
Mendengar perkataan Rony barusan membuat Ryuzen agak terdiam sejenak, sebelum akhirnya dirinya merespon Rony.
“Kalau begitu nanti aku akan menemui nenek," balas Ryuzen dengan ekspresi datar dan dinginnya.
Saat Ryuzen dan Rony di dalam sebuah percakapan, tiba-tiba suara seseorang mengetuk pintu ruangannya.
“Masuk!” ujar Ryuzen yang sudah tahu itu Kenzo dari layar CCTV yang ada di ruangannya.
“Tuan Han, aku bawa makan siang yang kau minta aku pesankan tadi!” ucap Kenzo dengan membawa makanan yang telah ia pesan tadi.
“Oh, jadi kau baru mau makan siang ya Paman? Kalau begitu aku makan siang disini sekalian saja," ujar Rony.
“Tidak ada makan siang untukmu, aku hanya pesan untukku dan Tuan Han saja!" sahut Kenzo spontan.
“Kalau begitu punyamu saja buatku," kata Rony.
“Enak saja, kalau kau lapar beli atau masak saja sana sendiri!" balas Kenzo ketus pada Rony.
“Dasar asisten pelit!" ejek Rony.
“Diam kau tukang foto amatiran!" balas Kenzo.
“Kau bilang aku apa? tukang foto amatiran?!”
“Iya, kenapa?” balas Kenzo.
“Kau mengajak berkelahi ya!” tantang Rony.
"Stop!" ucap Ryuzen, namun dirinya tidak di hiraukan oleh keponakan dan asistennya, mereka malah masih tetap saja saling mengejek satu sama lain.
Sebenarnya bukan hal yang aneh terutama bagi Ryuzen, melihat Rony dan Kenzo cekcok begini. sejak awal mereka memang tidak saling menyukai.
*ketidaksukaan diantara Kenzo dan Rony sebenarnya terjadi hanya karena diantara mereka, selalu ingin membuktikan siapa yang paling diperhatikan oleh Ryuzen.
Aura ruangan menjadi sangat menakutkan tiba-tiba. Ryuzen berdiri diantara mereka berdua yang betengkar dengan ekspresi dinginnya. Ryuzen pun kini mulai merogoh saku dalam jasnya.
“Paman sedang kau mencari apa?” Tanya Rony pada Ryuzen.
“Pistolku, kenapa?"
“Eh?" ucap Rony dan Kenzo saling melempar pandangan yang terlihat ketakutan.
“Ka, kalau begitu Paman, aku sudah selesai menyampaikan pesan dari nenek, sekarang kau nikmati saja makan siangmu aku pergi dulu, bye...!"
Rony pun langsung mengambil langkah seribu.
Sementara itu Kenzo yang tinggal sendirian tidak bergeming.
“Kau masih apa disini? Makan makananmu setelah itu kita pergi mengunjungi nenek!” perintah Ryuzen kepada Kenzo.
“Baik Bos!” jawab Kenzo yang kemudian menaruh makanan milik Ryuzen di atas meja, lalu keluar dari ruangan. “Tuan muda Han memang mengerikan!" ucap Kenzo sambil menghela nafas.
~~
Tiba-tiba Rony ingat sesuatu, ia mengambil sapu tangan yang diberikan oleh Sara di lift tadi, dan tersenyum.
“Aku penasaran siapa nama gadis yang memberiku sapu tangan ini, aku belum pernah melihat gadis secantik dia di kota ini," ungkap Rony dengan semangat sambil tetap fokus menyetir.
~~
Di tengah perjalanan ke rumah neneknya, Ryuzen melihat ada toko bunga yang bunganya terlihat sangat segar. Ryuzen pun berniat membawakan bunga untuk neneknya.
“Kenzo berhenti di toko bunga itu!” perintah Ryuzen
“Baik Tuan.”
Kenzo pun berhenti di toko bunga yang ternyata adalah toko bunga tempat dimana Sara bekerja.
Ryuzen memerintahkan Kenzo membelikan bunga untuk neneknya, “Belikan buket bunga untuk Nenek!"
“Aku harus beli bunga apa Tuan?” Tanya Kenzo.
“Bunga apa saja, yang jelas harus segar, bagus, dan indah," jawab Ryuzen.
Kenzo langsung keluar dari mobil dan menyambangi toko bunga tersebut, sementara Ryuzen menunggu di dalam mobilnya.
“Permisi Nona, aku ingin membeli sebuket bunga," ucap Kenzo.
“Kau mau bunga apa Tuan?" tanya Sara sambil membalikan badannya.
“Maaf, tapi bisakah kau pilihkan bunga apa saja yang segar, bagus dan indah untukku?" ucap Kenzo yang tidak tahu harus membeli bunga apa.
“Memang bunga untuk siapa? Kekasihmu kah?" tanya Sara dengan ramah.
“Eh.., bukan-bukan! Bungannya untuk nenekku," jelas Kenzo.
Setelah mendengar penjelasan dari Kenzo, Sara pun langsung mengambil beberapa tangkai bunga aster yang sangat segar dan merangkainya, lalu menyerahkannya buket bunga tersebut kepada Kenzo.
“Ini Tuan, semoga nenekmu suka bunganya,” kata Sara sambil tersenyum menyerahkan buket bunga pada Kenzo.
“Terima kasih Nona, bunga pilihanmu indah sekali,” balas Kenzo yang kemudian membayar buket bunga tersebut.
Kenzo pun kembali ke dalam mobil lalu menyerahkan buket bunga yang telah dibelinya pada Ryuzen. “Tuan, karena aku tidak tahu menahu soal jenis bunga-bungaan, jadi kuminta nona penjual bunganya saja yang pilihkan tidak apa kan?"
"Ya!" balas Ryuzen singkat.
Melihat buket bunga aster tersebut Ryuzen berkata di dalam hatinya ; “Bagaimana bisa orang asing seperti penjual bunga itu tahu selera bunga kesukaan nenek, benar benar kebetulan yang jarang terjadi.”
🌹🌹🌹
Like, comment, vote 😉