
Sara dan Ryuzen kini sudah turun dari wahana ferris wheel, Arvin pun juga terlihat sudah sangat mengantuk. "Mami... aku mengantuk," ucap Arvin sambil mengucek-ngucek matanya.
Ryuzen pun menggendong Arvin dan mereka memutuskan untuk pulang dan istirahat. Karena Arvin juga harus kembali lagi ke asrama sekolahnya besok pagi.
~~
Keesokan harinya, Arvin sudah duluan diantar ke asrama sekolah oleh Kenzo. Sara sendiri baru saja selesai membereskan bekas sarapan pagi mereka tadi.
Ryuzen kini tengah menelepon Kenzo untuk menjemputnya, setelah dari selesai mengantar Arvin kembali ke sekolahnya. Ryuzen yang sudah siap pun bersiap berangkat ke kantornya.
"Ryuzen tunggu!" Seru Sara menghentikan langkah Ryuzen yang ingin pergi.
"Ada apa?" tanya Ryuzen.
"Sebenarnya.. pada makan malam terakhir kita waktu itu, aku ingin memberimu sebuah hadiah ucapan terima kasih, karena telah membantuku saat C-lovely di landa musibah," ungkap Sara.
Ryuzen seketika ingat momen makan malam terakhir dengan Sara tiga hari yang lalu, yang berakhir tidak menyenangkan.
"Hadiah apa?"
"Ini," Sara menyerahkan sebuah kotak, yang berisi hadiah Dasi yang ia beli di temani Jesper waktu itu.
Ryuzen terlihat penasaran dengan isinya, "Apa ini?"
"Kau buka saja," ujar Sara.
Ryuzen pun langsung membuka kotak itu yang ternyata berisi dasi berwarna navy. Ryuzen sedikit memiringkan senyumnya.
"Semoga kau suka ya," ucap Sara, was was Ryuzen tidak menyukainya.
Ryuzen tidak berkata apapun, yang ia lakukan justru langsung melepas dasi yang dikenakannya saat ini.
"Eh, kenapa kau lepas dasimu?" tanya Sara heran.
"Pakaikan yang ini," ucap Ryuzen menyuruh Sara memakaikan dasi hadiah darinya.
"Kau mau langsung pakai?"
"Sara Chen jangan banyak tanya, dan pakaikan dasinya!" titah Ryuzen.
Sara pun agak mendongak, dan memakaikan dasi tersebut ke kerah baju Ryuzen.
"Nah, sudah selesai!" ucap Sara yang sudah selesai memakaikan dasi hadiah darinya.
Sara terperanjat dan memalingkan matanya, karena hampir saja keceplosan.
"Aduh.., aku hampir saja spontan mau bilang Ryuzen kau tampan sekali."
"Sepertinya percaya dirimu itu sudah overdosis deh Ryuzen!" sahut Sara, mengelak mengakui tebakan Ryuzen. Ryuzen hanya tersenyum simpul, lalu medekatakan bibirnya ke telinga Sara dan berbisik,
"Kalau aku tidak ada urusan saat ini, aku akan makan dirimu saat ini juga."
"Ryuzen, lebih baik kau pergi sekarang deh!" ujar Sara mulai jengkel.
"Oke, aku pergi dulu ya istriku yang bodoh...!" ucap Ryuzen lalu pergi meninggalkan Sara yang berwajah kesal saat ini.
"Huh, menyebalkan!" gerutu Sara
"Jadi.., dia suka hadiah dariku ya?" tebak Sara berubah dari sebel jadi tersenyum sipu.
~
Ryuzen masuk ke dalam mobil, yang sudah ada Kenzo duduk di kursi kemudi.
"Bos, apa dasimu ganti?" ujar Kenzo, melihat dasi Ryuzen berubah dari yang tadi di pakainya pertama kali saat menjemput Arvin.
"Menurutmu bagaimana?"
"Jujur dasi yang kau pakai ini lebih keren dari yang tadi, kau terlihat semakin berkharisma jadinya," jawab Kenzo spontan.
"Ternyata seleramu berpakaian bagus juga ya Sara," puji Ryuzen di pikirannya sambil menyentuh dasi yang tergantung di kerah kemejanya.
~
Sara dan Gina kini tengah makan siang di salah satu restoran di kota Montegi, mereka duduk di meja dekat kaca jendela.
"Sara, apa kau yakin akan menuruti mau sepupumu itu?" tanya Gina sambil menyendok puding di hadapannya.
"Mau bagaimana lagi, kalau tidak aku lakukan dia akan terus menggangguku dan Arvin," ujar Sara terlihat pasrah.
"Kau ini kan punya suami yang berkuasa seperti Ryuzen Han, kenapa tidak minta bantuannya saja, aku heran, kenapa kau ini hobi sekali menyusahkan diri sendiri!"
Sara menghela nafas.
"Umm, aku tidak mau merepotkannya. Lagi pula dia selalu membantuku, aku tidak mau terus begantung padanya," ungkap Sara.
"Sara, kau itu aneh sekali," celetuk Gina yang kemudian melanjutkan lagi makannya.
Saat tengah menikmati makan siangnya tiba-tiba seseorang datang menghampiri meja mereka.
πΉπΉπΉ
Like, comment, votenya jangan lupa ya ππ·