Love Petal Falls

Love Petal Falls
Love petals bloom 132


Di depan cermin Sara yang sudah mengenakan gaun tidur, terlihat sedang menyisir rambut panjangnya yang menjuntai dengan indah. Di depan cermin Sara seolah tengah menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin di depannya itu, namun bukan fokus memperhatikan parasnya di depan cermin, pikiran Sara justru malah terfokus pada perkataan yang dikatakan Gina tadi, saat dirinya pergi ke mall bersama sahabatnya itu.


**Flashback on**


Setelah selesai mencari makanan untuk mengisi perutnya yang lapar, Gina dan Sara pun memutuskan untuk pulang. Tapi di tengah-tengah jalan menuju pintu keluar mall menuju pulang, Sara tidak sengaja melihat sebuah toko perlengkapan bayi. Melihat itu, otomatis naluri keibuan Sara seketika muncul begitu saja. Alhasil dirinya meminta Gina agar mau menemani dirinya dulu kesana sebelum pulang.


"Kau yakin mau kesana dulu?" Tanya Gina melihat jam tangannya, "Ini sudah jam delapan malam lho..." Tapi dasar ibu hamil, walau sudah di peringati tetap saja terus-menerus membujuk Gina untuk menemaninya. Takut bayi di perut sahabatnya itu kenapa-kenapa, Gina pun pasrah dan akhirnya mau menemani Sara ke toko tersebut.


~~


Sesampainya di dalam toko, Seketika Sara langsung dibuat tidak bisa membendung hasrat ingin berbelanjanya. Mata Sara berbinar-binar kala melihat perlengkapan bayi-bayi yang lucu dan menggemaskan itu terpampang nyata sejauh mata memandang. Tak perlu waktu lama, Sara langsung kepincut saat melihat sebuah sepatu bayi perempuan yang sangat lucu dan cantik, ia pun langsung saja mendekati dan menyentuhnya "Ya Tuhan, sepatu ini lucu sekali!" Ungkap Sara mengangkat sepatu bayi itu.


"Memangnya... kau sudah tau pasti, apa jenis kelamin calon anak keduamu itu?"


Sara tersenyum malu, "Belum sih, tapi ini lucu sekali Gina... aku mau!" Tidak sampai satu menit, Sara sudah kembali kenpincut perlengkapan bayi lain."Oh, lihat Gina! Sarung tangan ini juga terlihat imut sekali! Dan kau lihat kaus kaki ini, ini juga sangat lucu! Astaga! Aku ingin banyak sekali!"


"Astaga... Sara kau ini!" Gina yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya bisa menghela napas sambil keheranan. "Sara, kalau kau suka, yasudah kau beli saja semuanya. Bahkan kalau perlu, kau minta saja sekalian pada suamimu untuk membeli sekalian tokonya, uangnya juga tidak akan habis hanya untuk membeli toko ini."


"Iya ya, kenapa aku tidak minta Ryu belikan tokonya saja sekalian?" Gurau Sara menanggapi ocehan Gina.


"Um.. Sara!"


"Ya ada apa Gina?" Balas Sara yang masih sibuk melihat-lihat pernak pernik bayi.


"Boleh aku tanya padamu tentang satu hal?"


"Tentu saja, kau tanya apapun akan aku jawab!" Sara membalikan badannya kemudian menatap Gina. "Memangnya kau mau tanya apa?"


"Sara, apa benar ada orang misterius yang mengirimu bunga akhir-akhir ini?" Sara terdiam dan tidak jadi menatap Gina. "Sara tolong jujur padaku!"


"Fiuh...! Pasti Jesper kan yang sudah cerita padamu?" Tebak Sara.


Gina mengangguk pelan, "Sara, aku rasa kau harus ceritakan hal itu pada Ryuzen. Karena aku yakin, Ryuzen pasti akan dengan mudah menemukan orang itu, jika kau mau mengatakan hal ini padanya." Gina mencoba untuk meyakinkan Sara agar dirinya tidak menutupi masalahnya ini dari Ryu.


"Kau mungkin benar Gina, seharusnya aku bilang soal ini pada Ryu, tapi..." Sara masih terlihat ragu. "Sara, aku bilang begini, bukannya ingin sok tahu masalahmu. Hanya saja... aku cuma takut jika kau menyembunyikan hal ini lama-lama, malah akan menjadi masalah di kemudian hari."


**Flashback off**


Gina benar, seharusnya aku berkaca pada masalah sebelumnya. Sepertinya tidak apa jika aku bergantung pada Ryu kali ini.


"Hei, sedang memikirkan apa?" Bisik Ryuzen di dekat tengkuk leher Sara saat ini. Sara agak sedikit kaget dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba itu. Dari pantulan cermin, Sara bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukan suami Saat ini, dari cermin Sara bisa melihat jelas Ryu yang tengah menghidu rambutnya. "Aku tanya kau habis memikirkan apa?" Ucap Ryu kembali, sambil menatap istrinya itu lewat cermin.


"Aku memikirkanmu," ucap Sara yang juga menatap Ryu lewat pantulan cermin yang ada di hadapannya. Sara menyentuh lembut wajah Ryu yang kini tepat berada di sebelah wajahnya.


"Kenapa kau memperhatian wajahku dari depan cermin begitu?" Tanya Sara pada suaminya yang sejak tadi memandang dirinya dari cermin yang kini ada di hadapannya.


"Tidak apa, aku hanya baru menyadari, ternyata kau memang sangat cantik," ujar Ryuzen dengan penuh rasa bangga.


Mendengar hal itu, Sara seketika langsung menyunggingkan senyum miring, "Tentu saja aku cantik, kalau aku jelek memangnya kau mau denganku?" gurau sang istri.


"Mau saja! Bagiku... asal itu dirimu, mau sejele apapun kau, aku akan tetap suka." Balas Ryuzen.


"Angkat atau tidak? Itu tergantung nyonya Ryuzen Han," ujar Ryuzen menatap sang istri.


"Jadi kau minta aku yang putuskan?"


"Yes!"


"Kalau aku bilang matikan?"


"Akan aku matikan!"


"Kalau aku bilang angkat saja."


"Aku akan angkat!"


Sara menarik wajah Ryuzen lebih rendah supaya setara dengan tingginya. "Kalau begitu, kau angkat saja dulu, aku takut itu panggilan penting," bisik Sara yang kemudian memberi kecupan singkat dibibir Ryu dan menarik dirinya dari rangkulan suaminya itu, guna memberi ruang Ryuzen untuk mengangkat teleponnya.


"Aku pergi ke atas ranjang duluan ya sayang..." goda Sara yang kemudian menjauhi Ryuzen.


"Wanita bodoh! Padahal yang aku mau, kau bilang matikan saja ponsel sialan itu!" Ryuzen pun akhirnya mengangkat panggilan tersebut.


~~


Di atas ranjang Sara masih gamang dengan keputusannya untuk cerita pada Ryuzen soal pengirim misterius itu. Disatu sisi ia ingin selalu jujur pada suaminya itu, tapi di sisi lain ia tidak ingin selalu membuat Ryuzen repot akan masalah yang harusnya ia bisa selesaikan sendiri.


Aku harus bagaimana ini?


~~


Selesai menerima telepon, Ryuzen langsung menyusul Sara ke tempat tidurnya. Tidak disangka, ternyata wanita kesayangannya itu sudah tertidur lebih dulu. Ryu pun langsung mendekatkan wajahnya menghadap wajah polos sang istri, yang baginya saat ini begitu indah di pandang. Ia menyingkirkan untaian-untaian rambut yang sedikit menutupi wajah cantik istrinya itu. Tidak lupa ia mengecup dahi Sara dengan lembut, agar wanitanya itu tidak terganggu tidurnya. Ryu memandangi Sara lamat-lamat, dibelainya wajah cantik itu dengan jemari panjang miliknya sambil berucap lembut, "Saraku sayang... tidurlah dengan nyaman. Doaku untukmu, aku berharap bisa selalu menjadi orang pertama dan terakhir yang kau lihat sebelum kau terbangun dan terlelap. Begitupun diriku, aku hanya ingin kau menjadi yang terakhir kali aku lihat sebelum aku terlelap, dan menjadi yang pertama aku lihat, saat aku membuka mataku. Dan selalu begitu, sampai kapanpun. Jadi tolong jangan pernah tinggalkan aku ya sayang..." Ryuzen kemudian mengecup bibir Sara yang terlihat merona meski tanpa make up. "Selamat tidur istriku sayang, aku mencintaimu."


~~


Keesokan harinya... di sebuah kedai kopi di pinggir jalan, terlihat Jesper yang sedang menikmati secangkir kopi. Tiba-tiba Saat dirinya tengah asyik menyeruput kopi latte miliknya, secara tidak sengaja dari balik kaca kedai, Jesper seperti melihat pria yang di temuinya kemarin di coffee shop. Pria itu terlihat sedang memasuki sebuah toko buku di seberang jalan sana. "Orang itu kan...?" ujar Jesper. Tidak ingin kehilangan jejak, tanpa banyak berpikir, Jesper pun langsung mengambil langkah untuk mengikuti pria tersebut.


🌹🌹🌹


Halo my beloved readers. Semoga kalian sehat selalu ya...


Author secara personal ingin berterima kasih kepada kalian, yang masih setia dan selalu sabar menunggu update-an kisah Sara dan Ryuzen. Sekali lagi author mohon maaf, karena tidak bisa update harian dikarenakan author punya prioritas yang harus dikerjakan duluan. Jadi mohon dimaklumi ya kakak-kakak dan teman-teman sekalian🙏


Oh iya, meski sering kali novelnya slow update, tapi kalian jangan khawatir, karena aku pasti akan selesaikan cerita ini sampai ending kok. Jadi mohon bersabar ya... kakak-kakak yang cantik dan tampan sekalian.


Dan buat yang sudah baca novel ini, jangan lupa ya untuk selalu tinggalkan jejak berupa LIKE, COMMENT, serta VOTE dan jangan lupa juga untuk bantu di SHARE komik ini, karena yang kalian lakukan itu sangat berarti sekali buat aku.


Satu lagi temen-temen sekalian, jangan lupa juga ya... buat follow instagram aku @chrysalisha98, karena aku bakal info karya baruku mungkin disana 😊


FYI : Dalam waktu dekat ini aku mau keluarin novel baru, semoga kalian juga suka ya... dan doakan biar lancar semuanya, aamiin..🙏


HAPPY READING FELLAS....