Love Petal Falls

Love Petal Falls
Chap 78 : Kasus kecelakaan Arvin


~Ruangan Ryuzen


Kenzo memasuki ruangan Ryuzen untuk melaporkan hasil penyelidikannya soal kerjadian di C-lovely,


"Bagaimana?" tanya Ryuzen yang kini duduk di balik meja kerjanya.


"Tuan, setelah aku menyelidikinya, Aku mencurigai mobil dengan nomor polisi ini." Kenzo pun menyerahkan gambar mobil dengan nomor polisi ZK 0XXX. Ryuzen mengangkat sebelah alisnya melihat gambar mobil dengan nomor polisi tersebut.


"Mobil siapa ini? Kenapa dia melakukan hal itu pada toko bunga milik Sara? Apa mungkin persaingan bisnis?"


"Baiklah, kau terus selidiki siapa pemilik mobil itu. Aku penasaran apa motifnya melakukan hal itu pada toko milik Sara."


"Bos, apa mungkin orang itu adalah musuhmu yang sudah mengetahui hubunganmu dan nona Sara?" tanya kenzo menebak.


"Aku belum tahu, tapi aku rasa kemungkinan itu juga bisa, tapi sepertiny tidak. Instingku mengatakan, sepertinya orang itu memang memiliki motif tersendiri terhadap Sara. Oleh karena itu, kau terus selidiki tentang mobil itu," ucap Ryuzen serius.


"Baik Tuan!"


"Oh iya tuan, apakah bunga-bunga yang tiba-tiba dikirim ke C-lovely itu atas perintahmu?"


"Menurutmu?" tanya Ryuzen santai.


"Menurutku sudah pasti itu kau..," ujar Kenzo dengan sangat yakin.


"Aku meminta kak Henri mengirimkan bunga-bunga itu langsung dari perkebunan keluarga Han di Cardia, dan ternyata bisa."


"Tuan muda kau memang juara, apa kau sudah memberitahu Nona Sara soal itu?" tanya Kenzo


"Belum, dan tidak perlu. Biar saja saat ini dia fokus bekerja."


"Kenapa kau masih berdiri disana dan senyum-senyum seperti pria tidak waras? Bukankah aku menyuruhmu menyelidiki soal pemilik mobil itu!" ucap Ryuzen dengan raut wajahnya yang dingin.


"Oh maaf tuan, kalau begitu aku akan berangkat sekarang juga. Permisi!" Kenzo pun pergi dari ruangan dengan secepat kilat.


~Kantor Badan Hukum dan HAM Kota Montegi


Gina tengah menyelesaikan tugas-tugasnya, kali ini ia menyempatkan waktu untuk menganalisa kecelakaan yang menimpa Arvin 7 bulan yang lalu.


"Walau Sara bilang, sudah tidak perlu di perpanjang lagi, tapi bagiku, kasus seperti ini tidak bisa di biarkan. Terlebih karena kecelakaan itu hampir saja meregang nyawa Arvin."


Gina terus-menerus mengecek data dan laporan yang dia dapat menurut saksi-saksi yang telah ia selediki.


"Dari semua saksi mata yang ada, hampir semuanya tidak hafal dan tidak memperhatikan mobil yang menabrak Arvin saat itu. Tapi ada salah satu saksi yang mengatakan jelas jika, mobil itu memang sengaja menabrak Arvin."


"Tapi... giliran ada yang melihat dia tidak ingat nomor polisinya," keluh Gina.


"Aku harus cari tahu soal ini, setahuku di beberapa sudut jalan ada cctv, mungkin itu bisa jadi bukti, tapi untuk dapat melakukan cek cctv itu pasti sulit, apalagi kejadiannya sudah berbulan-bulan yang lalu, ditambah ini kasus pidana antar individu, jadi pasti akan sedikit sulit.


"Aku harus cari bantuan untuk mempermudah kasus ini, karena bagaimana pun orang itu telah melakukan tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap Arvin, dan ia harus dikenai hukuman."


Gina diam sejenak dan wajahnya tiba-tiba bak melihat oasis di padang pasir.


"Aku tahu siapa yang bisa menolongku! Ya... dia pasti bisa," ujar Gina meyakini orang yang dirinya maksud bisa membantunya.


🌹🌹


Like, comment, vote jangan lupa! Arigatou πŸŒ·πŸ™