Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 13


Keesokan harinya. Setelah sarapan dan berpamitan dengan nenek Ivy, Arvin pun langsung berangkat kembali ke sekolah dengan diantar oleh Kenzo, bersama dengan Sara dan Ryuzen yang mengantarnya. Dan akhirnya mereka sampai di sekolah Arvin, setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Arvin pun kemudian berpamitan dengan kedua orang tuanya sebelum akhirnya masuk kelas,


"Papi, mami, aku pergi sekolah dulu ya. Sampai jumpa minggu depan!"


Mendengar ucapan Arvin yang berpamitan, seolah mendorong mereka untuk saling memeluk satu sama lain selama beberapa saat. Hingga pada akhirnya Arvin dan kedua orang tuanya harus dipisahkan karena waktu yang terus berjalan. Mau tak mau mereka harus berpisah sementara, karena sebentar lagi jam belajar di sekolah Arvin akan segera di mulai.


"Bye! Arvin, " tukas Sara melambaikan tangannya pada Arvin yang kini tengah berjalan menuju ke dalam kelasnya untuk belajar.


Sehabis dari mengantar Arvin, Kenzo pun masih harus melajukan mobilnya lagi menuju ke c-lovely untuk mengantar Sara ke sana.


~ Di dalam mobil 


"Sayang, kau yakin ingin tetap bekerja di tokomu?"


Sara yang tadinya sedang merapikan riasannya pun menoleh ke arah suaminya.


"Aku mendirikan c-lovely bersama Thomas dengan susah payah, hingga akhirnya sekarang toko kami sudah berkembang cukup pesat. Bagaimana bisa kau tega memintaku berhenti? Lagipula berdiam diri dan tak melakukan apapun bukan diriku sama sekali. Kau tahu aku ini paling tidak bisa hanya berdiam diri saja dan berfoya-foya menghabiskan uangmu."


Ryuzen tersenyum penuh arti menatap bangga sang istri yang amat sangat ia puja dan kagumi. Dirinya mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Sara, kemudian menyentuh wajah istrinya itu dengan sentuhan lembut miliknya, Ryuzen pun tak kuasa mendekatkan bibirnya ke bibir Sara,


"Uhuk... uhuk..."


Ryuzen menatap kaca spion depan dengan tatapan tidak sukanya setelah mendengar dentuman suara batuk milik Kenzo.


"Tuan maaf! Aku tadi tersedak," papar Kenzo yang mulai panik.


"Habislah gajiku dipotongnya bulan ini!" batin Kenzo merasa was-was.


*Muahh....


Sara tiba-tiba memberikan kecupan di pipi suaminya yang terlihat sedang kesal itu. Sara paham sekali alasan Ryuzen kesal saat ini, oleh karena itu dirinya langsung mengecup pipinya untuk meredakan rasa kesalnya.


"Suamiku, kau jangan terlalu sering marah pada Kenzo. Bagaimana pun juga Kenzo itu asisten pribadimu yang sudah banyak membantumu," tutur Sara.


"Nona Sara, kau memang yang tebaik!" gumam Kenzo.


"Terlebih Kenzo kan tidak punya pacar, aku rasa wajar saja dia terganggu dengan kemesraan kita," tukas Sara.


"Kalau dia terganggu, suruh saja tutup matanya," ujar Ryuzen dengan entengnya.


"Nona Sara aku pikir kau di pihakku. Kenyataannya kau juga ikutan membully-ku. Huh lihat saja kalau aku nanti punya pacar kalian tidak aku beri tahu!"


"Kenapa kau memasang wajah begitu?" ucap Ryuzen pada Kenzo yang kini tengah menggerutu di dalam hatinya.


"Tidak kok Tuan!"


Dan kenzo pun akhirnya kembali untuk fokus mengemudikan mobilnya, dan mengantar Sara ke C-lovely.


 


~~


Setelah sampai mengantar Sara ke c-lovely, Ryuzen dan Kenzo akhirnya langsung pergi berangkat menuju ke kantor. Dan saat tiba di depan kantor, lalu berniat keluar dari mobilnya, tanpa sengaja Ryuzen mendapati ponsel Sara yang tertinggal di kursi mobil. Sepertinya saat merapikan riasaannya tadi, Sara lupa memasukkan ponselnya ke dalam tas.


"Kenzo! Kau jangan lansung masuk ke kantor."


"Memang ada apa tuan?" Kenzo yang berniat melepas sabuk pengamannya, malah tidak jadi melepas sabuk itu karena ucapan Ryuzen.


"Nanti setelah kau turunkan aku di depan kantor, kau langsung temui istriku dan berikan ponsel ini padanya di tempat kerja," ucap Ryuzen.


"Jadi ponsel nona tertinggal? Oke nanti akan aku berikan setelah mengantarmu Tuan!" balas Kenzo yang sudah paham.


~~


Di c-lovely sendiri Sara kini sedang merasa kebingungan, ia mencari-cari ponselnya yang tidak ada di dalam tasnya.


Sara mengetuk-ngetukan jari telunjuknya di dagu, sambil mengingat-ngingat kejadian sebelumnya.


"Apa tertinggal di mobil ya?" Sara terus saja mengingat kejadian yang ia alami tadi agar ingat dimana ia meletakan ponselnya. Namun seketika konsentrasinya buyar saat mendengar suara orang marah-marah di depan tokonya.


"Apa yang sedang terjadi di depan? Seperti suara orang sedang bertengkar." Karena penasaran, Sara pun langsung menuju ke area luar tokonya untuk memastikan apa yang sebenarnya sedang terjadi.


~~


Di luar, depan toko c-lovely, terlihat Rina tengah marah-marah sambil berteriak.


"Dasar pria genit! Tidak tahu malu, kau pasti sengaja kan tadi?"


"Siapa yang sengaja! Jelas-jelas tadi aku bermaksud menolongmu, tapi kau malah marah-marah seperti nenek sihir!"


"Apa kau bilang? Nenek sihir!"


"Iya nenek sihir yang muncul di pagi hari!"


Sara yang melihat kejadian itu pun sedikit kaget. Sebab ternyata, sumber kegaduhan itu berasal dari pegawainya dan....


"Kenzo!" ujar Sara yang heran kenapa Kenzo ada disini, dan bertengkar dengan salah seorang pegawainya.


Rina dan Kenzo pun spontan menoleh ke arah Sara yang kini tengah berjalan menuju ke tempat dimana mereka berdiri dan bertengkar.


"Kak Sara!"


"Nona Sara!"


Sara menatap bingung pada Rina dan Kenzo.


"Kalian sedang apa?" tanya Sara yang telah berdiri diantara Kenzo dan Rina.


"Curi-curi kesempatan apaan! Jelas-jelas tadi aku bermaksud menolongmu yang hampir saja terjatuh!"


"Alasan saja! Sebenarnya kau memang sengaja mau pegang-pegang dadaku, iya kan!"


Sara pun menatap tajam Kenzo setelah mendegar apa yang dikatakan Rina barusan.


"Bu... bukan begitu! Sebenarnya yang tadi itu karena tidak sengaja, Nona Sara kau harus percaya padaku!" jelas Kenzo.


"Jangan kak, mana ada maling mau mengaku!"


"Kenzo, Rin....


"Lagian dadamu itu kan rata, jadi apa bagusnya untuk di sentuh."


"Kau berani menghinaku, huh dasar pria mesum kurang ajar!"


"Rina, Kenzo stop!" ujar Sara


Rina dan Kenzo pada akhirnya berhenti bertengkar dan mereka diam seribu bahasa.


Sara menanyakan maksud kedatangan Kenzo kemari.


"Ada apa Kenzo?"


"Nona Sara, aku hanya di perintahkan oleh tuan Han untuk memberikan ponsel anda yang tertinggal di mobil."


Kenzo kemudian mengeluarkan ponsel milik Sara dari dalam saku jas miliknya, dan memberikan ponsel itu langsung pada Sara.


"Astaga! Ternyata memang benar, tertinggal di mobil ya? Betapa cerobohnya aku." Sara kemudian mengambil ponsel itu dari tangan Kenzo.


"Jadi kak Sara, kenal dengan pria ini?" tanya Rina sambil menatap Kenzo.


"Ya aku sangat mengenalnya, dia asisten pribadi suamiku," tutur Sara diikuti senyuman di bibirnya.


"Ja... jadi, pria ini asistennya tuan muda Han?" Rina menoleh ke arah Kenzo dengan perasaan masih belum bisa percaya akan hal itu.


"Kenzo, terima kasih banyak ya sudah mengantarkan ponselku."


"Sama-sama Nona, kalau begitu sekarang aku permisi dulu. Kalau aku disini lama-lama bisa pecah kepalaku mendengarkan teriakan dari nenek sihir di sebelahmu itu," Kenzo menatap Rina.


"Hei apa lihat-lihat!"


"Huek! Siap yang sudi melihat si dada rata sepertimu!" balas Kenzo dan kemudian pergi.


"Apa kau bilang?!"


Kenzo dengan cepat bergegas pergi memasuki mobilnya dan meninggalkan c-lovely. Sara yang melihat pertengkaran Rina dan Kenzo tadi pun, hanya bisa menggelengkan kepala keheranan.


~~


Saat ini Erika tengah menaiki lift menuju ke lantai 72 A, lantai tempat dimana ruangan Ryuzen berada di Emerald Tower. Di dalam lift Erika hanya berdiam diri sambil menunggu hingga arah panah pada floor designators menunjukkan angka 72 A. Itu artinya dirinya telah sampai di lantai dimana ruangan Ryuzen berada. Pintu lift pun terbuka, Erika segera melangkahkan kakinya keluar lift dan berjalan menuju ke ruangan dimana Ryuzen berada saat ini.


Dari ruangannya, Ryuzen yang sudah bisa menebak kedatangan Erika dari monitor cctv di ruangannya pun nampak biasa saja. Ia justru sibuk memutar-mutar pena di tangannya sambil mempelajari beberapa berkas yang harus ia tanda tangani.


"Hai Ryu!" tukas Erika yang baru saja masuk ke ruangan Ryuzen.


"Erika, aku punya aturan disini."


"Aturan?" Erika yang sudah berdiri di depan meja kerja Ryuzen seperti nampak bingung.


"Ketuk pintu baru kau masuk!" tukas Ryuzen sambil menandatangani sebuah berkas.


Mendengar hal itu Erika tidak merasa senang. Ia ingin marah tapi urung ia lakukan, mengingat ini kesempatan emas baginya untuk bisa berdua dengan Ryuzen jadi dirinya tak mau menyia-nyiakannya dengan meributkan hal tidak penting.


"Okey baiklah! Aku minta maaf!"


"Aku sudah pelajari proposalmu, dan aku rasa kita bisa bekerjasama sebagai partner kerja," tutur Ryuzen menatap Erika yang kini sedang berdiri persis di depan sisi maja kerjanya.


Erika memainkan anak rambutnya. "Em, kalau begitu... karena ini sudah masuk jam makan siang. Bagaimana jika kita membicarakan kerjasama kita ini sambil makan siang di Orleon?"


Erika paham betul sejak dulu Ryuzen terkenal sangat profesional melakukan pekerjaannya, sehingga dia yakin, Ryuzen pasti tidak akan menolak ajakannya saat ini.


"Baiklah!" tukas Ryuzen menerima ajakan Erika untuk makan siang bersama.


~~


Di C-lovely, Sara yang kini tengah makan siang dengan lahap di meja kerjanya, malah harus di ganggu dengan mendengar segala macam curhatan Rina yang masih saja meributkan soal dirinya dan Kenzo tadi pagi.


"Kak Sara, aku masih tidak habis pikir! Kenapa tuan Han bisa mempekerjakan si mesum itu untuk jadi asistennya. Kalau aku jadi tuan Han sudah ku pecat sejak dulu!"


"Heh! Yang seperti Kenzo saja kau bilang mesum, kau belum tau saja semesum apa suamiku itu."


Sara terus saja menyantap makan siangnya dengan lahap.


"Kak Sara kenapa kau malah terus saja makan! Kau dengarkan aku tidak sih?" kata Rina.


"Aku dengar tapi aku sangat lapar, aku ingin makan semua makanan ini dengan tenang dulu Rina," terang Sara yang kemudian kembali melahap hidangan makan siangnya dengan sangat lahap.


"Baiklah... tapi ngomong-ngomong, kenapa akhir-akhir ini aku perhatikan makan kak Sara jadi banyak sekali ya?"


"Cuma perasaanmu saja mungkin," balas Sara yang tak mau ambil pusing ucapan Rina barusan.


🌹🌹🌹


VOTE, LIKE, COMMENT YA... THANK YOU.