Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 126


Di C-lovely Sara terlihat datang lebih pagi ke toko daripada biasanya. Hal ini ia sengaja lakukan, mengingat sang pengirim bunga rasianya biasanya akan mengirimnya lebih cepat dari kedatangannya yang biasanya. "Aku harus tau sendiri, siapa sebenarnya orang yang telah mengirimiku bunga-bunga tersebut."


Sayangnya, sudah hampir satu jam Sara menunggu di toko, malah tidak tampak sedikitpun perunjuk siapa orang yang sudah memberinya bunga-bunga kemarin. "Kenapa tidak ada pentunjuk sama sekali?! Kenapa? Huft!" Sara menghela napas panjangtnya. "Ternyata terlalu ingin tahu itu, terkadang memang hanya merugikan diri sendiri," ujar Sara.


Beberapa menit kemudan terdengar langkah orang yang datang. Sara langsung beranjak dari kursinya, ia pikir itu si pengirim bunga, ternyata Thomas yang baru saja masuk.


"Ah, aku pikir siapa, ternyata kau Thomas," tukas Sara yang salah mengira kedatangan.


"Memang siapa yang kau kira akan datang?" Tukas Thomas memicingkan matanya. Sara pun cuma bisa cengar cengir dibuatnya.


Hmm.. mungkin memang dia tidak datang hari ini, yasudahlah....


~~


Di ruangannya bekerja, Ryu terlihat tengah mengobrol serius dengan Kenzo, asisten pribadinya itu.


"Jadi apa kau yakin, jika yang kau lihat itu memang dirinya?" Tanya Ryuzen serius pada asistennya itu.


"Aku yakin tuan! Meski tidak seratus persen, tapi yang aku lihat dari perawakan dan gesturenya, aku yakin mirip sekali dengan Biyan Dao," terang Kenzo. Mengingat pria yang semalam mendorong Rina itu sangat mirip sekali degan Biyan Dao. Memang benar beberapa hari ini, santer terdengar desas desus jika Biyan Dao tengah menjadi buronan aparat kepolisian. Biyan Dao diketahui melarikan diri dari pengawasan polis, saat akan di bawa ke tahanan bawah tanah di salah satu pulau terpencil di negara ini.


"Apapun itu, kita harus temukan Biyan! Bahkan sebelum aparat kepolisan yang menemukannya. Terlebih pamanku itu bukan orang yang mudah, dia itu sangat licik dan manipulatif. Tapi untungnya, pihak imigrasi sudah kerjasama dengan negara lain, untuk menutup akses ke luar negeri Biyan sehingga dirinya tidak bisa melarikan diri dari negeri ini."


"Jadi itu artinya, Biyan Dao sekarang, adalah tahanan negara Tuan?"


"Iya seperti itu, tapi aku pikir jika dia masih di kota ini. Dia harus dijadikan tahanan kota, karena dengan begitu, kita akan lebih mudah meringkusnya tanpa perlu keluar area Montegi. Aku juga sudah meminta Edgar dan Meilin untuk menyelidiki dan menemukan dimana posisi Biyan berada saat ini. Karena aku yakin, Biyan Dao pasti masih ada dikota ini. Aku juga sangat yakin jika kaburnya pria tua itu, pasti karena ada yang membantunya. Dan aku harus tau siapa orang yang telah membantunya untuk melarikan diri."


Kenzo mengangguk setuju dengan analisa Ryuzen barusan.


"Dan untuk pemberitaan, apa media mem-blow up berita kaburnya Biyan secara masif?" Tanya Ryuzen lagi.


"Kalau sampai saat ini, yang aku lihat media tidak terlalu memblow up berita kaburnya Biyan secara masif. Aku dengar, hal itu dilakukan agar masyarakat tidak terlalu banyak sadar dan panik. Hal itu juga bertujuan agar, memudahkan para polisi beserta jajarannya untuk mencari Biyan Dao, dengan cara mengidentifikasi pergerakan secara lebih rahasia dengan bantuan organisasi rahasia. Yang aku tahu itu Tuan."


Organisasi rahasia? Ryuzen langsung berubah ekspresi, saat mendengar kata organisasi rahasia, yang mana dirinya langsung teringat akan black serpents.


Apa organisasi itu ikut campur dalam urusan kali ini? Ungkap Ryuzen penasaran.


"Jadi tuan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Berdiam diri menunggu kabar dari polisi dan sepasang anak buahmu yang kau tugaskan itu, atauー"


"Tidak! Kita tidak bisa hanya menunggu. Semakin Biyan dibiarkan lebih lama berkeliaran, maka akan semakin berbahaya." Terutama untuk Sara.


"Dan Kenzo, tolong kau pastikan jika berita kaburnya Biyan tidak sampai terdengar oleh istriku. Aku tidak mau dia tahu hal ini, terlebih dia sedang hamil, aku tidak mau hal ini hanya akan jadi beban pikiran baginya, yang nantinya malah akan mempengaruhi kondisi kehamilannya."


"Baik tuan, kalau begitu aku permisi dulu."


"Ya!" Kata Ryuzen yang duduk di kursinya dengan ekspresi dingin dengan tangan yang di angkat setara dagu. Aku harus mencari tahu secepat mungkin siapa yang membantu tua bangka bajinga* itu melarikan diri.


~~


Sara baru saja kembali dari minimarket, untuk membeli beberapa makanan ringan yang sejak tadi ingin ia beli. Dan setiba dirinya di c-lovely, lagi-lagi pegawainya mengatakan padanya, jika tadi ada yang memberikannya buket bunga tulip lagi. Dan kali ini, giliran bunga tulip berwarna merah jambu yang diberikan oleh seseorang itu pada Sara.


"Huh! Lagi -lagi aku tidak menerimanya secara langsung! Mungkin aku dan dia memang tidak berjodoh sama sekali!" Sara kemudian langsung membawa masuk, buket bunga tersebut untuk di letakannya bersama bunga tulip lain pemeberian orang meisterius itu. Saat dirinya hendak melangkah untuk menaruh bunga-bunga tersebut, tiba -tiba ada seseorang dari arah belakang memanggil namanya dua kali.


"Sara...!" Panggil suara itu lagi.


Suaranya kenapa terasa familiar di telingaku ya? Malas menerka siapa, wanita itu pun langsung menoleh kebelakang, untuk mengetahui siapa yang memanggil namanya barusan.


"Wah! Jesper kau kemari?" Ujar Sara sumringah melihat ternyata Jesper yang datang ke tokonya.


~~


Melihat Sara yang di hampiri Jesper, tak pelak mengundang banyak respon dari beberapa pegawainya yang suka bergosip.


Lihat itu, pria baru lagi!


Iya, ya... kenapa sih nona Sara itu banyak sekali dekat dengan pria-pria tampan diluar sana?


Mana aku tahu, mungkin karena dia cantik. Jadi bisa dengan mudah menggoda pria-pria tampan nan kaya raya.


Menggoda? Padahal suaminya sudah sangat tampan ditambah predikat orang paling kaya di negeri ini. Kenapa masih harus cari selingkuhan lain?


Ya mana aku tahu, bisa saja itu pacar sampingannya, kalau dia sedang ditinggal suaminya. (Terkekeh)


Kalian ini, bagaimana pun dia itu bos kita, jangan terlalu sering bergosip tentang dia.


Bagaimana tidak bergosip, setiap hari dikirimi bunga oleh pria, ini lagi datang pria lain. Enak ya jadi orang cantik itu, apa saja bisa dapat dengan mudah, coba saja aku secantik dia pasti aku juga bisa seperti dia.


Sudahlah awas nanti ketahuan kalian bergosip tentang nona Sara, bisa-bisa dipecat kalian.


"Ehem!" Suara deham itu, seketika menghentikan para pegawai wanita yang tengah bergosip ria tersebut.


"Eh Tho- thomas?!" Ujar para penggosip itu dengan gelagapan seolah hambis tertangkap basah karena mencuri.


"Dengar ya, kalian itu dibayar untuk berkeja bukan untuk bergosip! Kalau kalian mau bergosip silakan angkat kaki dari tempat ini. Paham?!" Tegas Thomas.


"Ba-baik Thomas kami paham, maafkan kami..., ka-kalau begitu, kami akan lanjut kerja lagi permisi." Dan para penggosip itu pun akhirnya bubar.


"Sudah sana, kerja yang serius bukan bergosip!" Bentaknya, karena kesal mendengar pegawai baru itu bergosip yang tidak-tidak soal Sara.


"Huh dasar pegawai baru tidak tahu diri! Baru bekerja sebentar saja, sudah berani bergosip yang tidak-tidak! Sudah bagus tidak aku pecat."


"Hei ada apa Thomas?" Tanya Rina melihat Thomas yang seperti sedang marah-marah saat ini.


"Itu, kau lihat saja kelakuan para pegawai baru itu. Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya mereka berani bergosip aneh-aneh soal Sara, yang mereka saja tidak kenal secara personal," jelas Thomas emosi.


"Baiklah Thom tenangkan dirimu." Thomas pun menghela napas dan kembali ke sifatnya yang biasanya.


"Tapi ngomong-ngomong, bukankah yang saat ini mengobrol dengan Kak Sara itu, tuan Jesper?" Ungkap Rina melihat Sara yang sedang ngobrol dengan Jesper.


Thomas mengangguk menjawab pertanyaan Rina tersebut. "Ya kau benar!"


"Jadi dia sudah kemabali dari luar negeri?"


"Memang sudah, kemarin juga Sara sempat cerita padaku, kalau tuan Jesper sudah kembali dari paris."


"Oh begitu," Rina mengangguk paham.


"Sudah-sudah, jangan campuri urusan mereka, kita lebih baik kembali kerja lagi!" Tukas Thomas pada Rina yang pasti sedikit banyak ingin tahu urusan Sara dengan Jesper.


"Ah ya, kau benar!" Balas Rina yang kemudian juga lanjut bekerja.


~~


 


Sara yang tidak bisa terlalu lama-lama berdiri, akhirnya mengajak Jesper untuk duduk di kursi tempat biasa pelanggan menunggu. "Jadi apa apa Jes, tumben sekali kau kemari?" Tanya Sara yang kemudian ikut duduk disebelah Jesper.


"Um, jadi begini, aku sebenarnya sedang mencari bunga untuk salah satu kerabatku yang sedang sakit, maka dari itu aku mampir kemari," Jelas Jesper


"Oh iya Sara, buket bunga ditanganmu itu. Apa pesanan orang?" Tanya Jesper yang sebenarnya sudah penasaran sejak tadi.


Bagaimana ini? Aku katakan sejujurnya pada Jesper atau tidak ya, soal pria yang beberapa hari ini selalu mengirimiku bunga-bunga ini.


"Jes, sebenarnya bunga ini..."


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.


Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Dalam wakti dekat ini, kemungkinan aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏