Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chapter 121 : 24 mawar ulang tahun.


Tidak seperti biasanya, hari ini setelah makan siang Jesper Lin memasuki ruangan Ryuzen dengan langkah perlahan namun pasti. Bagi Jesper keputusan ini adalah yang terbaik untuknya.


"Silakan duduk Tuan Lin." Ryuzen mempersilakan Jesper untuk duduk.


"Tidak perlu Tuan Han, aku hanya ingin memberikan surat resmi pengunduran diriku sebagai corporate lawyer untuk Emerald."


Jesper pun meletakan surat pengunduran dirinya tersebut, di atas meja yang berada di hadapan Ryuzen duduk saat ini. Ryuzen spontan menatap surat yang baru saja diletakan oleh Jesper dan mengatakan, "Apa kau sudah yakin dengan keputusanmu? Jujur saja Emerald pasti akan sangat kehilangan dirimu, jika kau benar-benar mundur dari sini."


"Ada kalanya kau harus mengambil langkah berani demi impianmu yang lain. Dan itu yang aku lakukan, saat ini," tukas Jesper.


"Bukan karena aku dan Sara kan?"


Jesper mendegus pelan,


"Aku mungkin tak akan bisa berhenti mencintainya. Karena nyatanya, aku memang tidak bisa memaksakan kebahagian yang justru membuatnya tersiksa. Aku harap kau bisa melindunginya, membahagiakannya selalu, karena Sara pantas untuk dapat kebahagiaan, jadi jangan coba-coba kau sakiti dia. Karena jika itu terjadi, maka aku sendiri yang akan langsung mengambilnya darimu!"


"Berkata begitu, sepertinya kau bukan hanya mengundurkan diri dari jabatan, tapi juga seolah sedang mundur secara perlahan dari persaingan denganku..." balas Ryuzen dengan seraya berguyon.


"Terserah katamu Ryuzen Han, mulai detik ini aku bukan lagi karyawanmu...!" tutur Jesper yang kemudian berbalik arah dan berjalan menuju keluar pintu.


"Jesper Lin!" Jesper pun menghentikan langkahnya saat Ryuzen menyebut namanya.


"Terima kasih!" ujar Ryuzen.


Jesper tak membalas apapun, dirinya kemudian kembali melangkah pergi keluar dari ruangan Ryuzen, tanpa kata-kata perpisahan atau sebagainya.


"Aku menyerah untuk menyakitinya, aku mundur untuk kebahagiannya, kebahagiaan yang jelas tidak bisa aku berikan jika aku tetap memaksa untuk kembali bersamanya."


~~


Sara yang sudah hampir selesai jam kerja tiba-tiba mendapat sebuah pesan dari Ryuzen.


Pesan dari Ryuzen ;


Nanti tunggu aku di Oracle jam 11 malam, kita makan malam bersama ya.


"Tumben sekali, tapi sudahlah... ikuti saja maunya," gumam Sara.


Balas ke Ryuzen ;


Oke!


~


"Kak Sara kami pamit dulu ya....!" Rina, Orin dan pegawai lain bergantian berpamitan pada Sara, Sara pun dengan hangat membalas mereka satu per satu.


"Jadi, saat cuti nanti kau mau kemana?" kata Thomas yang juga tengah bersiap-siap untuk pulang.


"Sepertinya aku ingin pulang ke kampung halamanku saja di Cardia, sekalian aku mau ziarah ke makam ayah dan ibuku."


"Tuan Han sudah tahu soal itu?"


Sara menggeleng pelan,


"Sudah ya Thomas, aku mau pergi cari makanan dulu, aku lapar sekali nih..."


"Tumben kau langsung cari makan, biasanya makan malam di rumah?"


"Ryuzen mengajak aku makan malam di restoran, jadinya aku tidak masak. Dan mau tidak mau, untuk menghilangkan rasa laparku yang mendera ini, aku harus makan dulu sekarang!" tukas Sara yang kini sudah siap untuk meninggalkan C-lovely.


"Oh... okey..." balas Thomas.


"Sudah ya, bye... Thomas!" seru Sara kemudian pergi duluan.


~Emerald group


Di ruangannya Ryuzen dan Kenzo terlibat pembicaraan yang cukup serius.


"Nanti, sekitar tengah malam sudah di pastikan Lizo akan melakukan transaksi di bangunan yang terletak di distrik 14."


Ryuzen mengguk segelas anggur di tangannya, menyeringai penuh arti mendengar perkataan Kenzo, yang membuatnya seolah harus kembali ke dunia hitamnya yang beberapa tahun telah ia tinggalkan.


"Oke lakukan! Tapi sebelum itu ada hal yang lebih penting yang harus aku lakukan hari ini." Ryuzen tiba-tiba membuka kotak perhiasan kecil yang berisi sebuah cincin yang di desain berbentuk logo infinity bertahtakan berlian ungu yang ditengahnya terpatri berlian murni berbentuk hati.


"Tuan, semoga hari ini kau berhasil menaklukan hati nona Sara ya... semangat!" ujar Kenzo menatap ke arah Ryuzen.


🌹


~Oracle Restaurant


Sara mulai memasuki restoran Oracle, mengenakan gaun selutut dengan kerah V berwarna peach membuatnya terlihat anggun dan menawan. Sejak memasuki pintu masuk restoran, Sara sudah di sambut hangat oleh para pelayan di sana.


"Eh, terima kasih...!" ucap Sara yang tiba-tiba harus menerima satu persatu pemberian setangkai bunga mawar dengan warna yang yang berbeda-beda dari setiap pelayan. Sara sendiri sedikit heran dengan suasana restoran malam ini, nampak sepi tanpa pengunjung, hanya ada dirinya dan para pelayan, serta beberapa pemain alat musik yang sejak tadi mengalunkan alunan musik nan merdunya.


"Ryuzen dimana?" Sara menoleh mencari dimana Ryuzen, namun sejauh mata memandang, Ryuzen tetap saja tidak dapat ia temukan di sudut manapun restoran ini. Hingga tibalah, seorang pelayan yang menggiring Sara untuk duduk di salah satu meja yang sepertinya sengaja sudah di persiapkan oleh seseorang.


"Ryuzenkah?" pekik Sara di pikirannya melihat semua hal yang ada di restoran ini. Sara pun akhirnya duduk manis menunggu Ryuzen di meja tersebut. Ia meletakan bertangkai-tangkai bunga mawar tersebut di atas mejanya.


Sara akhirnya menunggu dengan sabar sambil menopang dagunya dengan satu tangan.


"Buenas noches! Señorita Sara..." (selamat malam nona Sara) Sara mendengar suara itu, sontak langsung menoleh ke arah datangnya suara tersebut. Senyum Sara merekah, kala melihat pria yang mengucapkan ucapan selamat malam dengan bahasa spanyol tersebut berjalan ke arahnya.


"Buenas noches! Señor..." (Selamat malam tuan) ucap Sara membalas ucapan Ryuzen juga dengan bahasa spanyol.


Ryuzen yang sudah tiba di meja tempat Sara duduk pun, langsung menarik kursi dan duduk di hadapan Sara yang kini tepat berada di hadapannya.


"Aku tidak pernah tau kau paham bahasa spanyol?" gurau Ryuzen.


"Tuan Han tidak pernah bertanya," balas Sara.


Ryuzen hanya melempar senyum simpul mendengar jawaban Sara barusan.


"Iya..!"


"Waow...." puji Sara terpukau.


"Kau mau pesan apa?" tanya Ryuzen.


"Apapun yang kau pesankan untukku."


"Okey..." ucap Ryuzen.


Ryuzen mulai membuka menu dan memilihkan makanan untuk Sara dan dirinya. Sara yang di hadapannya justru malah sibuk memandangi Ryuzen yang kini tengah sibuk menunjuk beberapa daftar menu dengan jari-jari panjangnya yang ramping.


Pesanan pun akhirnya diputuskan, Ryuzen memesan apa yang ingin dirinya pesan untuknya dan Sara pujaan hatinya. Namun sebelum hidangan utama datang, beberapa saat kemudian, seorang pelayan tiba dengan membawakan sebotol anggur untuk mereka berdua, dan menuangkannya ke dalam masing-masing gelasnya.


"Cheers!" Ryuzen mengangkat gelasnya,


"Cheers!" balas Sara mendentingkan gelas miliknya dengan gelas Ryuzen.


Malam ini seolah berjalan begitu cepat, Sepasang suami istri ini menikmati makan malam mereka yang untuk pertama kalinya, tanpa ada beban di hati masing-masing. Ryuzen yang saat itu tahu persis bagaimana memperlakukan Sara dengan begitu manis, begitupun Sara yang sejak tadi sesekali terlihat melempar senyum bahagianya pada Ryuzen. Sungguh momen yang jarang terjadi diantara pasangan ini.


Detik demi detik terus berlalu, tak terasa satu menit lagi jam akan menunjukan pukul 12 malam. Seolah menghitung dalam hati hingga jam antik yang terpajang di dalam restoran pun akhirnya berdenting menandakan pukul 12 malam. Ryuzen dengan lembut menatap Sara dalam-dalam....


"Sara... selamat ulang tahun."


Ryuzen mengeluarkan setangkai bunga mawar berwarna merah yang entah ia sembunyikan di mana sejak awal, lalu memberikannya pada Sara.


"Kau.... ini?" Sara menerima setangkai bunga mawar yang dipersembahkan oleh Ryuzen, dengan perasaan bahagia dibalut rasa tidak menyangka.


"Itu mawar ke dua puluh empat dari total semua mawar yang kau terima hari ini," ucap Ryuzen lembut.


"Ja.. jadi mawar-mawar itu...," Sara menunjuk pada puluhan tangkai mawar dengan warna yang berbeda-beda di tiap tangkainya, yang ia dapat dari para pelayan sejak datang ke restoran ini.


"Kau ingat saat aku bertanya padamu di ferris wheel waktu itu, soal bunga apa yang paling kau suka, dan kau menjawab bunga mawar. Oleh karena itu aku persembahkan dua puluh empat tangkai mawar, di ulang tahunmu yang ke dua puluh empat."


Sara, tak kuasa menahan rasa bahagianya hingga hampir menitikan air mata, ia tidak menyangka jika Ryuzen ingat dengan jelas hari ulang tahunnya, bahkan bunga yang ia suka yang dirinya pikir saat itu pertanyaan Ryuzen hanyalah basa-basi belaka.


"Ryuzen, terima kasih banyak," ujar Sara menahan haru di kala kebahagiaannya.


"Dan aku masih punya hadiah untukmu."


"Eh, ada lagi?" gumam Sara.


Ryuzen merogoh saku dalam jasnya, dan kemudian mengeluarkan tangannya yang kini menggenggam sebuah kotak kecil yang dibungkus pita berwarna emas, dan kemudian ia berikan untuk Sara.


"Apa ini?" ucap Sara saat menerima hadiah dari Ryuzen tersebut.


"Sara... " Suara berat Ryuzen terdengar manis kala menyebut nama wanita yang sangat ia cintainya itu.


"Ada apa?" tanya Sara.


"Mungkin aku ingin mengatakan hal ini padamu sejak pertama kita bertemu, hanya saja saat itu aku belum menyadarinya. Aku...."


"Ponsel sialan!" maki Ryuzen di dalam pikirannya, saat mendengar suara dering ponsel miliknya yang berbunyi. Mau tak mau Ryuzen pun harus mengangkat dulu panggilan tersebut, Sara yang melihat itu hanya bisa menunggu dengan Sabar.


Ryuzen pun mengisyaratkan Sara untuk memberinya waktu sebentar untuk mengangkat panggilan dari Kenzo tersebut.


"Apa apa?" tanya Ryuzen di percakapan lewat ponselnya.


"Oke, lakukan seperti yang di rencanakan sejak awal, 30 menit lagi aku sampai di tempat tujuan!" ujar Ryuzen. Ryuzen pun langsung mematikan ponselnya dan kembali menatap Sara, namun kali ini dengan tatapan yang sedikit berbeda dengan sebelumnya.


"Sara..., maaf tapi saat ini aku harus pergi!" ucap Ryuzen dengan wajah penuh dengan penyesalan.


Sara membalasnya dengan senyum kecil miliknya,


"Pergi ya? Tak bisa kah kau disini saja dan kemudian pulang bersamaku?"


"Maaf, kali ini tidak bisa," jawab Ryuzen dengan ekspresi datarnya.


"Baiklah..."


"Sara... dua hari ini mungkin aku akan sibuk, dan tidak akan pulang," ucap Ryuzen yang kini sudah bersiap untuk pergi lagi setelah kebahagiaan yang ia lewati bersama Sara semalaman ini.


Sara benar-benar ingin menahan suaminya itu agar tidak pergi, namun apa daya dirinya tahu jelas Ryuzen bukan pria yang akan langsung menuruti permintaannya yang tiba-tiba saat ini.


"Aku tahu kau sibuk! Tak masalah, lagi pula dengam apa yang sudah kau berikan malam ini, itu sudah cukup..." ujar Sara diikuti senyum pura-puranya.


"Masih saja berpura-pura semua baik-baik saja!" pikir Ryuzen demikian melihat reaksi Sara yang seolah baik-baik saja tanpa dirinya.


"Kalau begitu..., sampai jumpa, dan hati-hati," ucap Sara melepas Ryuzen yang sudah mau pergi.


"Baik aku pergi dulu, nanti ada orang suruhanku yang akan mengantarmu pulang ke villa," ucap Ryuzen yang kemudian membalikan badannya dan mulai berjalan pergi. Hingga...


"Ryu...!" pekik Sara memanggil Ryuzen dengan nama panggilannya. Ryuzen berhenti dan menolehkan tubuhnya, melihat Sara yang berjalan mendekatinya. Sara berdiri di hadapan suaminya tersebut, menyentuh wajah rupawan Ryuzen dengan kedua tangannya yang halus. Sara menundukan wajah Ryuzen supaya Sara tak perlu mendongak terlalu tinggi untuk menatapnya, dan....


Sara mencium bibir Ryuzen untuk pertama kalinya atas kemauannya sendiri. Ryuzen sedikit terperanjat namun ia tak terlalu memikirkanmya, ia justru membalas dengan lebih intens kecupan istrinya tersebut. hingga akhirnya Sara menarik dirinya.


"Anggap saja itu ucapan terima kasihku padamu untuk malam ini," terang Sara.


Ryuzen melukiskan tersenyum miring di wajahnya dan berbisik pada Sara, "Aku anggap ciuman tadi, adalah sebagai jimat keberuntunganku hari ini!"


Ryuzen pun akhirnya dengan berat hati, harus benar-benar pergi meninggalkan Sara sendirian di tempat itu.


Sambil menunggu utusan Ryuzen menjemputnya, Sara kini duduk termenung sambil memandangi kotak kecil yang diberikan oleh Ryuzen sebagai kado ulang tahunnya tadi. "Apa ya isi kotak ini?" Sara pun berhasil dibuat penasaran dengan isi kotak pemberian Ryuzen yang sedang ia pandanginya saat ini.


🌹🌹🌹


Vote, like, comment Thank You 🙏😊