Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 83


Makan malam akhirnya usai, Jason dan Kenzo juga sudah pulang. Sara serta Ryuzen pun kembali ke kamar mereka, dan bersiap-siap untuk beristirahat. Entah mengapa Sara jadi mudah mengantuk akhir-akhir ini, Ia pun pamit pada Ryuzen untuk tidur duluan.


"Aku mengantuk, aku tidur duluan ya... selamat malam Ryu," ucap Sara sebelum akhirnya terlelap. Setelah yakin jika istrinya sudah terlelap, Ryuzen menyapu anak-anak rambut itu dari wajah Sara, dibelainya pipi merona itu pelan-pelan agar tidak membuat istri kesayangannya itu terbangun.


"Sara sayang..., sebenarnya aku ingin sekali memakanmu sekarang juga. Aku sangat marah melihatmu makan makanan dari tangan pria lain, aku ingin sekali meninju wajah Kenzo saat itu juga kau tahu? Tapi aku menahannya, demi anak kita, demi dirimu, aku akan bersabar.


Ryu mengecup pipi Sara dan mengalunkan kata-kata lembut, "Selamat tidur sayangku."


~~


Pagi menjelang, Sara sayup-sayup membuka matanya, hatinya berdesir seketika membuka mata langsung dihadapkan pemandangan yang membuat senyumnya mengembang. Bagaimana tidak, kini didepan matanya terpampang jelas wajah tampan suaminya, yang saat ini masih terlelap tidur disebelahnya.


"Kau memang tampan sekali," puji Sara sambil menjamah wajah Ryuzen dengan jari-jari lentiknya. Karena tidak ingin membangunkan suaminya yang masih tertidur pulas. Sara yang kepalanya masih bertumpu diatas dada bidang suaminya itu pun perlahan bangkit, dan turun dari atas ranjang menuju ke kamar mandi.


~~


Selesai bersih-bersih dan berganti pakaian. Sara yang mengenakan pakaian santai dengan lengan pendek dipadu rok selutut itu pun bergegas menuju dapur.


"Selamat pagi nona Sara," sapa bibi Rachel yang sedang menyiapkan keperluan di dapur.


"Pagi bibi."


"Kau mau dibuatkan apa nona?"


"Mm... aku minta, tolong bibi buatkan teh jahe hangat untukku ya," pinta Sara.


"Baiklah nona, tapi... kau mau apa dengan bahan masakan itu?" Ujar Bibi Rachel melihat Sara yang malah sibuk memilih bahan makanan.


"Aku mau buatkan kopi dan sarapan untuk suamiku," balas Sara yang kini sudah siap dengan celemek dan juga spatulanya.


"Nona, biarkan aku saja yang memasak sarapan untuk anda dan tuan muda," kata bibi Rachel yang tidak ingin membuat nonanya itu jadi repot di dapur. Bukan menuruti kata bibi Rachel, Sara malah tersenyum, "Bibi, kau ingat bukan saat aku kemari untuk pertama kalinya? Aku pernah katakan padamu sebelumnya jika, bukan aku tidak butuh bantuanmu. Aku hanya memang terbiasa saja mengurus suami dan anakku dengan tanganku sendiri. Jadi-"


"Aku mengerti Nona," sahut Bibi Rachel dengan ramah.


"Terima kasih kalau kau mengerti," ucap Sara yang kemudian lanjut membuatkan sarapan.


~~


Setelah membuatkan sarapan lengkap dengan secangkir kopi kesukaan suaminya itu, Sara pun langsung bergegas untuk kembali ke kamarnya membangunkan Ryu.


"Nona pelayan, tolong bawakan semua sarapan ini ke meja makan ya. Aku mau menyiapkan keperluan suamiku dulu sebelum dia berangkat ke kantor," Pinta Sara pada seorang pelayan.


"Baik nona," balas pelayan itu sebelum Sara kembali ke atas.


"Aku tidak menyangka, nona Sara ternyata bisa memasak," ujar si pelayan melihat sarapan yang dibuat oleh Sara itu nampak lezat.


"Kau benar! Bahkan kelihatannya dia cukup mahir di dapur. Padahal dari penampilan dan juga tangannya yang indah dan halus itu, dia lebih seperti wanita dari kalangan sosialita yang tidak suka di dapur, apalahi jika terkena aroma asap dapur karena takut tangannya tergores pisau," sahut pelayan B yang ada disebelah pelayan A.


"Kau benar aku pun tidak menyangka sebelumnya, ternyata selain cantik, nona Sara adalah wanita yang mandiri. Pantas saja, tuan muda sangat tergila-gila pada istrinya itu."


"Iya kau benar, tuan nampak sekali tergila-gila pada nona Sara," balas pelayan B sambil terkekeh.


"Ehem! Sedang apa kalian? Pagi-pagi sudah bergosip!" Tegur bibi Rachel yang membuat kedua pelayan itu terkaget


"Bibi Rachel? Um, kami hanya..."


"Ku beritahu kalian satu hal. Nona Sara itu sebelum tinggal disini, ia sudah tinggal dengan tuan di villa constel dan disana nona yang setiap hari menyiapkan semua kebutuhan tuan dari A sampai Z. Jadi tidak perlu heran. Jadi kalau kalin mau lama kerja disini, kalian harus bekerja dengan benar. Karena kalau Nona sudah mengeluarkan seluruh skillnya dalam mengurus rumah serta memasak, aku khawatir kalian akan dipecat, karena tidak dibutuhkan lagi disini. Kalian mau begitu?"


"Tidak bibi Rachel," tukas kedua pelayan itu yang kemudian segera kembali bekerja.


~~


Sara masuk ke kamarnya, dan ternyata Ryuzen sudah bangun dan tengah mengenakan kemejanya yang belum di kancing. Sara yang melihatnya pun langsung berinisiatif mengancingkan kancing-kancing ersebut.


"Kau habis masak ya?" Tebak Ryuzen saat menghirup ada aroma masakan di baju Sara.


"Iya, kenapa? Kau tidak suka aku masak sarapan untukmu?"


Ryuzen menggeleng, "Aku justru rindu masakanmu."


Sara tersenyum senang mendengar ucapan Ryuzen barusan. Ia pun lalu berjinjit dan mencium pipi kanan Ryuzen.


"Sara...," ucap Ryu sambil menatap genit istrinya.


"Nyonya Ryuzen Han, tolong jangan menggodaku pagi-pagi, kau tahu akibatnya kalau menggodaku bukan?" Ucap Ryzen memperingatkan istri kecilnya itu.


"Sara chen... jangan mengujiku!" Ryuzen menatapnya seolah memperingatkan Sara lagi, tentang apa yang akan terjadi jika ia nekat menggodanya.


Sara pun hanya bisa tertawa geli, sambil sibuk memakaikan dasi di kerah kemeja Ryu.


"Ryu..., aku minta maaf ya soal semalam. Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa ngidam hal seperti itu. Padahal dulu saat hamil pertama Arvin, tidak tidak pernah ngidam serepot ini lho...," Jelas Sara yang juga baru pertama kali merasakan ngidam hal aneh begitu.


Tiba-tiba Ryu menggenggam kedua pergelangan tangan Sara. Sepasang mata pria itu menatap lembut ke wajah wanita yang adalah istrinya sendiri.


"Kau tidak perlu minta maaf Sara, justru seharusnya aku yang minta maaf padamu. Dulu aku tidak ada bersamu saat kau mengandung Arvin, kau berjuang sendirian, tanpa aku tahu apa kau baik-baik saja saat itu atau tidak. Aku bersalah padamu dan Arvin selama bertahun-tahun. Tidak ada bersama mendampingimu di saat itu, bagiku adalah kegagalan sekaligus penyesalan terbesar di hidupku ini."


Penyesalan memang datangnya terlambat, tapi tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik.


"Maafkan aku yang telah memberikan penderitaan bagimu Sara...." Imbuh Ryu, yang kemudian memeluk Sara dengan eratnya. Sara tanpa ragu langsung membalas pelukan itu, serta mengusap dan menepuk lembut punggung sang suami untuk menenangkannya.


"Kau tidak perlu minta maaf. Bagiku hal pahit yang telah berlalu biar saja menjadi bagian dari cerita hidup yang tidak perlu di ungkit lagi. Hidupku adalah untuk saat ini dan di masa depan. Jadi kumohon jangan menyalahkan dirimu terus menerus."


Ryu melepaskan pelukannya, kemudian mengecup dahi Sara. "Kau memang anugrah terindah dalam hidupku Sara," ucap Ryuzen dengan penuh rasa syukur.


Sara pun membalasnya dengan senyum termanisnya.


"Oh ya, aku tidak mau pakai dasi ini, aku mau pakai yang itu!" Ryuzen menunjuk pada dasi yang bagi Sara sudah tidak asing lagi baginya.


Dasi itu?


Sara ingat betul, jika dasi yang ditunjuk suaminya itu adalah dasi pemberiannya untuk Ryu sebagai tanda terima kasih untuk pertama kalinya.


Tanpa banyak tanya, Sara langsung saja meraih dasi tersebut, dan memakaikannya di kerah kemeja Ryu.


"Nah sudah!" ucap Sara, melihat penampilan Ryuzen dari atas sampai bawah, yang kini sudah rapi dan terlihat sempurna.


"Okey... Kalau begitu, sekarang mari kita turun kebawah untuk sarapan!" Kata Ryu usai mengambil jasnya. Ryuzen mengulurkan tangannya, menginstruksikan Sara agar meraih ia meraih tangannya untuk digandeng. Sara pun dengan senang hati menyambutnya, dan mereka berdua akhirnya berjalan bersama menuruni anak tangga.


~~ 


Selesai sarapan dan meminum kopi, Ryuzen pun pamit untuk berangkat ke kantor. Di hadapannya pun sudah ada Kenzo di dalam mobil yang siap mengantar Ryu ke kantornya. Ryuzen bersiap memasuki mobilnya, tapi anehnya ia malah menarik Sara juga ikut masuk ke dalam mobil.


"Kenapa kau menarik aku juga?!" Protes Sara yang terkejut tiba-tiba dibawa kedalam mobil. Tapi yuzen tidak membalas celotehan istrinya itu, justru yang dilakukannya adalah membungkam bibir Sara dengan bibir miliknya. Untuk beberapa saat mereka saling berpagutan tanpa menyadari, jika Kenzo yang ada di kursi depan hanya dapat melihatnya dengan penuh rasa iri dan sebal.


Sebenarnya aku ini dianggap tidak sih oleh mereka?


Terlihat dari kaca spion, dimana Ryuzen tiba-tiba melirik tajam ke arah Kenzo saat sedang bermesraan dengan istrinya itu. Hal tentunya membuat Kenzo bergidik ngeri.


Ke- kenapa tuan melirikku begitu? Apa dia masih marah padaku soal semalam? Tapi itukan permintaan istrinya sendiri, yang minta aku agar menyuapinya, harusnya aku tidak bersalahkan?


Sepasang suami istri itu pun akhirnya melepaskan pagutan mereka. Namun, bukan melepaskan Sara Ryuzen malah langsung membuat kissmark di leher bagian depan Sara.


"Kenapa disini? Bekasnya kan jadi bisa kelihatan semua orang!" Ungkap Sara terhadap apa yang dilakukan oleh suaminya itu.


"Memang sengaja aku buat disitu, agar semua orang tahu jika kau itu cuma milikku!" Tegas Ryuzen.


Malas berdebat dengan suaminya, Sara memutuskan langsung keluar dari dalam mobil, dan menyuruh Ryuzen segera berangkat ke kantor.


"Sudah berangkat sana...," pungkas Sara


"Bye istriku yang cantik," balas Ryuzen yang kemudian pergi.


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow update kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘 Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Happy reading and hopefully you like it all...


[Oh ya jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana😊]


BTW AUTHOR MAU MENGUCAPKAN.


🇮🇩SELAMAT HARI KEMERDEKAAN RI ke-75. JAYA TERUS INDONESIAKU. MERDEKA! 🇮🇩