
Dan sekarang saatnya Sara yang sudah resmi diperkenalkan sebagai istri Ryuzen, untuk memberikan sepatah katanya untuk para tamu undangan.
"Untuk semua hadirin yang telah datang, aku Sara Chen selaku istri Ryuzen Han mengucapkan terima kasih yang sebanya-banyaknya. Semoga kalian menikmati acara malam ini, terima kasih!"
Setelah acara perkenalan dan pidato singkatnya. Untuk meresmikan aacara peringatan hari jadi Emerald, sekaligus perayaan di umumkannya status Sara sebagai istri Ryuzen. Ryuzen dan Sara pun akan melakukan dansa berpasangan di tengah ballroom hotel Gloria.
Ryuzen yang dengan hati-hati dan cekatan menuntun Sara ke tengah lantai dansa, dengan posisi mereka yang kini siap berdansa. Suami istri itu saling menatap dan melempar senyum bahagia tak terkira diantara mereka.
"Kau sudah siap berdansa untuk pertama kalinya dengaku, setelah semua orang resmi mengetahui dirimu adalah istriku?"
"Aku selalu siap bila ada di dekatmu Ryuzen," balas Sara lembut diikuti senyumnya.
Malam perayaan dimulai. Alunan musik pun sudah mulai dimainkan. Sara dan Ryuzen pun mulai menghentakan kakinya untuk berdansa.
🎶One look and I can’t catch my breath
Two souls into one flesh
When you’re not next to me
I’m incomplete
Cause I’m on fire like a thousand suns*
I couldn’t put it out even if I wanted to
These flames tonight
Look into my eyes and say you want me, too
Like I want you
Oh, love, let me see inside your heart
All the cracks and broken parts
The shadows in the light
There’s no need to hide
Cause I’m on fire like a thousand suns
I couldn’t put it out even if I wanted to
These flames tonight
Look into my eyes and say you want me, too
Like I want you 🎶
"I love you for a thousand suns, Sara...."
"I love you for the rest of my life, Ryu...."
Semua tamu bergemuruh memberikan tepuk tangannya, kala Ryuzen dan Sara telah selesai melakukan dansa berpasangan yang sangat indah, dan emosional.
Oh my Goddess! They look so awesome!
Mereka pasangan yang sangat luar biasa.
Kenapa bukan aku yang jadi istrinya Ryuzen Han!
Pujian pun terlontar dari para tamu, hal itu membuat Sara begitu bahagia tak terkira, tentunya itu dapat dilihat dari raut wajahnya saat ini yang begitu berseri-seri.
"Kau bahagia sayang?" tanya Ryuzen.
"Ya! Aku sangat bahagia," ucap Sara yang masih tak bisa menyembunyikan rasa bahagiannya lewat sorot matanya yang berbinar.
Namun bahagia itu seolah memang hanya bisa bertahan sekejap bagi, karena tiba-tiba hal buruk terjadi.
Terdengar suara ledakan yang dikuti insiden terjatuhnya lampu kristal yang menggantung di tengah ballroom secara tiba-tiba yang hampir saja mengenai Sara. Untungnya Ryuzen bisa dengan cepat melindungi istrinya itu.
Suasana acara pun mendadak menjadi riuh dan tidak terkendali. Para tamu berlarian dan nampak panik. Tidak berbeda dengan Sara yang juga masih terlihat begitu syok saat ini, akibat insiden jatuhnya lampu tadi.
"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Ryuzen melihat Sara yang bergeming tanpa kata dengan napas yang tersengal-sengal karena masih kaget.
"A-aku tidak apa-apa Ryu," tukas Sara yang mencoba untuk menghilangkan rasa panik dan syok atas kejadian tadi dihadapan Ryuzen.
Belum selesai dengan kecemasannya terhadap Sara. Ryuzen harus kembali di timpa kecemasan kala Miya berteriak "Nenek!"
Sara dan Ryuzen pun langsung menoleh ke arah dimana nenek Ivy yang tiba-tiba jatuh pingsan. Ryuzen dengan spontan langsung berteriak memanggil Jason untuk menangani sang nenek yang kini tengah tak sadarkan diri. Karena tak ingin menambah runyam lagi, Ryuzen akhirnya menyuruh para penjaga dan pihak hotel gloria untuk segera membubarkan semua tamu, dan meminta para awak media untuk pergi.
Namun memang dasar tingkah awak media, mereka seolah bersi keras untuk meliput kejadian saat ini. Ryuzen mau tak mau harus turun tangan, untuk menyelesaikan semua dengan cepat. Ia mengambil ponsel yang ada disaku milikny dan kemudian menelepon Kenzo yang tengah istirahat, karena baru pulang dari rumah sakit.
Kenzo : Halo Bos, aku sedang menonton siaran langsung acaramu hari ini, tapi kenapa tayangannya terputus tiba-tiba?
Ryuzen : Kenzo jangan banyak bicara. Sekarang juga kau minta bantuan pada Meylin dan Edgar di Black Serpents untuk mensabotase seluruh jaringan media elektronik yang nekat menayangkan berita kekacauan hari ini di Gloria.
Kenzo : Huh? jadi benar disana ada masalah?
Ryuzen : Kenzo kau jangan banyak tanya dulu, sekarang kau ikuti saja perintahku!
Mendengar nada bicara Ryuzen barusan membuat kenzo tak bisa.membantah sama sekali. Pasalnya dari nada bicara Ryuzen terdengar jika ini masalah genting. Sudah pasti yang terjadi saat ini bukanlah main-main.
Kenzo : Baik Tuan!
Ryuzen : Dan satu lagi, besok pagi kau langsung temui aku dia ruangan. Ada yang harus aku bicarakan denganmu.
Kenzo : Aku mengerti tuan.
*Mengakhiri panggilan.
"Ryu, nyonya Ivy harus segera dibawa ke rumah sakit!"
Ryuzen pun mengangguk menuruti perkataan Jason. Ambulans yang Jason sudah panggil dari rumah sakitnya untuk membawa nenek Ivy yang kini tengah pingsan pun sudah tiba, dan membawa nenek Ivy untuk segera ke rumah sakit.
"Ryu, sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Sara yang masih terlihat syok dan bingung.
Ryuzen pun mendekap Sara ke dalam pelukannya, "Sara, maaf aku membawamu pada situasi seperti ini." Ryuzen mengusap lembut kepala Sara untuk menenangkannya. Setelah itu mereka segera menyusul yang lainnya ke rumah sakit.
"Kalau saja kau tidak memilih Ryuzen Han dan lebih memilih aku, pasti kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi Sara," ucap Rony yang terlihat dari lantai dua ballroom. Dari sana dirinya hanya berdiri bergeming sambil mengamati segala kekacauan yang berhasil membuat ballroom yang awalnya di penuhi kemewahan dan suka cita. Kini berubah menjadi pemandangan yang kacau balau.
🌹🌹🌹
Like, vote, commentnya jangan lupa ya... 😉