Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 24


Sara yang tanpa tujuan akhirnya terhenti di dekat taman kota, ia mendudukan dirinya disana, untuk menenangkan pikirannya yang tengah kacau saat itu. Sara menyeka air matanya dengan tangan kosong, karena belanjaannya yang tadi ia bawa, entah tertinggal dimana. Sehingga hanya tersisa tas kecil yang dirinya bawanya sejak awal.


"Jangan gunakan tanganmu, pakai ini!" ujar seorang pria yang tiba-tiba muncul, di hadapan Sara yang kini sedang duduk menangis. Sara pun segera mendongakkan kepalanya, ke arah pria yang sedang menyodorkan sapu tangan untuknya itu.


"Terima kasih!" Sara akhirnya menyeka air matanya dengan sapu tangan berwarna violet pemberian pria itu.


"Boleh aku duduk?" ucap pria itu.


Sara mengangguk pertanda, mempersilakan pria itu duduk disampingnya.


"Kita bertemu lagi ya Nona?" ujar pria yang kini duduk di sebelah Sara. Sara pun menoleh ke arah pria yang bisa dibilang setampan suaminya itu.


"Kau?" ucap Sara dengan tatapan seolah sedang mengingat-ngingat, siapa pria yang kini duduk di sebelahnya itu.ย 


ย 


Ryuzen pulang ke villa dengan terlihat capek, Sara yang baru saja selesai masak makan malam pun menyambut kepulangan suaminya itu.


"Kau sudah pulang Ryu?" seru Sara sambil berjalan menghampiri suaminya itu. Ryuzen seperti biasa akan memberikan kecupan singkat pada Sara ketika pulang kerja. Seolah merasakan hal yang agak berbeda dari.istrinya itu Ryuzen pun bertanya, "Sayang kau sepertinya terlihat berbeda? Kau seperti kurang fit? Kau sakit? "


"Tidak, aku baik-baik saja. Kau cepat bersih-bersih lalu makan malam ya," tukas Sara.


"Baiklah..." Ryuzen yang tau ada yang aneh dengan istrinya itu pun, tanpa banyak alasan seperti biasanya langsung menurut dengan naik ke atas untuk segera bersih-bersih dan ganti baju.


"Ryuzen!" ujar Sara menghentikan langkah Ryuzen yang tengah menaiki anak tangga. Ryu pun menoleh dan bersiap merentangkan kedua tangannya untuk menangkap Sara yang tiba-tiba berlari ke dalam. pelukannya.


"Aku mecintaimu Ryuzen!" ucap Sara.


"Sara, kau...." Ryuzen tak meneruskan ucapannya ia justru malah makin erat memeluk istrinya itu.


Peluk aku selamanya, Aku takut kau akan meninggalkanku. Karena jika itu terjadi, aku tidak tahu bagaimana hidupku akan berlanjut tanpamu Ryuzen.


~~


Setelah makan malam dan menyelesaikan urusan mereka masing-masing. Sara dan Ryuzen pun kini sudah bersiap dengan piyama mereka dan naik ke atas tempat tidur. Sara terlihat begitu manja malam ini pada Ryuzen, ia seolah tak mau jauh dari seuaminya itu. Bahkan di balik selimut yang hangat pun seolah tak membuat Sara merasa hangat. Dirinya terus saja memeluk erat sang suami, dan meletakan kepalanya di atas dada Ryuzen yang bidang itu, layaknya sebuah bantal.


Ryuzen membelai lembut Sara, "Sayang kau kenapa? Kenapa sejak aku pulang kau seolah tak mau jauh dariku?"


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin kau selalu bersama ku saja saat ini. Aku takut kau meninggalkanku!"


"Dengar Sara, sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkanmu. Karena kau satu-satunya untuku paham!"


Sara tak bereaksi, ia hanya melipat kedua sisi bibirnya kedalam seolah tak tahu harus bereaksi apa. Melihat sang istri begitu, Ryuzen langsung mendekap kuat istrinya itu dan berkata, "Di acara ulang tahun Emerald nanti, aku akan mengumungkan hubungan kita secara resmi,"


Dengan cepat bola mata Sara langsung mengarah menatap Ryuzen, dan bangun dari posisi nyamannya.


"Ap-apa maksudmu?"


"Sudah saatnya kita jadi suami istri tanpa perlu menutupinya, lagipula juga tidak mungkin selamanya ditutupi. Meskipun...."


"Meskipun?" Sara menelisik, mendengar kata yang tidak diteruskan oleh Ryuzen.


Ryuzen mengerjapkan matanya, lalu memalingkan wajahnya untuk menatap Sara dengan sungguh-sungguh, kemudian menggenggam satu tangan Sara dengan erat


"Sara, hidup bersamaku tak mudah. Banyak orang yang mungkin akan menjatuhkanku dengan berbagai cara. Tapi meski begitu aku ingin memberimu sebuah pengakuan, aku ingin semua orang tahu jika kaulah satu-satunya wanita di dalam hatiku saat ini dan selamanya. Jadi-"


"Sstttt..." Sara menempekan telunjuknya ke bibir Ryuzen sehingga Ryuzen tak lagi bicara.


"Apapun masalahmu, bagaimanapun keadaanmu, aku pastikan aku tidak akan pernah ragu untuk tetap selalu ada disisimu untuk memberikanmu kekuatan!" Sara tersenyum dan menggenggam balik genggaman tangan Ryuzen, menandakan dirinya bersungguh -sungguh.


"Terima kasih Sara! I love you." Ryuzen mengecup singkat dahi istrinya itu.


"I love you too, sayang!" balas Sara.


"Kalau begitu," Ryuzen dengan lirikan matanya yang menggoda seolah mengisyaratkan dia ingin melakukan hal yang biasa ia lakukan tiap malam. Namun sebelum dirinya berucap Sara lebih dulu mengatakan, "Ryuzen aku ingin kita tidur... maksudku, malam ini aku ingin tidur saja, berpelukan denganmu sampai pagi. Dan ketika aku bangun nanti aku tetap bisa melihatmu ada di sebelahku."


Melihat Sara yang begitu, tentu saja Ryuzen tidak bisa memaksakan hasratnya. Ia pun menuruti Sara, di peluknya sang istri di dalam dekapan hangatnya saat itu juga. Sara pun seolah tenggelam dalam kehagatan yang dirasakannya saat ini, bahagia namun batinnya seolah masih menyisakan rasa takut kehilangan cinta Ryuzen, kala mengingat ucapan Erika tadi siang.


Aku takut kau meninggalkanku Ryuzen! Maaf jika aku berpikir begini. Tapi aku cemburu, aku marah, dan aku sedang sangat takut! Aku merasa takut jika suatu saat nanti, cintamu padaku akan memudar dan hilang. Sekali lagi maaf.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


VOTE, LIKE, COMMENT! THANK YOU ๐Ÿ™


ย 


ย