
Ryuzen bergeming, ekspresinya begitu dingin namum matanya penuh rasa amarah.
"Huh, akhirnya pergi juga wanita itu...! Tuan mari kita lanjutkan lagi berkeliling," kata Yeslin.
"Kau pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajahmu lagi di hadapanku!" ujar Ryuzen pada Yeslin.
"Tapi bukankah kita....," Yeslin menyentuh lengan Ryuzen.
"Singkirkan tanganmu dariku dan enyah dari hadapanku, atau aku sendiri yang akan mengenyahkanmu!" gertak Ryuzen dengan suaranya yang berat dan mengancam.
"Ba... baik aku pergi!" wanita itu pun terlihat takut dan akhirnya pergi dari hadapan Ryuzen dengan segera. Ryuzen tak berekspresi apapun, ia hanya mengepalkan kedua tangan yang menjuntai di kanan dan kirinya, mengtupkan gerahamnya dengan kuat.
~~
~Di mobil saat perjalanan pulang
Jesper mengantar Sara pulang, di dalam mobil Sara hanya diam tertunduk. Rona wajahnya yang biasanya hangat dan ceria, berubah jadi sendu. Jesper yang mengenal Sara sejak kecil tahu persis, jika saat ini Sara sedang berusaha menahan rasa tidak nyaman di hatinya yang tak ingin ia perlihatkan pada orang lain.
"Sara... aku minta maaf seandainya aku tidak bodoh dan menolak ajakan Ryuzen, pasti hal seperti tadi tidak akan terjadi." Jesper merasa bersalah atas hal yang terjadi tadi.
Sara menundukan wajahnya memandangi kedua tangannya yang mengepal diatas pangkuannya, dan membuat senyum palsu.
"Tidak apa Jes, ini bukan salahmu. Aku tidak bisa menyalahkan siapapun atas hal ini, bahkan Ryuzen sekalipun. Karena aku sendiri yang memintanya untuk merahasiakan semua ini dari khalayak umum. Jadi, kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri," tutur Sara.
"Sara, kalau kau ingin bersedih dan menuangkan semua kegundahan di hatimu katakan saja, jangan menyiksa batinmu sendiri."
Sara membuat deham mengejek pada dirinya.
"Hei kau tahu Jes? Jika ada penghargaan kategori istri terbodoh dan terkonyol di dunia, pasti aku pemenangnya," ucap Sara tersenyum kecut
Jesper bingung mendengar ucapan Sara tidak tahu harus membalas apa.
"Bagaimana tidak, ada seorang istri dihina oleh pacar si suami, dan dia hanya diam saja. Hal itu benar-benar konyol bukan?" ujar Sara seolah menertawakan dirinya, mencoba menutupi rasa sedihnya saat ini.
"Sara, jika kau ingin menangis menangislah...," ucap Jesper yang tahu persis bagaimana perasaan Sara saat ini. Jesper pun pada akhirnya menghetikan mobilnya di pinggir danau. Sara keluar mobil dan berdiri di pinggir danau yang terlihat berkilauan karena terkena gemerlap lampu kota.
Sara memandangi danau itu dengan mata berkaca-kaca, sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
"Kenapa harus runtuh secepat ini, kenapa aku harus bersedih saat aku sudah tau pada akhirnya hanya akan jatuh dan sakit jika berani mencintainya.
Dan air mata wanita cantik itu pun pada akhirnya tumpah membasahi kedua pipinya.
Bagai menjawab suasana hati Sara saat ini, langit pun seolah menumpahkan air matanya, hujan yang deras menerpa bumi membasahi tubuh wanita yang tengah meratapi kesedihan hati. Sara menengadahkan tangannya seolah menangkap air hujan yang jatuh membasahi dirinya.
Biarkan air mataku jatuh bersama derasnya air hujan, mungkin hujan bisa menghapus kesedihanku malam ini.
Aku sendiri yang menjatuhkan diri pada jurang pesonanya.
Ketika aku sadar sudah masuk belenggu miliknya,
lalu kenapa aku harus merasa sakit dan terluka.
Kenapa harus jatuh cinta dengan yang mustahil aku rengkuh bahkan menggapainya pun aku tak mampu.
Melihat Sara yang kehujanan, Jesper pun mengambil payung dari mobilnya lalu bergegas memayungi Sara,
"Sara mungkin hujan ingin menangis bersamamu, jadi, jika kau ingin menangis menangislah, aku akan selalu ada untukmu!"
Sara yang tak kuasa menahan sedihnya pun, akhirnya memeluk Jesper dan menangis di pelukan teman masa kecilnya itu.
Jesper mengingat kejadian saat Sara menangis dibawah guyuran hujan, saat itu ia terpukul mengetahui Ryuzen adalah pria yang merusaknya lima tahun lalu, dan kala itu Jesper pula yang menenangkan Sara.
Malam ini, untuk kedua kalinya dibawah guyuran hujan, kau menangis untuk alasan yang berbeda, namun untuk pria yang sama.
Jesper kali ini menyadarinya.
Mungkin takdirku hanya sebagai pendanyar hatimu bukan sebagai penghias hatimu.
Tapi meski begitu, Sara aku akan selalu ada untukmu.
Meski hanya sebagai penyandar yang berharap masih bisa menjadi penghias hatimu suatu hari nanti.
Ryuzen yang ternyata mengikuti mobil Jesper hanya bisa melihat Sara menangis dipelukan Jesper saat ini, dengan tatapan yang tidak bisa diekspresikan dan hati yang terasa tersayat-sayat.
Kau selalu bisa menunjukan segala emosimu di depan pria lain, tapi mengapa tidak denganku?
Aku pria yang hidup diantara hitam dan putih.
Aku iblis yang harus seringkali menyamar menjadi seorang malaikat.
Saat aku yakin bisa membuat takdirku sendiri,
kau justru hadir dengan untaian takdir yang tak bisa ku kendalikan sama sekali.
🌷Cinta itu datang sesuka hati, bahkan sering masuk tanpa permisi 🌷
Vote, like, comment jangan lupa...!