Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 45 : Mengawasi


Paginya Sara menyiapkan sarapan untuk Arvin dan Ryuzen. Melihat sang mami yang akhir-akhir ini terlihat tidak segesit biasanya membuat Arvin bertanya.


"Mami, kenapa? Kenapa gerakmu jadi lamban, tidak seperti biasanya...?"


"Harusnya kau tanya itu pada paman kesukaanmu itu," ujar Sara dalam hati dengan perasaan jengkel.


"Mungkin mami Sara kurang olahraga, jadi setelah berolahraga semalam langsung begitu," ucap Ryuzen yang sengaja berbicara begitu untuk menggoda Sara.


"Huh pria mesum, kau pikir aku begini gara-gara siapa?!" amuk Sara dalam hati.


"Olahraga? Memangnya mami sejak kapan suka olahraga malam hari?" ujar Arvin dengan polosnya.


"Oh, sudahlah Arvin kau habiskan sarapanmu, setalah ini kita siap-siap ke sekolah, hari ini kan kau mulai tinggal di asrama sekolah," ujar Sara.


*Atas rundingannya dengan Ryuzen selama berhari-hari akhirnya Sara setuju dengan mengizinkan Arvin tinggal di asrama sekolahnya.


~~


~Sekolah Arvin


"Sayang, kau baik-baik selama di asrama ya, jaga kesehatanmu," pesan Sara pada Arvin.


"Mami tenang saja, aku bisa kok mengurus diriku, jadi Maami tidak perlu khawatir. Yang harusnya khawatir itu aku, bagaimana Mami kalau aku tinggal, mami kan suka ceroboh dan gampang di-bully orang...!" Sara tahu Arvin juga sebenarnya tidak mau begini, ia berbicara begitu supaya dirinya tidak terlalu mengkhawatirkannya.


"Mami menyayangimu nak," ucap Sara memeluk Arvin erat.


"Aku juga sayang Mami, kok. Tapi Mami harus lepaskan aku, karena aku tidak mau gara-gara Mami peluk aku lama-lama begini, nanti aku diledek sama teman-teman," balas Arvin. Sara pun melepaskan pelukannya pada Arvin, dan tersenyum tanda ia harus berpisah dulu dengan Arvin.


"Mami sampai jumpa akhir pekan nanti, kau jaga diri baik-baik ya. Bye bye...! " seru Arvin yang kemudian pergi meninggalkan Sara.


"Arvin, mami minta maaf, kalau saja mami tidak membuat perjanjian dengan pria itu, mungkin tidak akan begini. Tapi bagaimana pun ini harga yang harus aku bayar saat ini, dan aku sendiri tidak tahu kapan semua ini berakhir."


~~


"Kita mau kemana lagi, Nona sara?" tanya Kenzo yang sejak tadi menunggu Sara di dalam mobil setelah mengantarkan Arvin.


"Ke c-lovely Florist saja."


Kenzo pun langsung tancap gas mengantar Sara ke toko bunga tempat ia bekerja. Di perjalanan Sara sedikit mengobrol dengan Kenzo.


"Kenzo, kenapa kau hari ini malah mengantarku, bukannya ke Kantor sama Ryuzen," terang Sara.


"Oh begitu.." ucap Sara mengangguk paham.


Kenzo tidak bisa bilang kalau sebenarnya, dia di suruh Ryuzen mengawasi Sara hari ini. "Kenzo boleh aku tahu, kau itu kerja menjadi asistennya Ryuzen sudah berapa lama?"


"Ya... sekitar 7 tahun, ada apa Nona?"


"Tidak, pasti kau sudah tahu betul seperti apa Ryuzen itu ya," ucap Sara mengira-ngira.


"Nona aku hanya ingin beritahu satu hal padamu, meskipun Tuan Han itu terlihat dingin dan kejam, tapi Tuan itu sebenarnya adalah pria paling baik yang pernah aku temui."


"Iyakah?" kata Sara yang agak tidak yakin dengan kata-kata Kenzo.


"Aku tidak memaksamu untuk percaya kata-kataku, tapi aku bisa jamin kata-kataku barusan."


"Entahlah, aku percaya kata-kata Kenzo atau tidak, saat ini. Karena yang aku tahu saat ini Ryuzen adalah pria yang berbahaya, berada di dekatanya bagai berdiri diantara dua jurang sekaligus."


**


Setelah selesai mengantar Sara, Kenzo pun menelpon Ryuzen.


*Chat via Telepon Ryuzen dan Kenzo


Ryuzen : Bagaimana?


Kenzo : Aku baru saja mengantar Nona Sara ke toko bunga tempat ia bekerja.


Ryuzen : Bagus, Kalau begitu hari ini kau terus awasi dia.


Kenzo : Baik Tuan!


Ryuzen mematikan panggilannya.


"Sudah jadi asisten bos, dan sekarang aku masih harus jadi mata-mata pacarnya Bos! Huft, kalau begini caranya aku harus minta gaji dobel" gerutu Kenzo.


Bersambung...


Jangan lupa like dan commentnya ya temen-temen. 🌷