Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 99


Di tempat dimana sejak awal semua berkumpul tadi. Ternyata mereka semua sudah siap dengan segala alat dan juga persiapan untuk membakar ikan - ikan hasil memancing mereka tadi.


"Apa ikan - ikan ini sudah cukup?" Tanya Jason pada Alin Yifei


"Ya, aku rasa sudah. Aku bahkan berpikir dengan ikan sebanyak ini, apa tidak malah membuat perut kitajadi kembung?" Balas Alin yifei.


"Mana ada teori macam itu, kau ini ada-ada saja."


"Oke... baiklah tuan dokter, kau lebih paham," sahut Alin yang memilih kali ini mengalah pada Jason.


~~


"Wah...! Sepertinya semunya sudah mulai memulai pesta bakar ikannya ya?!" Ujar Kenzo yang baru saja tiba bersama Rina, setelah selesai mengganti baju yang tadi basah menjadi kering di villa.


"Oh, hai Ken! Bisakah kau bantu aku...?" Ujar Yoshiki yang tengah sibuk menyiapkan alat - alat untuk keperluan membakar ikan.


"Baiklah, aku datang...!" Kata Kenzo.


Kenzo meminta izin pada Rina untuk membantu kak Yoshiki. "Oh iya Rina, aku bantu - bantu kak Yoshiki dulu. Dan untukmu, silakan kau melakukan hal yang lain saja."


"Oke!" Jawab Rina mengangguk tanda paham.


Namun kendati demikian, Rina justru tidak langsung beranjak dari tempatnya berdiri, dan malah sibuk memperhatikan Kenzo yang saat ini tengah sibuk membantu Yoshiki menyiapkan peralatan untuk membakar ikan nanti.


"Dor...!" Suara seseorang yang tiba-tiba mengagetkan Rina dari belakang.


"Thomas! Kau ini mengagetkanku saja," ujar Rina yang terlihat sangat kesal, saat mengetahui jika Thomas yang telah mengagetkannya dari belakang.


"Hehehe... kau kaget ya Rina?"


"Huh, kau ini menyebalkan sekali sih!"


Bukannya meminta maaf pada Rina, Thomas justru sibuk memperhatikan sekeliling Rina dengan tatapan penuh curiga.


"Hei Thomas! Kenapa kau bertingkah seperti itu, kau ini sebenarnya sedang mencari siapa?" Tanya Rina yang bingung melihat Thomas malah melirik ke sekililing Rina.


Rina yang masih agak kesal pada Thomas yang barusan mengagetkannya tadi pun bertanya sekali lagi. "Memang srbenarnya kau itu sedang mencari apa?"


"Oh... itu, aku tadi hanya sedang mencari tahu saja, apa sebenarnya yang membuatmu sejak tadi tidak beranjak dari tempatmu berdiri. Atau jangan - jangan kau?" Thomas memberi tatapan penuh rasa curiga pada karyawannya itu.


Apa jangan - jangan Thomas telah menyadari? Jika alasan kenapa aku berdiam barusan itu adalah karena sedang asyik memperhatikan Tuan Kenzo. Oh no! Thomas tidak boleh tau hal itu.


"Eh, ap- apa maksudmu bertanya begitu, aku kan cuma... ya aku hanya sedang betah saja berdiri disini, memangnya ada yang salah dengan hal itu?"


Aduh bagaimana ini?


"Kau yakin Rina?"


"Oh ya, tentu saja!" Jawab Rina yang berusaha tenang dalam kemelut rasa was-wasnya itu.


"Oh...."


"Baiklah.... kalau begitu, aku mau bantu Nona Alin siapkan meja makan untuk kita makan dulu, bye Thomas!" Rina pun dengan secepat mungkin pergi meninggalkan Thomas dengan segala kepenasarannya.


"Huh! Gadis yang aneh," Gumam Thomas pada Rina.


~~


Di tengah - tengah pekerjaannya, Kenzo pun teringat Ryuzen yang belum ia lihat lagi sejak tadi.


"Oh iya Tuan Yoshiki, tuan muda dan nona Sara kemana? Kanapa sejak tadi aku belum melihat mereka lagi?" Tanya Kenzo pada Yoshiki yang sudah hampir selesai mempersiapkan peralatan membakar.


"Kau bertanya padaku?"


"Iya," jawab Kenzo sambil mengangguk.


"Bukannya kau yang asisten pribadinya, kenapa kau malah tanya padaku?"


"Ya, barang kali saja kan kau tahu."


"Memanganya si bosmu itu, tidak bilang padamu mau kemana bersama dengan permaisuri hatinya?"


"Fiuh! Jangankan mau memberi tahu. Asal kau tau saja, tuan muda itu kalau sudah bersama nona Sara maka dia tidak akan ingat dengan orang lain lagi, termasuk aku," ujarnya dengan ekspresi pasrah menerima nasib.


Yoshiki terlihat tertawa geli, mendengar ungkapan Kenzo yang sepertinya penuh dengan tekanan saat bercerita tentang bosnya itu. Bosnya yang tidak lain adalah sahabat Yoshiki.


"Kenapa kau malah tertawa Tuan Yoshiki? Apa ada yang aneh dengan segala ucapanku?"


Bukan menjawab Yoshiki malah masih terus saja tertawa.


"Ah kau ini Tuan Yoshiki! Membuatku jadi bingung saja," Gerutu Kenzo.


"Aku salut padamu Kenzo."


Salut padaku?


Kenzo tidak mengerti mengapa Tuan Yoshiki bisa berujar demikian. "Kenapa kau bicara begitu tuan Yoshiki?".


"Ya...aku hanya salut saja, karena kau bisa dengan setia bekerja dengan sahabatku itu. Kan kau tahu sendiri, bagaimana sifat Ryu yang sulit ditebak, dan seringkali orang yang disekitarnya akan berhadapan dengan masalah berat. Aku mengenal Ryu sejak kami masih di sekolah dasar, dan aku tahu, tidak semua orang mengerti sifat Ryu."


Mendengar perkataan Yoshiki, membuat Kenzo kembali mengingat - ingat, kenangannya pertama kali ia bertemu dengan Ryuzen. Hal itu membuatnya senang sekaligus terharu.


"Aku bertahan dengan tuan, karen aku yakin tuan adalah pria yang baik. Terlebih lagi, dia adalah manusia yang mungkin bagi orang lain iblis, tapi bagiku... dia adalah malaikat yang terlihat. Dia yang telah menolongku dari keputus asaan, dia juga selalu memperlakukanku selayaknya manusia, bahkan..."


"Bahkan apa?"


"Bahkan terkadang, aku suka dengan lancangnya berpikir, kalau tuan itu memperlakukanku layaknya anggota keluarganya sendiri. Mungkin dia memang kejam dan bengis, tapi dia tidak pernah memandang rendah manusia hanya dari kasta, dan ia juga tidak pernah sengaja memanfaatkann orang lain dengan cara - cara curang, apapun itu. Menurutku dia pria sejati."


Yoshiki setuju dengan perkataan Kenzo. "Kau benar, Ryuzen adalah pria paling sportif yang pernah aku tau, dia tidak segan - segan menagkui keunggulan siapapun, sekalipun itu musuhnya."


" Ya kau benar! Huft... Tapi aku serius penasaran, sebenarnya tuan itu ada dimana ya?"


"Mungkin sedang memadu kasih dengan permaisurinya, di suatu tempat."


Wajah Kenzo tiba -tiba memerah.


"Kenapa wajahmu? Oh kau sedang membayangkan hal-hal intim yang terjadi diantara mereka ya?"


"Ti- tidak kok, aku... aku hanya..."


"Hanya apa?" Kata seseorang yang suaranya sudah sangat familiar di telinga Kenzo dan Ryuzen.


"Eh? Tu- tuan muda, kau sudah kembali?" Kenzo kaget melihat bosnya yang tiba-tiba bisa berada tepat di hadapannya saat ini.


"Iya aku sudah kembali.Kalian bicara apa tentangku? Dan kenapa ikan - ikannya belum juga kalian bakar dan malah sibuk bergosip disini."


Yoshiki yang malas berdebat dengan Ryuzen, dengan sengaja lansung melemparkan semua itu pada Kenzo.


"Kami tadi mengobrol sebentar, soal pembahasannya lebih baik kau tanyakan saja pada asistenmu, karena dia yang mulai. Aku duluan mau membantu yang lainnya... " Yoshiki pun pergi meninggalkan Kenzo bersama dengan Ryuzen.


Ryuzen terlihat memicingkan matanya, menatap tajam layaknya pria yang tengah menginterogasi seseorang dengan aura yang begitu megintimidasi.


"Tuan, tadi itu kamiー"


"Sudahlah, kau pergilah bantu yang lain."


Dia tidak mencecarku!


"Kalau begitu aku permisi dulu Tuan!" Kenzo lalu langsung berbalik bandan guna meninggalkan bosnya tersebut.


"Tunggu!" Seru Ryuzen yang kembali membuat Kenzo menghadap ke arah Ryuzen.


"Iya Tuan, ada apa lagi?" Katanya sambil berjalan mendekati Ryuzen.


"Aku hanya ingin berpesan, jangan terlalu sering bergosip dengan mereka (Yoshiki, Jason, Alin) nanti nasib percintaanmu mirip mereka."


Huh? Hanya bilang seperti itu?


"Hanya itu Bos?"


"Ya, hanya itu. Sekarang sana segera membantu yang lain."


"Siap Tuan!" Jawab Kenzo yang kali ini benar - benar pergi.


Ryuzen terlihat tersenyum kecil. Ia pada kenyataannya sudah tahu apa yang dibahas oleh Yoshiki dan Kenzo tadi. Ia mendengar tentang semua yang Kenzo ceritakan tentang kebaikannya saat itu, Hingga berpikir jika Ryu telah menganggapnya saudara. Bagi Ryu hal itu tidak masalah, karena memang faktanya, bagi Ryuzen Kenzo adalah lebih dari seorang asisten pribadinya.


Kenzo juga adalah orang yang berarti buatku.Jadi... terima kasih Kenzo, karena kau selalu ada untuk membantuku.


🌹🌹🌹


Hai my beloved readers...


Terima kasih ya, buat kalian yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author minta maaf tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Meski sering slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending. Jadi mohon bersabar ya.... kakak-kakak yang cantik dan tampan.😘 Oh iya jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, comment, vote dan jangan lupa untuk di share juga ya. Thank you.


Dan jangan lupa juga follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


Happy reading and hopefully you like it all....