
Jadi... kau sudah tau soal kedatangannya kembali ke kota ini?" Tanya Sara, membuka obrolan serius diantara mereka berdua.
"Ya... begitulah," Gina mengangguk pasrah.
Sara sendiri sebenarnya sudah tahu, maksud sahabatnya itu memintanya untuk makan siang bersama hari ini, bukan lain adalah karena ingin membahas soal kepulangan Jesper, yang akan kembali setelah hampir setahun berada di Paris.
"Gina..."
"Ya?"
"Apa kau masih memiliki perasaan yang sama pada Jesper?" Tanya Sara yang sejatinya memang sangat ingin sekali mengetahui, bagaimana sebenarnya perasaan Gina terhadap Jesper saat ini. Mendapati pertanyaan Sara barusan, Gina justru seolah tidak memiliki jawaban pasti akan hal itu untuk menjawab pertanyaan Sara.
"Sejujurnya... aku tidak tahu bagaimana perasaanku padanya saat ini Sara. Aku seperti tidak memahami hatiku sendiri. Karena setiap kali aku ingat dirinya aku pasti merindukannya, tapi di lain sisi, aku juga takut dan tidak ingin bertemu dengannya. Aku benar-benar tidak paham dengan perasaanku padanya saat ini," jelas Gina yang sejak tadi belum memakan sesuap pun dari makan siang yang sudah di pesannya.
Sebagai sahabat Gina, tentu saja Sara ingin sekali membantunya. Terlebih, Jesper juga sahabatnya.
"Gin...," panggil Sara.
"Aku minta maaf ya, karena tidak bisa membantumu banyak. Tapi aku selalu berharap kau akan segera mendapatkan cinta sejatimu. Oleh karena itu, apapun yang terjadi nanti, kau harus menceritakannya padaku. Karena sebagai sabahat, aku hanya ingin bisa membantumu. Selayaknya kau yang selalu datang menolongku di saat aku terpuruk dan butuh bantuan."
Gina menyeruput minumannya lalu tertawa kecil "Kau tenang saja Sara. Karena buatku, kau adalah salah satu orang yang paling spesial di dunia ini. Jadi mana mungkin aku tidak cerita hal seperti ini padamu. Dan... kau tidak perlu berkata begitu, karena bagiku, persahabatan kita itu lebih dari sekedar bantu membantu, apalagi balas jasa. Diatara kita tidak ada hal seperti itu. Aku membantumu karena aku sahabatmu, begitupun dirimu, bagiku kau adalah sahabat yang sangat penting bagiku, apapun alasannya," terang Gina yang kemudian tersenyum lembut pada Sara.
"Kau memang yang terbaik Gin," ujar Sara yang juga membalas senyuman sahabatnya itu dengan senyum manisnya.
Gina... apapun yang terjadi, aku akan selalu ada bersamamu, mendukungmu, dan menjadi semangat buatmu.
Maafkan aku Sara. Aku sudah tidak jujur padamu, jika sebenarnya sampai detik ini, aku masih menyimpan baik-baik rasa cintaku untuk Jesper. Hanya saja aku takut! Aku takut kecewa pada pengharapanku sendiri. Karena aku tahu kenyataannya, wanita yang dicintai Jesper itu adalah dirimu, dan bukan aku.
"Yasudah, kalau begitu... kau segera makan makananmu, nanti malah keburu dingin," tukas Sara pada Gina yang akhirnya mulai memasukan makanannya itu ke dalam mulutnya, sambil terus memperhatikan Sara
"Kenapa kau melihatku begitu Gin?" Protes Sara melihat Gina yang bukan fokus makan, dan malah memandangi dirinya yang tengah menikmati menu makan siangnya.
Gina hanya terkekeh kecil, "Baiklah maafkan aku, ayo cepat kita kembali makan."
"Oh iya Gina, ngomong-ngomong! Saat kepulangan Jesper besok, apa kau akan menyambutnya dari bandara?" Tanya Sara.
Gina terdiam beberapa detik, "Entahlah... kita lihat saja besok!" Kata Gina dengan wajah bingung, lalu kembali melanjutkan makan siangnya sambil bersuara dalam hati.u
Sebenarnya aku ingin sekali menyambut kedatangan Jesper besok. Tapi... aku rasa percuma saja, karena yang diharapkannya datang menyambutnya pasti bukanlah diriku.
~~
Di apartemennya di Paris. Jesper yang baru saja selesai berkemas, kini terlihat sedang membaca ulang rentetan chat dirinya dengan Sara yang baru saja terjadi.
Pesan dari Sara ;
Kabarku baik, kau sendiri bagimana?
Balas ke Sara ;
Kabarku juga baik.
Pesan dari Sara ;
Oh iya kapan tepatnya kau kembali ke Montegi?
Balas ke Sara ;
Kemungkinan besar aku kembali hari ini waktu malam setempat. Mungkin akan tiba besok pagi di tempatmu.
Pesan dari Sara ;
Ah baiklah, aku senang sekali akhirnya bisa bertemu lagi denganmu.
Balas ke Sara ;
Aku pun merasa demikian.
Pesan dari Sara ;
Oh iya.. bagaimana wanita disana? Apa kau tertarik dengan salah satu dari mereka? Hehehe..
Balas ke Sara ;
Kau mengejekku? tapi aku rasa wanita di kota kelahiran kita lebih sesuatu.
Pesan dari Sara ;
Haha baiklah... maaf!
Balas ke Sara ;
Okey, dengan terpaksa harus aku maafkan.
Pesan dari Sara ;
Balas ke Sara ;
Oke...
Jesper tersenyum usai membaca thread chatnya dengan Sara, ia merasa senang karena setelah sekian lama tidak berinteraksi dengan Sara, akhirnya ia bisa kembali mengobrol, sekalipun hanya lewat media pesan.
Jesper menutup ponselnya dan melihat ke arah sebelah kaca jendela apartemennya, yang mana disana terpampang sebuah lukisan sesosok wanita yang ia lukis sendiri di hari pertamanya tiba di paris. Laki-laki itu menghampiri lukisan tersebut, dengan membawa secangkir coklat panas di tanganya. Ia terus memandangi lukisan tersebut dengan mata sendu berwarna kecoklatan miliknya.
"Akhirnya aku akan bisa bertemu kembali denganmu Sara. Meski aku rasa akan berbeda rasanya nanti, entah bagaimana perasaanku saat menemuimu nanti. Huft! Mugkin hanya waktu yang bisa menjawabnya."
Meski sesuatu itu telah kau lepas, nyatanya belum tentu bisa kau relakan semudah itu.
~~
"Kau tidak mau mampir?" Tanya Sara pada Gina yang baru saja mengantarnya kembali ke tokonya, usai makan siang.
"Um... mungkin lain kali. Ada hal yang masih harus aku kerjakan di kantor."
"Oh, baiklah kalau begitu. Kau hati-hati di jalan ya..." Kata Sara yang sudah melepas sabuk pengamannya dan kemudian keluar dari mobil.
Gina menurunkan kaca jendela mobilnya, "Kau jangan terlalu lelah, jaga kesehatanmu dan jangan banyak pikiran," pesan Gina pada Sara sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Iya ibu pengacara Gina. Kau juga jaga kesehatan, jangan terlalu banyak bekerja hingga lupa dirimu sendiri," balas Sara yang tahu persis jika sahabatnya itu seringkali lupa waktu saat bekerja.
"Siap nyonya! Baiklah... aku pergi dulu bye Sara!"
"Bye...!" Kata Sara menunggu hingga Gina benar-benar pergi.
"Baiklah... waktunya kembali bekerja!"
~~
Setibanya kembali ke c-lovely setelah makan siang. Sara langsung saja dihampiri oleh Rina.
"Kak Sara!"
"Ya, ada apa Rina?" Tanya Sara yang haru saja kembali dar istirahat makan siangnya.
"Ada buket bunga dari seseorang untukmu."
"Oh benarkah?" Ungkap Sara bingung.
Dari siapa? Ryuzenkah? Tumben sekali dia memberiku bunga. Apa dia mau beri aku kejutan? Sara tampak sumringah mengira buket bunga itu dari sang suami yang ingin memberinya kejutan.
"Ini buket bunganya." Rina menyerahkan sebuket bunga tulip berwarna merah jambu pada Sara, lengkap dengan secarik tulisan yang dibungkus dalam sebuah amplop kecil berwarna senada, yang terlihat diselipkan di dalam buket bunga tersebut.
"Tulip? Tidak biasanya Ryu memberiku bunga tulip?" Celetuk Sara spontan.
"Oh... bukan!"
"Bukan? Apa maksudmu Rina?"
"Maksudku..., bunga yang kau pegang itu bukan dari tuan Han."
Bukan dari Ryu, lalu dari siapa? Sara tampak ganjil.
"Jadi, tadi ada seorang pria gagah dan tampan datang kemari, dan dia minta dibuatkan satu buket bunga tulip. Kemudian, saat aku mau menyerahkan buket bunganya, dia malah bilang jika bunga itu untuk nona Sara chen. Dia juga juga menyelipkan sebuah amplop kecil berisi tulisan, kau lihat kan?? "
Sara memutar bola matanya, ia tengah menerka-nerka siapa gerangan, pria yang dimaksud oleh Rina tersebut.
"Kak Sara, jadi kau itu beruntung sekali ya..., sudah cantik, ditambah kesana kemari, selalu saja ada pria super tampan yang mencarimu," ujar Rina dengan ada bercanda.
"Haish... kau ini! Sudah sana kembali bekerja."
"Siap bu boss!" Kata Rina yang kemudian pergi kembali bekerja. Sementara Sara sediri, dirinya masih saja bergeming di tempat itu diliputi rasa penasaran yang becokol di benaknya saat ini.
"Siapa sebenarnya yang mengirimiku bunga ini padaku?" Ujar Sara bertanya-tanya pada dirinya.
๐น๐น๐น
Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...
Author secara personal ingin berterima kasih pada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian๐
Oh iya, meski sering novelnya suka slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian. Dan buat yang udah baca, agar jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa untuk bantu di SHARE, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti buat aku.
Oh iya temen-temen, jangan lupa juga ya buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana ๐
FYI : Bulan ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..๐