
"Sepertinya suamimu sudah mulai menunjukkan sifat posesifnya kepadamu, Rania." Ucap Sean memecahkan keheningan diantara mereka.
Rania yang duduk di sebelah Sean memiringkan kepala untuk melihat wajah Sean. "Maksudmu?" Tanyanya tidak mengerti.
"Ya. Suamimu itu terlihat seperti pria yang begitu mencintai istrinya. Namun dia melupakan jika beberapa bulan yang lalu dia sempat mengabaikan perasaan istrinya." Ucap Sean dengan senyum sinis di bibirnya.
Rania melipat bibir ke dalam. Entah mengapa mendengar perkataan Sean membuat hatinya sedikit tersentil. "Kenapa kau berbicara seperti itu?" Tanya Rania setelah terdiam beberapa saat.
"Ya. Aku hanya berbicara sesuai apa yang aku lihat." Jawabnya datar.
"Dia tidak mencintaiku. Dia hanya ingin agar aku bersikap layaknya wanita yang sudah bersuami." Tutur Rania dengan tersenyum miris. Mengingat beberapa bulan lalu William mengabaikannya membuat batin Rania kembali bertanya-tanya. Apa mungkin sikap William seperti itu karena suaminya itu masih mencintai sahabatnya? Kyara.
Sean berdecih. "Kau itu bodoh atau apa? Jelas-jelas sikapnya itu sudah menunjukkan jika dia mulai mencintaimu." Cetus Sean.
"Sikap dia seperti itu karena sikapmu yang membuatnya kesal. Lagi pula kenapa kau mempertanyakan tentang hubungan kami tadi sedangkan kau sudah tahu jawabannya!" Amuk Rania.
Suasana di dalam mobil pun mulai memanas.
"Aku hanya ingin mengetes perasaannya. Dan ternyata suamimu itu cukup menunjukkannya dengan jelas." Jawab Sean dengan santai.
Wajah Rania berubah masam. "Bercandamu tidak lucu!" Sahut Rania ketus. Mana mungkin dia mencintaiku. Jika dia memang mencintaiku dia pasti akan mencabut perkataannya di saat awal kami menikah untuk tidak mencintainya. Lanjut batin Rania.
Hingga empat jam lebih perjalanan, mobil yang dikendarai Felix pun sudah sampai di salah satu hotel yang akan menjadi penginapan mereka beberapa hari ke depan.
Felix, Sean dan Rania pun turun dari dalam mobil.
"Kita akan menginap di sini?" Tanya Rania menatap berbinar hotel yang terbilang cukup mewah di depannya.
"Ya. Apa anda masih ingin tetap berdiri di situ, Nona?" Cetus Felix karena Rania masih sibuk mengagumi pemandangan hotel tanpa menyadari Sean sudah masuk ke dalam hotel.
"Kau..." Geram Rania menghentakkan kakinya saat melihat wajah menyebalkan Felix.
Felix menggelengkan kepalanya. Lalu berjalan lebih dulu meninggalkan Rania yang menatap punggungnya dengan wajah masam.
"Istirhatlah... Dua jam lagi kita akan melakukan kunjungan ke perusahaan cabang sebelum memantau perkembangan proyek wahana bermain." Ucap Sean saat mereka sudah sampai di depan pintu kamar hotel.
"Baiklah. Terimakasih." Balas Rania menampilkan senyuman manisnya.
Rania mengangguk. "Baiklah..." Balasnya lagi.
Sean dan Felix pun berjalan meninggalkan kamar Rania saat wanita itu sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Agh, aku sampai melupakan jika belum menghubungi William." Decak Rania setalah meletakkan barang-barangnya di dalam lemari.
Rania pun segera merogoh ponsel yang ada di dalam tas selempangnya kemudian mengirimkan pesan pada William. Setelah menunggu cukup lama namun tidak mendapatkan balasan dari suaminya, Rania pun memutuskan untuk beranjak kemudian melangkah ke arah jendela.
"Wah... Pemandangannya cantik sekali..." Gumam Rania saat melihat pemandangan dari kaca jendela kamarnya yang menampakkan pemandangan alam dengan banyaknya pohon rimbun di depan matanya.
Setelah puas memandangi alam sekitarnya, Rania pun memutuskan untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum nanti siang mereka akan melakukan kunjungan ke perusahaan cabang Wilson yang berada di pusat kota.
***
Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)
^^^Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!^^^
^^^Sambil menunggu cerita Kyara update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.^^^
^^^- Serpihan Cinta Nauvara (End)^^^
^^^- Oh My Introvert Husband (On Going)^^^
^^^Jangan lupa beri dukungan dengan cara^^^
^^^Like^^^
^^^Komen^^^
^^^Vote^^^
^^^Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...^^^