
"Hai, apa kabar?" Kata pria yang tengah memegang sebotol air mineral itu. Sara sungguh tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Jesper di tempat seperti ini.
"Oh iya, bukankah kau mau minum air? Ini!" Jesper kembali menyodorkan botol air mineral itu pada Sara.
"Terima kasih banyak Jes," ungkap Sara yang dengan senang hati menerimanya.
"Mau aku bukakan sekalian?" Kata Jesper menawarkan pertolongan pada Sara, yang mungkin akan agak kesulitan membuka botol air mineral tersebut.
"Oh tidak usah terima kasih, aku bisa kok!" Sara pun membuka tutup botol air mineral itu, dan kemudian meneguknya hingga habis. Jesper yang melihatnya, hanya bisa tersenyum lucu tatkala Sara meneguk air mineral itu, dengan begitu menggebu-gebu bak seorang yang baru saja kembali dari gurun pasir.
"Hmm, segarnya...." ungkap Sara.
Sara menyeka bagian bibirnya yang agak basah karena minum dari botol tadi. Dahaganya pun kini sudah hilang, karena siraman air mineral yang masuk dan membasahi kerongkongannya.
"Ada apa?" Tanya Sara pada Jesper yang masih saja memandanginya sambil tertawa kecil.
"Tidak, aku hanya sedang berpikir... apa kau ini baru pulang dari gurun pasir?"
"Gurun pasir?"
"Iya, kalau kau tadi lihat bagaimana caramu meneguk air tadi, pasti kau berpikiran sama denganku," jelas Jerper diikuti gelak tawanya yang ringan. Alhasil Sara pun ikut tertawa malu dibuatnya. "Kau ini, bisa saja Jes!" Sepasanga teman masa kecil itu pun saling melempar tawa.
"Oh, iya ngomong-ngomong Jes, kenapa kau bisa ada di sini? Bukakah kau baru saja tiba hari ini ya?" Sara penasaran kenapa Jesper bisa ada di rumah sakit.
"Oh apa jangan-jangan kau sakit, atau kau terluka saat perjalan menuju kemari?" Sebagai teman, tentu saja Sara tampak khawatir dengan Jesper.
Jadi dia khawatir padaku? Ah sudahlah aku tak mau banyak bereskpektasi soal perasaan.
"Oh tidak, aku baik-baik saja. Aku hanya kebetulan saja habis terkena flu beberapa hari lalu, walau suhu udara di sini tidak sedingin kota paris, tapi untuk berjaga-jaga karena takut terkena flu lagi, jadi aku berniat membeli obat di apotek, tapi karena sudah ada di rumah sakit, alhasil aku putuskan saja untuk cek kesehatan sekalian di rumah sakit," papar Ryuzen.
"Oh begitu, syukurlah jika kau baik-baik saja. Jadi kau benar-benar baru tiba hari ini?"
"Ya, begitulah..."
Sara senang melihat Jesper yang kembali dari paris dengan keadaan baik-baik saja. Dan dia senang melihat temannya itu ternyata tidak banyak berubah, hanya rambutnya saja sepertinya sedikit lebih panjang dari pada biasanya. Mungkin karena kini dirinya bukan lagi bekerja sebagai lawyer, melainkan di bidang kesenian.
"Aku senang bisa bertemu kau lagi Jes, dan... aku mau bilang padamu..."
Jesper menoleh ke arah Sara, dengan raut wajah penasaran.
"Selamat datang kembali di kota ini!" Ujar Sara sumringah seolah memberi sambutan pada kedatangan Jesper.
Laki-laki itu tak kuasa menaha gelak tawanya, kala melihat tingkah Sara yang seolah sedang menyambutnya dengan nada ceria. Kau tidak banyak berubah Sara, tetap menyenangkan seperti terakhir kita bertemu setahun yang lalu. Dan kau semakin memesona, apakah kau sangat bahagia bersama suamimu?
"Kenapa sih kau itu tidak bayak bicara? Oh iya maaf aku yang malah cerewet sejak tadi," ungkap Sara sambil tertawa.
"Tidak apa, aku malah senang melihatmu aktif bicara begini."
"Ah kau bisa saja!"
"Oh iya Sara, ngomong-ngomong kenapa kau ke rumah sakit? Apa kau sakit atau ada yang sakit?" Tanya Jesper yang kini berganti penasaran pada Sara.
Sara menggeleng tanda membantah tebakan Jesper. "Aku tidak sakit, dan tidak ada yang sakit juga, aku kemari karenaー"
"Sara...!" Seseorang dari ujung koridor yang lain, mamanggil Sara yang kini tengah berada berdiri mengobrol bersama dengan Jesper.
Jadi dia bersama Ryuzen? Oh ya tentu saja bersama, dia kan suaminya. Jesper hampir lupa jika status Sara kini adalah istrinya Ryuzen.
"Kau sedang apa sayang?" Tanya Ryu yang kemudian langsung merangkul pinggang sang istri dengan cukup intens, seolah tengah menunjukkan jika hanya dirinyalah yang berhak atas Sara yang kini berada di sampingnya itu. Tentu saja hal itu dilakukan Ryuzen bukan tanpa alasan, mengingat sejak awal Ryuzen kembali, dirinya sudah menyadari kehadiran Jesper di dekat Sara.
Di sisi lain, Jesper hanya bisa menahan pahit getir perasaannya saat ini. Dimana saat dirinya melihat bagaimana cara Ryuzen merangkul wanita yang ia cintai dihadapannya. Itu benar-benar membuat Jesper ingin berteriak jika ia cemburu.
"Apa kabar tuan muda Han?" Sapa Jesper, yang mencoba menutupi perasaannya yang sedang kacau saat ini.
"Aku baik tuan Jesper Lin! Kau sendiri baru kembali dari luar negeri bukan? Tapi kenapa kau di rumah sakit? Apa kau masih jet lag, sehingga perutmu merasa tidak enak, dan kau memutuskan datang ke rumah sakit?"
Jesper hanya bisa tersenyum kecil mendengar rentetan penyataan Ryuzen barusan
"Ryu... Jesper kemari hanya untuk cek kesehatan saja kok!"
"Oh, aku baru tahu nona Sara kini berubah jadi jubirnya tuan Jesper," celetuk Ryuzen dengan wajah seolah bercanda, walau pada dasarnya itu lebih cocok disebut sindiran.
"Tuan Han, aku hanya sedang habis melakukan cek kesehatan, kau sendiri dengan Sara apa kalianー"
"Ya, aku dan istriku, kami baru saja selesai memeriksakan kandungan calon anak kedua kami."
Bak di gulung ombak di laut lepas, hati Jesper bergetar tiba-tiba, tanganya mengepal dengan keras, ia menahan emosinya yang kini membuncah tak beraturan. Malangnya Jesper, tapi dirinya tetap saja memaksa tersenyum, kemudian mengulurkan tangannya dan berkata, "Selamat ya, untuk kalian berdua yang sebentar lagi akan punya anak kedua."
Ryuzen menyambut uluran tangan Jesper dan menjabatnya. "Terima kasih tuan Jesper atas ucapannya."
"Sara sekali lagi selamat, Arvin akan jadi kakak sebentar lagi," imbuhnya lagi, kali ini menatap Sara dengan tatapan sendunya.
"Terima kasih banyak Jesper...," balas Sara diikuti senyum riangnya.
"Ehem, sebelumnya aku mohon maaf tuan Jesper, karena sepertinya aku dan istriku harus segera meninggalkan rumah sakit, jadi... mungkin lain kali kita bisa sambung lagi obrolan kita."
"Oh tidak masalah, aku pun juga masih harus membereskan beberapa barang-barangku di apartemen. Jadi... mungkin lain kali kita bisa sambung obrolan lagi," balas Jesper.
"Jesper, aku pergi dulu ya. Sampai jumpa lain waktu! Dan sekali lagi selamat datang kembali ke kota ini."
Jesper hanya bisa mengangguk tersenyum melihat wanita yang dicintainya itu kini melenggang pergi bersama pria lain yang adalah suami sahnya. Meski begitu, Jesper tetap cukup bahagia, melihat Sara yang menyambutnya dengan suka cita, meski hanya dianggap temanz, padahal bukan itu yang ia harapakan. "Iya Sara, sampai jumpa lain waktu. Senang bertemu kalian."
Sara dan Ryu akhirnya pergi meninggalkan Jesper di koridor rumah sakit. Dari tempatnya berdiri, Jesper hanya bisa terus memandangi kepergian Sara dan Ryuzen, yang berjalan berdampingan layaknya suami dan istri yang begitu terlihat bahagia.
Sepertinya memang sudah tidak ada harapan lagi bagiku bukan begitu Sara? Dari sorot matamu, terlihat begitu jelas betapa kau mencintai Ryuzen. Begitupun Ryuzen, aku bisa lihat bagaimana pria itu begitu memujamu, dan tidak pernah melepaskan pandangannya darimu. Ditambah... kini kau akan memiliki anak lagi dari pria itu. Kalau seperti ini, apakah aku masih bisa menemukan arti cinta?
🌹🌹🌹
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE ke medsos kalian. karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Satu lagi temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊
FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏