Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 173


Derap langkah kaki seorang pria berjalan menuju area pemakaman. Pria itu membawa sebuket bunga, tentunya bunga itu yang akan ia gunakan untuk berziarah ke makam seseorang. Ternyata Lelaki itu tengah behenti di depan makan Jordan Han yang nisannya masih terlihat baru dan mengkilat. Pria itu membungkukan tubuhnya, lalu meletakan buket bunga itu di depan pusara Jordan, pria yang sudah ia anggap seperti ayahnya sendiri. Disentunya pusara tersebut olehnya. "Tuan Jordan maaf aku baru bisa mendatangi makammu...," tukas pria yang ternyata adalah Renji Haoran.


"Sebelumnya aku ingin meminta maaf... aku benar-benar menyesal, karena hal ini harus terjadi padamu. Aku buta karena cinta, sehingga aku memaksakan cintaku pada menantumu, dan membuatmu berakhir seperti ini. Tolong maafkan aku tuan JH." Renji tampak begitu menyesali apa yang telah terjadi. Ia bahkan sampai mengingat kembali momen saat pertama kali Jordan menolongnya dari kerasnya dunia belasan tahun yanf lalu.


...**Flashback on...


Hari itu langit tengah menumpahkan seluruh isinya dengan begitu derasnya. Tampak Renji yang masih berusia sekitar dua belas tahun meneduh dan duduk dibawah perosotan dekat taman, sambil memeluk Alex adiknya yang masih berusia enam tahun.


"Kakak... aku lapar, dan aku kedinginan...!" Ujar Alex yang tubuhnya menggigil karena kelaparan dan kedinginan.


Renji yang juga mulai menggigil karena kedinginan, merasa tidak tega melihat sang adik yang begitu kelaparan. "Kau tunggu sebentar lagi ya, setelah hujan ini mulai reda, aku janji akan mencarikanmu makanan untuk dimakan."


"Ta- tapi kapan kak? Aku benar-benar sudah tidak kuat lagi... perutku sakit, aku sangat lapar huu...." Alex menangis sambil memegangi perutnya yang tengah kelaparan. Sebagai seorang kakak, hati Renji seolah tersayat-sayat karena tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan hanya sekedar mencarikan makanan untuk sang adik sekalipun. Merasa tidak bisa diam saja, Renji pun akhirnya memutuskan untuk menerjang derasnya hujan demi mencari makanan untuk sang adik yang kini kelaparan. "Alex kau tunggu disini ya... kakak akan pergi cari makanan!"


Alex pun mengangguk setuju.


~~


Di pusat kota, Renji berlarian ditengah derasnya hujan mecari cara, agar dirinya bisa segera mendapatkan makanan secepat mungkin. Ia mendatangi restoran-restoran yang ada di kota m


Montegi, menawarkan bantuan, dengan upah seporsi makanan. Namun sayang, banyak dari mereka yang malah memilih mengusir Renji karena dianggap sebagai gelandangan kotor yang hanya mengganggu pemandangan. Berkali-kali ia diusir dari tiap restoran yang ia datangi.


Hingga pada akhirnya ia berhenti di depan sebuah toko roti. Aku tidak punya pilihan lain. Bagaimanapun aku harus segera mendapatkan makanan untuk Alex kalau tidak dia bisa mati. Tuhan tolong maafkan aku kali ini....


Hingga dengan berat hati, Renji pun terpaksa mencuri makanan dari toko roti tersebut agar bisa mendapatkan sepotong roti untuk Alex. Renji lalu mencuri roti dengan secepat yang ia bisa agar tidak ketahuan, awalnya dia hampir tidak ketahuan mencuri pesanan salah seorang customer, namun ternyata ada yang melihatnya mencuri. Renji pun melarikan diri dengan selihai mungkin, hingga akhirnya dia berhasil melarikan diri dari orang-orang yang mengejarnya.


~~


Dari dalam mobilnya, Jordan yang tengah berhenti saat lampu merah ternyata melihat kemana perginya Renji. Ia pun segera meminta Jiro membawanya menemui Renji.


"Tapi tuan Jordan, dia hanya pencuri kecil yangー"


"Sudahlah, ikuti saja yang aku perintahkan!"


"Baik tuan!"


Jordan akhirnya mengikuti Renji hingga ke tempat dimana Renji kembali menemui Alex, yakni di tempat tadi, tepatnya dibawah perosotan taman kota. Jadi dia mencuri untuk adiknya? Hemmm menarik! Jordan tersenyum miring.


~~


"Alex aku dapat makanan untukmu! Ayo cepat makan!" Ujar Renji pada adiknya yang terlihat senang karena akhirnya bisa makan. Saat Renji dan adiknya sibuk memakan hasil curian roti tadi, tiba-tiba munculah sosok pria tinggi bermantel hitam, datang menghampiri Renji dan adiknya.


Renji pun menoleh, ia merasa ketakutan, tapi ia berusaha tetap tenang demi melindungi adiknya dan dirinya sendiri. "Kau siapa?" Tanya Renji pada pria tinggi gagah yang menghampirinya itu.


"Aku Jordan Han, tapi kau bisa panggil aku tuan JH!" balas Jordan pada Renji yang terlihat lusuh.


"A- ada apa, ke- kenapa kau tiba-tiba menemuiku?" Renji masih tampak was-was. Ia takut pria dihadapannya ini akan berniat buruk padanya. Atau mungkin bisa jadi ingin menangkapnya karena tadi terlihat olehnya telah mencuri roti.


"Pe- penawaran? Apa maksudmu Tuan!"


"Aku menyukaimu, aku melihatmu sangat menarik. Bagiku... kau pria muda yang sangat cerdas, dan aku yakin kau akan jadi orang yang hebat jika bersamaku! Maka dari itu... ikutlah denganku! Aku akan memberikanmu segalanya, tempat tinggal dan juga seluruh fasilitas mewah yang kau perlukan bahkan yang kau inginkan."


"Kenapa aku harus ikut dengamu? Aku tak mengenalmu!" Tegas Renji yang belum percaya ucapan Jordan.


Jordan tertawa kecil, "Aku suka jawabanmu, kau tidak mudah terbujuk dengan kemewahan, Tapi terserah... penawaran tetaplah penawaran, jika kau tidak bersedia aku pun tidak akan memaksa." Renji melihat ke arah Alex, yang kini tengah makan dengan rakus karena kelaparan, Apa mungkin pria ini bisa membantuku? Jika benar dia akan memberikan semua itu, aku dan Alex tidak perlu kelaparan lagi. Tapi...


"Bagaimana anak muda? Apa kau menerima tawaranku?"


"Beri satu alasan kenapa aku harus percaya padamu tuan JH?" Ujar Renji.


"Kau mau aku melakukan apa?"


"Kau tidak akan menjualku atau adikku untuk sebuah perdangan manusia kan?" Tanya Renji.


Jordan tergelak, "Tentu saja tidak, itu menjijikan...! Aku memang bekerja dibawah perserikatan organisasi gelap, tapi aku tidak menjual manusia. Jadi...?"


"Baiklah aku mau ikut denganmu, dengan satu syarat!"


"Apa itu?"


"Jangan libatkan adikku dalam perjanjian diantara kita, apapun itu! Biar aku saja yang bekerja untukmu!"


"Oke, setuju!" Mereka berdua akhirnya saling berjabat tangan. Dan sejak hari itu Renjipun tinggal di Anglo dan mengabdi pada JH sebagai salah satu anggota black serpents.


...*Flashback off...


"Terima kasih atas semua kebaikanmu tuan Jordan. Kau memungutku dari tempat yang paling rendah di dataran ini. Kau telah memberiku segalanya, pendidikan, kemewahan dan cara bagaimana berlatih bertahan hidup, hingga aku mampu berdiri seperti sekarang. Dan kau juga yang membuatku bisa mengenal putramu. Dia sungguh beruntung, memiliki ayah sepertimu."


Renji kembali berdiri tegap dan menandangi pusara Jordan. "Aku hanya ingin bilang padamu, jika hutang putramu padaku sudah impas... dia sudah kehilangan dirimu, anggap saja itu penebusan dosa putramu pada apa yang telah ia lakukan padaku dengan membunuh Alex." Renji tersenyum getir. "Dan akhirnya... aku kalah pada putramu tuan JH, tapi thal itu sudah tidak masalah. Kalau begitu... aku pamit tuan Jordan. Selamat jalan dan berbahagialah untukmu disana."


Akhirnya ia pergi dengan goresan luka yang sudah mulai mengering. Setelah ini... apakah semua akan baik-baik saja? Entahlah... aku hanya ingin mengikuti kemana angin membawa takdirku sendiri.


🌹🌹🌹


Jangan lupa jejaknya ya... LIKE, VOTE, dan COMMENT😊


Happy weekend enjoy your day...


God bless us


Love -C