Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 62


"Apa maksudmu?" Ryuzen mengernyitkan dahinya menatap Jiro yang kini terlihat tengah memikirkan suatu kejadian yang telah lama terjadi.


"Ryuzen, pernahkah kau berpikir sekali saja dalam benakmu, alasan kenapa ayahmu bisa meninggalkanmu? Atau, tidak pernahkah kau ingin tahu alasan yang sesungguhnya kenapa semua ini bisa terjadi?"


Ryuzen hanya bergeming. Sejatinya pertanyaan seperti itu seringkali menghantui suami Sara. Namun, lagi-lagi rasa bencinya menabrak akal sehatnya, karena bagi Ryuzen hingga detik ini, ia masih berpikir jika sang ayah adalah manusia yang bahkan tidak pantas untuk disebut sebagai orang tua.


"Nak," Jiro memanggil Ryuzen, Kali ini Ryuzen menoleh menatap Jiro.


"Apa kau mau tahu apa yang sebenarnya terjadi?"


Ryuzen menghela napas. "Katakan saja apa yang ingin kau katakan Jiro!"


Jiro pun mulai bercerita tentang apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu antara ayahnya, Biyan Dao dan juga Laulin ibunya.


"Ja-jadi?"


"Ya, saat itu ayahmu sudah menikahi Laulin bahkan, meski kakekmu Yerumi Han tidak merestui pernikahan mereka."


"Tapi kenapa dia meninggalkan diriku dan ibuku?!"


Ryuzen mulai menampakan emosi kekecewaannya.


"Malam itu adalah awal dari segalanya."


"Kau menentang pernikahanku dengan wanita yang aku cintai? Kau mau aku bercerai dari Laulin, dan menyuruhku menikah dengan wanita yang kau pilihkan begitu? Heh! Apa kau sudah gila Yerumi Han?" Suara Jordan menggema di kediaman Han.


"Kau putraku! Sudah jadi takdirmu meneruskan kerajaan bisnis Emerald! Kenapa kau malah memilih menikahi wanita biasa yang bahkan keluarganya saja bukan siapa-siapa! Kau itu sebenarnya mencari apa?"


Suasana makin memanas, bahkan Ivy Han pun seolah dibuat tidak bisa apa-apa melihat putranya dan sang suami yang kini bertengkar hebat, bahkan seluruh pelayan dikediamanmu hampir tidak berani mengatakan sepatah katapun.


"Hanya itukah yang selalu ada di dalam isi kepalamu, pria tua?"


Yerumi Han murka, "Kau berani menyebutku begitu dengan lantang, demi wanita rendahan itu? Sebenarnya apa kelebihan wanita


"Huh, bagimu dia wanita rendahan tapi bagiku dia adalah malaikat yang menyadarkanku betapa angkuhnya dirimu Yerumi Han!"


"Anak durhaka! Kau..."


"Stop! Jangan kau memukul putramu sendiri," pinta Ivy kepada suaminya itu. Atas peringatan istrinya itu, akhirnya Yerumi pun mengurungkan niatnya untuk memukul Jordan.


"Cih! Kalau kau mau memukulku, pukul saja! Bukankah sejak lama kau selalu keras padaku?"


"Kau benar-benar tidak tahu diri Jordan Han," pungkas Yerumi.


Tidak tahu diri? Bukankah yang tidak tahu diri itu kau. Bahkan kau membuat ibuku menangis, Kau yang begitu, bagaimana bisa kau merasa hebat memilihkan istri untukku?" Cibir Jordan.


"Kau..."


"Kau apa tuan Yerumi Han yang terhormat?" Jordan semakin menantang Yerumi.


"Jika kau bersikukuh hidup dengan wanita rendahan itu, maka mulai hari ini kau bukan bagian dari keluarga ini lagi!"


Semua yang mendengar perkataan Yerumi barusan pun tercengang, terutama Ivy Han.


"Suamiku, kau jangan bercanda! Dia putramu, kita bisa bicarakan semua ini dengan kepala dingin!"


Jordan menyeringai, "Jadi begitu?"


"Baiklah jika kau sudah memutuskannya. Maka mulai hari ini, dan saat ini juga, aku deklarasikan. Aku bukan anggota keluarga ini, apalagi penerus Emerald!" Ujar Jordan dengan lantang lalu bergegas pergi.


"Jordan, nak..., jangan pergi!" Ujar Ivy menghentikan langkah putranya dengan air mata yang sudah tak mampu lagi dibendungnya.


Akhirnya Jordan pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Han.


~~


Setelah insiden yang terjadi di kediaman Han, Jordan pun kembali menemui Laulin di apartemennya. Jordan berencana untuk mengajak Laulin tinggal di Anglo.


Namun saat ia kembali, bukan hal baik yang ia saksikan. Justru dia mendapati istrinya tengah tanpa busana bersama laki-laki yang tidak lain adalah Biyan.


"Laulin, bagaimana bisa kau!" Jordan tampak marah dan kecewa saat itu juga.


"A-aku, aku bisa jelaskan ini semua, Jordan aku, aku tidak melakukan apapun! Jordan percayalah padaku! Aku mencintaimu." Laulin dengan bercucuran air mata mencoba membuat Jordan tidak salah paham dengan apa yang dilihatnya saat ini. Jordan yang begitu marah pun menghajar Biyan Dao hingga babak belur.


"Beraninya kau melakukan hal itu pada istriku! Kenapa kau tidak mati saja!"


*Brukk!


Jordan kembali menghantam wajah Biyan, bahkan mematahkan rusuknya.


"Jordan! Hentikan! Aku-aku bisa jelaskan semuanya kau dengarkan aku dulu...."


Jordan menendang Biyan yang hanya mengenakan pakaian bawahan, kemudian berjalan menghampiri Laulin yang hanya menutupi tubuhnya dengan kemeja Kebesaran milik Jordan yang ada di apartemen tempat mereka tinggal selama ini.


"Apa yang ingin kau jelaskan Laulin, apa masih kurang, apa perlu aku melihat apa yang kalian lakukan secara langsung, kenapa kau memilihku jika kau ternyata malah-"


Laulin menutup mulut Jordan dengan kedua telapak tangannya, meminta Jordan tidak mengatakan hal lain lagi yang menjijikan tentang dirinya dan Biyan.


"Jordan, aku hanya mencintaimu... bahkan ak- aku ingin memberitahumu jika aku--"


Jordan menepis tangan Laulin yang ingin menyentuhnya. Sontak hal itu mengagetkan Laulin.


"Maaf, tapi aku tidak bisa memaafkan sebuah penghianatan Laulin. Aku meninggalkan segalanya, menentang ayahku demi dirimu, tapi nyatanya..."


"Jordan dengarkan aku dulu..."


"Tidak perlu lagi ada penjelasan, aku sudah jelas melihat semuanya. Lagipula..., kau memang lebih dulu mengenal Biyan dibanding aku bukan? Jadi, aku hanya ingin mengatakan, selamat tinggal Laulin, maafkan aku tidak bisa membahagiakanmu."


Dengan hati yang hancur berselimut kekecewaan, Jordan akhirnya pergi meninggalkan Laulin.


Laulin kala itu hanya bisa terus meratapi kepergian Jordan sambil menangis dan memegangi perutnya,


"Padahal, aku ingin memberitahumu jika kau akan jadi seorang ayah, tapi... kau lebih percaya dengan apa yang kau lihat sepintas Jordan."


Flashback off.


Ryuzen bergidik, "Jadi, orang tuaku dan Biyan mereka...."


"Ya, Biyan Dao dan ayahmu adalah sepupu, mereka satu universitas hanya berbeda jurusan. Laulin adalah junior di jurusan Biyan, saat Jordan pertama kali diperkenalkan dengan Laulin, saat itu juga ia jatuh cinta dengan ibumu. Namun siapa sangka Biyan juga menaruh hati pada Laulin. Sayangnya perasaan Biyan tidak terbalaskan, karena Laulin juga mencintai ayahmu sejak pandangan pertama, "


"Biyan yang merasa selalu kalah dari Jordan merasa sakit hati. Hingga timbulah perselisihan yang berujung dendam, karena merasa selalu kalah dengan Jordan bahkan dalam urusan hati sekalipun. Hingga pada akhirnya Biyan bertekad untuk membalaskan sakit hatinya, dengan menggunakan cara menjebak ibumu agar terlihat seolah telah berselingkuh dengannya. Biyan sejak awal memang licik, ia memanfaatkan ketegangan antara tuan Yerumi dan tuan Jordan, untuk memisahkan tuan Jordan dengan nona Laulin."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Terima kasih banyak untuk yang sudah mau setia membaca ceritaku, sekali lagi maaf tidak bisa update harian. Tapi aku harap kalian masih mau setia membaca ceritaku ini, dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, dan vote.


Sekali lagi terima kasih banyak atas apresiasi kakak-kakak, dan teman-teman reader sekalian.


Happy reading fellas and i hope you like it.


For more info follow my ig account @chrysalisha98 thank you.