Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 11 : Bibit Bunga Matahari


Mendengar suara tersebut Sara berbalik badan ke arah dari mana datangnya suara tersebut.


“Iya Tuan, ada yang bisa aku bantu? Kau mau beli bunga apa?” tanya Sara dengan ramah.


Melihat respon Sara yang menyapa dirinya layaknya pembeli lainnya membuat Rony bergumam dan bertanya di dalam hatinya.


“Kenapa dia menyapaku seperti pembeli lain? Mungkinkah dia benar-benar tidak ingat denganku**?"


“Hari ini aku ingin sekali memberikan bunga untuk seorang gadis yang baru aku kenal dan aku mengaguminya, menurutmu bunga apa yang cocok diberikan kepada seseorang yang baru dikenal?” ujar Rony.


“Menurutku, setiap bunga memiliki makna tersendiri di setiap warna, bentuk, dan baunya. Tapi jika kau tanya aku maka aku sarankan kau berikan dia bunga matahari,” tandas Sara.


“Kenapa bunga matahari?" tanya Rony penasaran.


“Karena bunga matahari mengartikan tentang kekaguman, layaknya matahari yang mengagumkan. Sama halnya seperti kau yang mengagumi gadis itu. Kecuali, kalau gadis itu kekasihmu, mungkin aku akan sarankan kau berikan dia 99 tangkai bunga mawar, hehe..," jawab Sara sambil bergurau.


“Kau suka bercanda juga ya Nona?"


“Tidak juga, aku hanya mencoba menjadi pelayan yang menyenangkan untuk pembeli," jelas Sara.


“Kalau begitu aku ingin membeli bibit bunga matahari, bisa kau berikan aku satu pot berisi bibit bunga matahari?" ucap Rony.


“Tentu, tunggu sebentar akan aku ambilkan.”


Sara pun segera mengambil satu pot bunga berisi bibit bunga matahari dan memberikannya pada Rony.


“Ini tuan!" seru Sara.


“Terima kasih,” balas Rony, tapi tidak mengambil pot itu, dirinya justru memberikan sejumlah uang pada Sara.


“Tuan, ini potnya,” kata Sara kepada Rony.


“Tidak biarkan saja disitu, bunga itu memang milik orang yang bekerja di tempat ini," ucap Rony yang membuat Sara jadi bingung.


“...., maksudnya? “ tanya Sara bingung.


“Bunga itu buatmu Nona," jawab Rony tersenyum.


“Eh, tapi kenapa? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


“Ya, kita pernah bertemu sebelumnya," kata Rony


“Dimana?" tanya Sara yang tidak ingat sama sekali jika dirinya pernah bertemu dengan Rony.


“Sekitar empat hari yang lalu di kantor Emerald, tepatnya di dalam lift, waktu itu kau memberikan sapu tangan milikmu saat aku bersin-bersin," jelas Rony mencoba mengingatkan sara pertemuan mereka pertama kalinya.


Mendengar penjelasan Rony, Sara memutar bola matanya dan mencoba mengingatnya.


“Oh! jadi kau pria yang di lift itu?" tandas Sara yang sudah mulai ingat pada Rony.


“Sudah ingat? “


“Itu bibit bunga untukmu, aku harap kau mau merawatnya hingga tumbuh besar," Pesan Rony pada Sara agar merawat bunga tersebut dengan baik.


“Terima kasih bunga mataharinya, pasti akan kurawat dan aku jaga baik-baik," ucap Sara diikuti senyum manisnya.


*cekrek


Rony tiba-tiba mengambil foto Sara yang tersenyum itu, Sara yang kaget karena di foto pun berseloroh,


“Menyebalkan, aku sedang tidak rapih tapi kau malah mengambil gambarku!"


“Bagaimana pun penampilanmu tidak akan mengurangi kecantikan alamimu Nona," puji Rony.


Mendengar itu Sara hanya tertawa kecil.


“Tuan kau ini suka bercanda ya, tapi terimakasih pujiannya," jawab Sara agak malu-malu.


“Oh iya kita belum berkenalan, namaku Rony Ang panggil saja aku Rony," ucap Rony sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Sara.


Sara kemudian menyambut hangat jabatan tangan tersebut, dan menyebutkan namanya.


“Aku Sara Chen, panggil saja aku Sara,” ucapnya diikuti seyumnya yang hangat.


Mereka pun saling melihat untuk beberapa saat dan kemudian melepaskan jabatan tangan mereka karena tiba-tiba ada pembeli yang datang.


“Rony, maaf aku harus melayani pembeli jadi…"


“Tentu! tidak apa-apa kau lanjutkan pekerjaanmu, tapi lain kali kita bisa mengobrol lagi kan," Tandas Rony.


“Tentu," kata Sara mengiyakan.


“Kalau begitu aku pergi dulu ya,” pamit Rony dengan begitu sumrigah.


Beberapa jam setelah Rony pergi, kini giliran teman Sara yang bernama Gina Qin yang datang.


“Sibuk sekali sepertinya hari ini?" ujar Gina yang sudah berdiri di depan C-lovely Florist.


(C-lovely Florist toko bunga tempat Sara bekerja)


“Gina?!" ucap Sara yang langsung menghampiri sahabatnya tersebut.


“Kapan kau kembali?" tanya Sara antusias mengingat sejak 2 minggu lalu Gina berada di luar kota untuk mengurus pekerjaannya di Kota Cardia.


*Fact : Gina Qin bekerja sebagai salah satu advokat yang bekerja di Kantor Badan Hukum Kota Montegi, dan ia juga merupakan keponakan Bibi dan Paman Huang.


⚘⚘⚘


Like, vote, comment 😘