menjual camilan lokal. Tidak mau kehilangan jejak lagi, Rony pun akhirnya meminta tolong pada seorang anak kecil untuk memberikan selembar pesan yang telah ditulisnya, untuk diberikan kepada Sara.


Anak kecil itu pun bergegas memberikan selembar kertas itu pada Sara. "Nona..." panggil anak kecil suruhan Rony itu sambil menarik pakaian Sara. Sara pun menoleh dibuatnya.


"Ada apa adik kecil?" balas Sara diikuti senyum manisnya. "Ini...," kata anak kecil tersebut sambil menyodorkan sepucuk kertas kecil yang berisi tulisan Rony.


"Apa ini?" tanya Sara heran, anak kecil itu pun hanya mengakat kedua bahunya dan lansung pergi meninggalkan Sara. Malas penasaran lama-lama, Sara langsung membaca tulisan di kertas itu. Sara di buat aneh setelah membaca tulisan itu, ia pun mengira-ngira siapa yang menulis pesan ini untuknya. Tentu saja orang pertama yang terbesit di pikiran Sara adalah Ryuzen Han, tapi dirinya tidak mau berekspektasi terlalu jauh saat ini. Akhirnya Sara pun memutuskan pergi ke tempat yang tertulis di pesan itu, guna mengetahui siapa sebenarnya yang telah mengirim pesan tersebut untuknya.


Sara sudah berdiri di dekat jam besar yang ada di alun-alun kota, dirinya telah berdiri disana sekitar lima menit menunggu. "Aneh sekali, menyuruh orang menunggu disini, tapi dia sendiri belum datang!" gumam Sara.


Sementara itu, Rony dengan cepat berjalan menuju tempat dimana ia minta Sara menunggunya, ditangan Rony pun kini sudah ada setangkai bunga mawar merah yang akan ia berikan pada Sara nanti.


"Sara, tunggu aku disana... aku yakin semesta pasti juga menakdirkan kita untuk bertemu," ucap Rony yang terlihat begitu optimis.


Sara yang menunggu di sana mulai kedinginan, ditambah pakaiannya meski sudah cukup hangat namun tetap saja, udara dingin bisa menyusup lewat celah-celah yang ada.


"Kenapa aku harus menunggu di tempat ini?


Tapi... berdiri disini,aku jadi teringat mitos romantis yang diceritakan bibi tadi, tentang sepasang kekasih yang dipertemukan di tempatku sekarang berdiri."


Menurut yang di katakan penduduk asli kota ini, banyak yang mengatakan jika dua insan yang saling mencintai bertemu tepat di saat tepat saat lonceng jam besar di belakang Sara berdentang maka cinta mereka akan abadi selamanya. Sungguh mitos yang manis, tapi bagi Sara, mitos hanyalah sebatas mitos yang mungkin memang sengaja di karang oleh penduduk asli kota ini, untuk menarik turis yang datang berkujung ke kota ini.


Rony semakin dekat dengan Sara, bahkan ia melihat Sara yang kini tengah berdiri menanti hadirnya seseorang yang ia pikir itu adalah dirinya.


"Sara..." ungkap Rony melihat gadis dambaan hatinya yang akan segera ia temui, Rony mengukir senyum di bibirnya karena tidak sampai 5 meter lagi lagi ia akan menemui Sara di tempat yang diyakini sebagai tempat bertemunya dua orang yang ditakdirkan bersama.


"Sara...!" seru Rony pelan.


*ding dong ding dong (suara dentang jam besar akhirnya berbunyi)


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Like, comment, vote. Arigatou ๐Ÿ™