
~Restoran Huang
Sara dan Gina duduk diantara orang-orang yang sedang makan di restoran tersebut.
"Apa...! Kau sedang tidak main prank denganku kan Sara?" seru Gina yang kaget setelah mendengar cerita Sara jika dirinya kini bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di kediaman Ryuzen Han.
"Siapa yang sedang Prank, memangnya aku kurang kerjaan apa melakukan hal itu padamu," tegas Sara sambil mengaduk-aduk minuman di depannya, sambil menopang dagunya.
"Jujur saja, saat ini aku tidak tahu harus bilang kau itu beruntung atau sial. Beruntung, karena kau bisa lihat dan dekat-dekat dengan Bos Emerald yang jadi idaman banyak wanita di negeri ini. Sial, karena kau harus berurusan dengan pria yang rumornya terkenal kejam dan tidak kenal ampun seperti dia," ucap Gina panjang Lebar.
"Entahlah..., aku sendiri heran dengan jalan hidupku ini, dari jutaan orang di negeri ini kenapa harus aku yang berurusan dengan pria itu," terang Sara dengan wajahnya yang menunjukan kepasrahan.
Melihat temannya tidak semangat begitu, Gina pun menyemangatinya.
"Oh, ayolah Sara... ini bukan akhir dari dunia, lagi pula hanya du bulan kan? Lagian ambil baiknya saja, dengan begitu kan kau jadi bisa menikmati wajah gantengnya Tuan Muda Han selama dua bulan," kata Gina sambil menggoda Sara.
"Gina jangan menggodaku begitu!" ucap Sara yang kini mulai kesal.
"Ayolah..., mengaku saja, kau itu wanita normal mana mungkin lihat yang seperti Tuan Muda Han, hati tidak terguncang sama sekali," terang Gina yang masih terus menggoda Sara.
"Ya..., dia memang sangat tampan, tinggi, bentuk tubuhnya juga bagus!"
"Tubuhnya? Memang kau sudah sejauh apa sampai tahu bentuk tubuhnya, jangan-jangan...?" goda Gina pada Sara yang kini wajahnya sudah merah karena jengkel digoda oleh Gina.
"Gina! Kau temanku bukan sih?!" ujar Sara kesal.
Gina tertawa melihat Sara kesal begitu.
"Oke, oke, aku hanya bercanda. Nona Sara jangan marah ya nanti cantiknya bisa hilang loh...!" ucap Gina yang masih menghabiskan sisa-sisa tertawanya.
"Huh, menyebalkan!" gerutu Sara melampiaskan kekesalan semunya.
~~
~Kantor Emerald
"Bos, aku ada sedikit petunjuk tentang gadis yang kau maksud lima tahun lalu," terang Kenzo yang beberapa menit lalu baru saja masuk ke Ruangan Ryuzen.
"Iyakah, lalu apa?" Sahut Ryuzen yang kini tengah sibuk dengan laptopnya.
"Gadis itu tinggal di Cardia, bersama bibinya," jelas Kenzo.
"Kau tahu di mana tempat tinggalnya?" tanya Ryuzen penasaran.
"Kalau itu masih aku telusuri lebih lanjut. Tapi..., kemungkinan besar dia memang tinggal tidak jauh dari kawasan area tempat hotel Sansiren berada," kata Kenzo menjelaskan detail info yang telah ia dapat.
"Baik, Permisi Tuan Muda."
Dimana pun kau berada sekarang, aku pasti akan menemukanmu. Aku Ryuzen Han tidak akan membiarkan siapapun membuatku harus memiliki hutang budi pada orang lain.
**
~Kediaman Yora, Bibi Sara yang telah mengusirnya
"Ibu...!" teriak Tina Liang putri Yora.
"Ada apa, kau berisik sekali!" jawab Yora yang sedang beselonjor menonton acara TV.
"Ibu, kau tahu tidak?" kata Tina yang kini duduk di sebelah Yora.
"Apa...?" tanya Yora penasaran, dengan apa yang ingin di ucapkan putriny tersebut.
"Ternyata, Sara si gadis sialan itu. Waktu itu tidur dengan pria kaya raya," ungkap Tina.
"Kau jangan bercanda! Mana mungkin gadis kampung seperti anak itu kenal dengan orang kaya raya," ujar Yora yang masih tidak percaya dengan ucapan Tina tersebut. Akhirnya Tina memberikan selembar kertas yang mana adalah kartu nama milik Ryuzen.
"Apa ini?" ucap Yora bingung dengan maksud Tina yang memberikan dirinya sebuah kartu nama.
"Astaga Ibu! coba kau baca kartu nama itu! Di situ tertulis jelas nama Ryuzen Han dari Emerald bukan?" terang Tina
"Iya, tapi bagaima bisa? Dan apa hubungannya Tuan Muda Han dengan Sara?" ucap Yora yang masih belum Panam.
"Huh! Ibu kau tahu tidak, ini kartu nama yang ditemukan dikamar 717 di hotel San Siren, tempat dimana sara bersama pria itu semalaman," jelas Tina.
"Kau tahu hal itu dari mana memangnya?" kata Yora makin penasaran.
"Aku tahu dari salah seorang temannya yang dulu kerja bersama Sara di Hotel Sansiren, dan kemarin baru saja orang itu memberikanku kartu nama ini. Dia bilang ia menemukannya di kamar tepat saat Sara meninggalkan kamar itu pagi harinya, dengan pakaian berantakan."
"Lalu apa urusannya denganmu, kalau memang iya dia tidur dengan Bos kaya raya?" terang Yora dengan wajah tidak peduli.
"Ibu kau tahu tidak, kemarin ada seorang pria berpakaian rapi mencari gadis yang tinggal di rumah kita. Dan saat itu tidak sengaja aku dengar percakapannya di telepon, sepertinya dia orang suruhan Ryuzen Han yang di utus untuk mencari gadis yang bersamanya waktu itu, dan besar kemungkinan yang dia cari adalah Sara."
"Lalu?" ucap Yora.
"Ibu, anakmu ini akan jadi orang paling kaya di negeri ini kalau berhasil mendapatkan Ryuzen Han," terang Tina sambil tertawa licik.
Jangan lupa kalau suka Like, comment, and vote Terimakasih 🌷