Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Cara untuk memindahkannya


Mulai hari itu, setelah Rania mengungkapkan rasa tidak sukanya pada Citra, William pun memikirkan cara agar istrinya tak lagi curiga padanya. Apa lagi dengan kondisi Rania yang sedang hamil dan pernah masuk rumah sakit karena masalahnya dengan Bianca tempo hari membuat William khawatir bila kejadian itu terulang kembali.


Siang itu, William pun menitipkan pekerjaannya pada Steve lalu pergi menuju perusahaan Bagaskara untuk meminta solusi pada Gerry— sahabat baiknya.


"Terus pantau pergerakan wanita itu selama aku tidak ada di perusahaan." Titah William pada Steve sebelum ia pergi ke perusahaan Bagaskara. Entah mengapa William pun merasa awas dengan sekretarisnya itu jika apa yang dipikirkan Rania benar adanya. William pun juga memasang CCTV di setiap sudut ruangannya untuk berjaga-jaga bila nanti kembali ada kejadian yang membuat Rania salah paham kepadanya.


Dengan menempuh perjalanan dua puluh menit, William pun telah sampai di perusahaan Bagaskara. Tidak seperti William dulu yang suka tebar pesona saat melewati staff wanita yang bekerja di perusahaan Gerry, William terkesan lebih beribawa dan menjaga pandangannya saat melewati para wanita yang nampak terpesona padanya.


"Apa Gerry ada di ruangannya?" Tanya William pada Jimmy saat berpapasan dengan Jimmy di depan ruangannya.


Jimmy mengangguk. "Tuan Gerry ada di dalam ruangannya, Tuan." Balas Jimmy.


"Baiklah. Saya ke ruangan Gerry dulu." Pamit Willam yang diangguki oleh Steve.


Ceklek


Pintu ruangan Gerry pun terbuka dan menampilkan wajah William.


Gerry yang sedang sibuk memeriksa setumpuk dokumen di depannya itu pun menghentikan aktivitasnya saat melihat kedatangan sahabatnya.


"Ada angin apa yang membuatmu datang ke sini?" Tanya Gerry menatap William dengan datar.


William tak langsung menanggapi ucapan Gerry. Ia lebih memilih menjatuhkan tubuhnya di sofa sambil menghembuskan nafas panjang.


Melihat tingkah sahabatnya yang sepertinya datang membawa beban, Gerry pun bangkit dari kursi kebesarannya.


"Kau benar. Aku sangat membutuhkan bantuanmu saat ini." Balas William.


"Ada masalah apa?" Tanya Gerry tanpa basa-basi.


"Kau tahu bukan jika satu bulan yang lalu aku baru saja mendapatkan sekretaris yang baru?" Tanya William yang diangguki oleh Gerry.


"Lalu apa masalahnya?" Tanya Gerry dengan kening mengkerut.


William pun menceritakan kejadian di ruangannya saat Citra tiba-tiba saja ingin memperbaiki dasinya dan juga menceritakan tentang pemikiran buruk Rania pada sekretarisnya itu.


"Bukankah sejak awal aku sudah mengingatkan padamu untuk membuat peraturan khusus untuk pakaian kerja wanita yang bekerja di perusahaanmu bahkan sebagai sekretarismu?" Ucap Gerry dengan ketus. "Dan sekarang kau baru menyadari bukan betapa pentingnya peraturan yang aku maksud?" Lanjut Gerry kemudian.


"Menurutku pakaian kerja mereka masih cukup sopan dibandingkan pakaian kerja staffku di perusahaan pusat. Dan aku tidak menyangka jika Rania akan berpemikiran jauh sampai ke situ bahkan menyimpan pemikiran buruk pada sekretarisku." Balas William.


"Lalu bantuan apa yang bisa aku berikan?" Tanya Gerry.


"Bukankah di perusahaan cabangmu yang ada di kota B sedang membutuhkan seorang sekretaris? Aku berpemikiran meminta bantuanmu untuk memindahkan Citra ke perusahaan cabangmu yang ada di kota B. Karena menurutku kehadirannya bisa membuat istriku semakin banyak pikiran dan bisa membuat istriku stres nantinya. Karena setelah cukup aku sadari, wanita itu memang bukanlah wanita baik-baik karena beberapa hari belakangan ini dia selalu coba menggodaku." Ucap William.


***


Lanjut?


Berikan semangat dulu dong dengan vote, komen dan likenya😶