Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 47 : Salah Paham


~Kantor Emerald.


Kenzo masuk ke dalam ruangan Ryuzen, ia memberikan beberapa kontrak yang harus ditanda tangani Ryuzen, dan laporan proyek terbaru Emerald.


"Bagaimana, apa hari ini yang dilakukan wanita itu?" tanya Ryuzen pada Kenzo perihal Sara.


"Tuan, hari ini Nona Sara pergi makan siang bersama Jesper Lin di restoran oracle," Kenzo menceritakan semua yang ia lihat tadi siang pada Ryuzen.


"Oh jadi, habis kencan?!" ujar Ryuzen yang wajahnya menujukan ekspresi tidak sukanya.


"Lalu, apa aku harus mengikuti nona Sara lagi Tuan?"


"Tidak perlu, kau lanjut saja kerjakan tugasmu," perintah Ryuzen yang kini sepertinya suasana hatinya sedang tidak baik.


"Baik...!" ujar Kenzo.


"Tuan Ryuzen, setiap kali membicarakan soal nona Sara pasti begitu, kadang tiba-tiba jadi baik, kadang tiba-tiba jadi tempramen, kalau begitu kan aku yang jadi susah sendiri," gumam Kenzo.


⚘⚘


~Villa Constel


Ryuzen pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya. Sedangkan Sara yang juga baru pulang kerja pun, baru saja ingin masak untuk makan malam.


"Tumben sekali sudah pulang jam segini? Aku baru saja, mau masak makan malam," ungkap Sara pada Ryuzen yang baru pulang.


"Kelihatannya senang sekali, terlalu senang habis bertemu cinta pertama?" ucap Ryuzen terdengar seperti menyindir.


"Eh, ada apa dengannya, dan kenapa dia tiba-tiba bilang begitu?"


"Ryuzen, apa kau sakit?" Sara yang kini membantu Ryuzen membuka jasnya, merasa Ryuzen agak berbeda dari biasanya.


"Tidak, aku mau mandi, kau cepat siapkan makan malam!" tukas Ryuzen dengan raut wajahnya yang tidak seperti biasanya. Melihatnya begitu Sara jadi merasa aneh.


~~


Ryuzen yang kini telah selesai mandi, langsung turun ke meja makan untuk menyantap makan malam. Saat tengah menyuap sup ke dalam mulutnya Ryuzen malah berujar, "Kenapa sup ini rasanya jadi aneh?" Wajah Ryuzen saat itu pun terlihat kesal, namun seolah ditahan.


"Apa iya? Seingatku resepnya sama seperti biasanya kok!" Karena tidak mau penasaran akhirnya Sara pun mencoba sup itu sendiri.


"Tidak ada yang salah," kata Sara setelah mencoba sup itu sendiri.


"Mungkin lidahku yang pahit, aku tidak jadi makan malam," ujar Ryuzen dengan ekspresi datarnya, yang kini tengah mengelap pinggiran bibirnya dengan serbet.


"Ryuzen kau kelihatan aneh hari ini, ada apa?


"Aneh? Mungkin kau yang hari ini terlalu senang jadi tidak bisa membaca ekspresi orang dengan baik."


balas Ryuzen yang jelas suasana hatinya kini sedang tidak bagus.


"Tidak ada, aku hanya ingin dengar ceritamu setelah kencan dengan Jesper Lin hari ini,"


"Huh, bagaimana kau bisa tahu aku pergi dengan Jesper siang tadi?!"


Ryuzen hanya diam dan menatap tajam Sara.


"Aku tahu darimana itu tidak penting, yang paling penting yang harus kau ingat adalah, kau itu wanitaku jadi jaga sikapmu di luar!" ujar Ryuzen yang kini sorot matanya sudah berubah menjadi marah.


"Apa? Jadi maksudmu, aku tidak boleh pergi dengan teman-temanku, begitu?"


"Aku tidak melarangmu pergi, aku hanya minta kau jaga sikapmu!" tegas Ryuzen.


"Jaga sikap? Memangnya salahku apa, aku hanya menemui Jesper teman lamaku, apa itu salah?"


Ryuzen menarik tangan Sara dan mendekatkan tubuh Sara pada dirinya.


"Sara, dengar! Aku tidak suka wanitaku di sentuh oleh pria lain. Aku tidak suka ada orang ketiga diantara hubungan kita."


"Cih, hubungan apa! Memangnya ada hubungan apa diantara kita, apa aku ini pacarmu? Istrimu? Hubungan yang didasari karena timbal balik keuntungan, apa layak disebut sebagai hubungan pria dan wanita pada umumnya."


Sara tidak berani melihat wajah Ryuzen yang kini tengah terlihat marah dan kesal.


"Ryuzen dengar, aku dan jesper tidak ada hubungan apapun, kami hanya sebatas teman lama, jadi kau tidak perlu memata-mataiku." jelas Sara dengan tegas.


"Apapun itu, aku tidak suka kau pergi berduaan dengan pria lain, bagaimana pun kau itu milikku jadi tidak boleh ada yang berani menyentuhmu!"


"Milikkmu? Maksudmu, aku ini barang milikmu yang kalau nanti sudah bosan, bisa kau buang kapan saja begitu, ya...." balas Sara diikuti senyum getirnya lalu membuang muka.


"Sara, jangan buat aku marah!"


"Memangnya ada yang berani buat Tuan Muda Ryuzen marah?!"


"Sara, kau harus ingat dalam kesepakatan kita, aku yang tentukan semuanya, bukan kau!"


"Aku ingat, sangat ingat! Aku pasti akan berusaha sebaik mungkin mengikuti semua keinginanmu sesuai kesepakatan kita, tapi di kesepakatan juga tertulis tidak ada larangan untukku bergaul dengan siapapun." Pergelangan tangan Sara mulai merasa kesakitan karena dicengkram oleh Ryuzen.


"Lalu, apa hubunganmu dengan Jesper?" tanya Ryuzen kembali pada Sara. Sara menghela nafasnya ia lelah, bagi Sara berdebat dengan Ryuzen sama saja mencari masalah.


"Seperti yang sudah aku katakan tadi, aku dan Jesper hanya teman lama yang baru saja bertemu kembali. Kau mau percaya atau tidak itu terserah padamu. Sekarang, tolong kau lepaskan tanganmu dariku, tanganku sakit!" Sara terlihat pasrah akan ucapannya kali ini.


Ryuzen pun melepaskan tangannya dari Sara. Segelah itu Sara pun langsung berjalan pergi ke lantai dua.


⚘⚘


Like, comment and vote. Thank You!