Hanya Sekedar Menikahi

Hanya Sekedar Menikahi
Istriku hamil?!


William tak dapat menghentikan tawanya. Saat ini ia sudah berhasil membalas Hana yang tadi sempat menertawakannya.


"William..." Ucap Rania seakan ingin mempertanyakan sesuatu.


Tak ingin istrinya larut dalam pemikirannya, William pun segera menarik tangan Rania meninggalkan Dokter Hana yang menggerutu karena ulahnya.


"Dua sungguh menyebalkan." Gerutu Dokter Hana menatap sebal punggung William yang mulai menjauh dari pandangannya.


Ceklek


Pintu ruangan Dokter Dika pun terbuka, Dika yang sedang membahas sesuatu dengan Dokter di depannya menghentikan percakapan mereka saat melihat William dan Rania sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Kalau begitu saya pamit dulu Dokter Dika." Ucap rekan kerja Dokter Dika untuk memberi ruang pada William dan Rania memeriksakan keadaan Rania.


Dika mengangguk.


"Ayo duduk dulu, Rania." Ucap Dika pada Rania tanpa memperdulikan keberadaan William.


"Hei... Kau tidak menyuruhku untuk duduk juga?" Ketus William merasa diabaikan.


"Astaga... Aku baru menyadari keberadaanmu." Balas Dika dengan tersenyum menyeringai.


William mendengus lalu duduk di samping istrinya. Sedangkan Rania menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua pria di depannya saat ini.


"Jadi apa keluhanmu saat ini Rania?" Tanya Dika pada Rania.


"Akhir-akhir ini aku merasakan tubuhku mudah lelah dan mengantuk. Dan aku juga mengalami gejala muntah dan mual saat pagi hari. Dan itu semua selalu terjadi beberapa hari belakangan ini." Terang Rania.


Mendengar penjelasan Rania membuat Dika menarik bibirnya ke samping.


"Kenapa kau tersenyum? Apa menurutmu penyakit istriku itu sebuah lelucon?" Cecar William melihat ekspresi Dika.


"William..." Rania yang melihat suaminya nampak marah mencoba menenangkan suaminya dengan mengelus tangannya.


"Kau tenanglah dulu." Ucap Dika menegakkan tubuhnya. "Lebih baik kau segera temui Dokter Obgyn di rumah sakit ini karena sakit istrimu saat ini dialah yang bisa menanganinya." Terang Dika membuat kening William mengkerut. Dika pun segera melakukan panggilan telefon dengan seseorang di seberang sana. "Pergilah ke ruangan Dokter Obgyn. Aku sudah memberitahunya jika kau dan istrimu akan menemuinya." Titah Dika.


Walau pun tidak mengerti maksud ucapan Dika, namun William dan Rania tetap menuruti perintah Dika untuk datang ke ruangan dokter Obgyn. Kedatangan William dan Rania ke dalam ruangan Dokter obgyn itu pun disambut dengan senyum manis Dokter cantik yang akan menangani Rania di sana.


"Ayo berbaring dulu, Nona." Ucap Dokter mengarahkan Rania untuk berbaring di atas ranjang.


"Kenapa kau membuka baju istriku?!" Protes William yang tidak mengerti jalan medis di depannya.


"William... Diamlah... Atau kau keluar saja. Kau mengganggu konsentrasi Dokter ini untuk memeriksaku!" Protes Rania yang seketika membuat William bungkam.


Dokter cantik itu pun mulai melakukan tugasnya saat William sudah diam. "Lihatlah... Keberadaannya lah yang membuat anda mengalami keluhan selama beberapa hari belakangan ini." Ucap Dokter itu menunjuk pada bentuk biji kecil yang ada di layar monitor.


Rania menatap berkaca-kaca layar monitor yang menampakkan sebuah bentuk janin di sana. Bentuk yang sama persis ia lihat saat Kyara melakukan pemeriksaan kandungan saat mengandung Baby Rey dulu. Akhirnya Rania pun tersadar apa maksud Dika menyuruh mereka melakukan pemeriksaan ke Dokter Obgyn.


"Dokter... Apa a-aku ha-hamil?" Tanya Rania dengan sedikit terbata.


Dokter cantik itu tersenyum dan mengangguk. "Benar... Saat ini anda sedang mengandung dan dari hasil pemeriksaan kandungan anda sudah memasuki usia empat minggu.... Selamat ya, Nona Rania. Sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ibu." Ucap Dokter cantik itu.


"Apa?! Istriku mengandung?!" Tanya William dengan suara sedikit meninggi.


***


Buat teman-teman semua... Mampir ke karya baruku yang berjudul "Dia Anakku, Bukan Adikku." Yuk sambil menunggu cerita Rania dan William update:)


Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!


Sambil menunggu cerita ini update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya juga, ya.


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


- Oh My Introvert Husband (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya...