
Setelah mendengar penuturan Kyara, hari itu baik Kakek, Mama Riana atau pun Papa Johan sepakat untuk menginap di kota kelahiran Rania sampai mereka melihat perkembangan janin dalam kandungan Kyara dan juga jenis kelaminnya. Suasana haru pun tak dapat dielakkan saat Kakek Surya berkata jika ruko kosong yang berada di samping ruko Rania kini sudah dibeli Kakek Surya beserta ruko yang saat ini dikontrak Ibu Rania. Ruko itu dipersembahkan Kakek Surya untuk Rania karena selama ini sudah banyak membantu cucu menantu kesayangannya itu. Awal mulanya Rania menolak, namun setelah dengan sedikit paksaan akhirnya wanita itu menerimanya. Dan Rania beserta kedua orang tuamya berterimakasih atas kebaikan Kakek Surya beserta anak dan mantunya.
Besoknya Kakek Surya pun memerintahkan orang-orangnya untuk merenovasi ruko Rania agar terhubung dengan ruko sebelahnya. Kakek Surya ingin ruangan di lantai dua itu saling berhubungan. Sehingga Kyara dan Rania memiliki ruang gerak yang lebih luas. Dan juga warung bakso Rania pun diubah menjadi dua ruko. Kakek Surya pun juga membelikan Rania meja dan kursi yang lebih bagus untuk warung bakso Rania dan alat-alat kebersihan yang memadai.
Kyara menatap satu lembar foto hasil USG di tangannya dengan mata berkaca-kaca. Ia sungguh tidak menyangka jika sebentar lagi akan menjadi seorang ibu dari bayi laki-laki. Ya, setelah melakukan pemeriksaan tadi pagi, akhirnya ia dapat mengetahui jenis kelamin anaknya yang di lihat dari layar monitor USG berjenis kelamin laki-laki. kakek Surya, Papa Johan dan Mama Riana pun tak dapat menutupi kebahagian mereka jika sebentar lagi pewaris baru keluarga mereka akan lahir.
*
Berbeda dengan Kyara yang sedang berbahagia setelah pemeriksaan kandungannya, lain halnya dengan Gerry yang kini nampak frustasi setelah hampir satu bulan ini dianggap orang asing di keluarganya. Kakek Surya memang sesekali datang ke perusahaannya untuk mengontrol kinerja Gerry. Namun bagaikan orang asing, Kakek Surya bahkan hanya berbicara seperlunya saja pada Gerry.
Kakek Surya memang tidak mencabut segala fasilitas yang diberikannya pada Gerry. Ia tidak mengambil apa yang memang sudah ia niatkan untuk menjadi hak cucu satu-satunya itu. Tapi Kakek Surya tak lagi bersikap sebagai kakek pada cucunya. Kakek Surya bahkan membatasi jarak antara dirinya dan gerry.
Gerry semakin frustasi melihat Kakek Surya yang sudah tidak menganggapnya sebagi cucu. Ia rindu dengan kasih sayang Kakek tua itu. Kasih sayang yang selalu ia dapatkan di saat ini kecil hingga dewasa. Belum lagi bayangan Kyara selalu menghantui hati dan pikirannya. Bahkan Gerry lebih memilih untuk tidur di perusahaan dibandingkan di apartemen yang hanya mengingatkannya dengan istrinya itu.
Merasa muak dengan permasalahan yang ada, Gerry pun memutuskan untuk menenangkan pikirannya dengan mengunjungi kekasih hatinya di negara S. Dan kini Gerry tengah berada di depan resepsionis menanyakan nomor kamar hotel kekasihnya menginap. Setelah mendapatkan informasi, Gerry pun melangkahkan kakinya ke arah lift.
Setelah berada dekat dengan kamar Ketty menginap. Sayup-sayup Gerry dapat mendengar suara aneh dari dalam kamar tersebut. Kini Gerry menajamkan pendengarnnya pada celah pintu yang sedikit terbuka. Entah alasan apa yang membuat si empu pemilik kamar itu lupa untuk mengunci pintu.
***
Sudah beri dukungan buat hari ini belum?
Like
Komen
Votenya!:)